Man of the Match Juventus vs Lecce: Wladimiro Falcone, Tembok Kokoh di Allianz Stadium

0 0
Read Time:3 Minute, 43 Second

Laga Juventus vs Lecce pada pekan ke-18 Serie A/Liga Italia 2025/2026 berakhir dengan skor imbang 1-1 di Allianz Stadium, Minggu (4/1/2026). Hasil ini terasa kontras jika melihat jalannya pertandingan yang sangat timpang, di mana Juventus mendominasi hampir seluruh aspek permainan. Namun, dominasi tersebut tak berbuah tiga poin karena satu faktor krusial: performa luar biasa kiper Lecce, Wladimiro Falcone.

Lecce secara mengejutkan mampu mencuri keunggulan lebih dulu lewat gol Lameck Banda pada menit 45+2. Juventus kemudian membalas di awal babak kedua melalui Weston McKennie pada menit ke-49. Setelah itu, tekanan tuan rumah terus mengalir deras, tetapi skor tak lagi berubah hingga peluit akhir dibunyikan.

Dengan sederet penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan penalti, Falcone tampil sebagai figur sentral dan layak dinobatkan sebagai Man of the Match Juventus vs Lecce.


Dominasi Juventus Tak Berbanding Lurus dengan Skor

Sejak menit awal, Juventus langsung mengambil inisiatif serangan. Massimiliano Allegri menurunkan komposisi pemain ofensif yang bertumpu pada pergerakan cepat dari sisi sayap dan tusukan dari lini kedua. Andrea Cambiaso dan Kenan Yildiz menjadi motor serangan dengan intensitas tinggi.

Statistik pertandingan memperlihatkan betapa dominannya Juventus. Penguasaan bola mencapai 72 persen, dengan total 662 operan dan akurasi nyaris 90 persen. Lecce, di sisi lain, lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat.

Meski demikian, dominasi tersebut kerap mentok di sepertiga akhir lapangan. Juventus memang mampu menciptakan banyak peluang, tetapi efektivitas menjadi persoalan utama.


Tembok Bernama Wladimiro Falcone

Di tengah tekanan tanpa henti, Wladimiro Falcone tampil sebagai tembok kokoh yang sulit ditembus. Kiper Lecce ini menunjukkan ketenangan luar biasa dalam membaca arah bola, penempatan posisi, dan refleks penyelamatan.

Peluang emas pertama Juventus datang di babak pertama melalui Jonathan David, yang menyambut umpan silang dengan sundulan jarak dekat. Namun, Falcone bereaksi cepat dengan menepis bola ke arah tiang dan memastikan bola tidak melewati garis gawang.

Penyelamatan tersebut menjadi sinyal bahwa malam itu akan menjadi milik sang kiper.


Gol Lecce dan Respons Cepat Juventus

Di tengah dominasi Juventus, Lecce justru mampu mencuri gol menjelang turun minum. Lameck Banda memanfaatkan ruang di sisi kiri dan melepaskan penyelesaian klinis pada menit 45+2. Gol ini menjadi satu-satunya tembakan tepat sasaran Lecce sepanjang laga.

Juventus tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Baru empat menit babak kedua berjalan, Weston McKennie mencetak gol penyeimbang lewat situasi bola mati. Allianz Stadium kembali bergemuruh, dan tekanan kepada Lecce semakin meningkat.


Penalti Panenka Jonathan David yang Gagal

Momen paling menentukan dalam laga ini terjadi di babak kedua ketika Juventus mendapatkan hadiah penalti usai tinjauan VAR. Pelanggaran di kotak terlarang memberi peluang emas bagi tuan rumah untuk berbalik unggul.

Jonathan David maju sebagai eksekutor. Namun, alih-alih mengeksekusi dengan keras, ia memilih gaya Panenka yang terlalu lemah. Falcone membaca arah bola dengan sempurna, tetap berdiri tenang, dan menangkap bola tanpa kesulitan berarti.

Penyelamatan penalti ini bukan hanya menggagalkan gol, tetapi juga mengubah momentum pertandingan. Kepercayaan diri Lecce meningkat drastis, sementara Juventus mulai menunjukkan tanda-tanda frustrasi.


Menit Akhir yang Menegangkan

Juventus tetap menekan hingga menit-menit akhir. Kombinasi umpan cepat dari tengah dan sisi sayap terus diarahkan ke kotak penalti Lecce. Jonathan David kembali mendapatkan peluang emas lewat tembakan jarak dekat di penghujung laga.

Sekali lagi, Falcone tampil sebagai penyelamat. Dengan refleks satu tangan, ia menepis bola dan mematahkan peluang terakhir Juventus untuk meraih kemenangan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 1-1.


Statistik Bicara: Efektivitas Jadi Pembeda

Jika merujuk pada statistik, Juventus seharusnya mampu memenangkan pertandingan ini:

  • Shots: 26 – 6
  • Shots on target: 6 – 1
  • Corners: 10 – 1

Namun, enam tembakan tepat sasaran Juventus hanya menghasilkan satu gol. Sebaliknya, Lecce mencetak satu gol dari satu-satunya tembakan tepat sasaran mereka.

Efektivitas dan performa penjaga gawang menjadi faktor penentu.


Man of the Match Juventus vs Lecce: Pilihan yang Tak Terbantahkan

Dengan penyelamatan beruntun, menggagalkan penalti, dan menjaga fokus di bawah tekanan ekstrem, Wladimiro Falcone tampil sebagai sosok paling berpengaruh di lapangan. Tanpa dirinya, Lecce hampir pasti pulang dari Turin tanpa poin.

Laga Juventus vs Lecce ini menjadi bukti bahwa peran penjaga gawang bisa menentukan arah pertandingan, bahkan ketika timnya kalah dominan dalam penguasaan bola dan peluang.

Bagi Juventus, hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar dalam hal penyelesaian akhir. Sementara bagi Lecce, satu poin di Allianz Stadium terasa seperti kemenangan berkat performa heroik sang kiper.


Statistik Juventus vs Lecce

  • Possession: 72% – 28%
  • Passes: 662 – 251
  • Pass Accuracy: 89% – 78%
  • Shots: 26 – 6
  • Shots on Target: 6 – 1
  • Fouls: 6 – 4
  • Yellow Cards: 0 – 3
  • Red Cards: 0 – 0
  • Offsides: 4 – 0
  • Corners: 10 – 1

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %