Harry Maguire Siap Perpanjang Kontrak dengan Manchester United Sebelum Akhir 2025

0 0
Read Time:2 Minute, 16 Second

Harry Maguire dilaporkan bersiap menandatangani kontrak baru bersama Manchester United. Bek tengah berusia 32 tahun itu kini memasuki delapan bulan terakhir masa kerjanya, dan pembicaraan awal mengenai perpanjangan sudah mulai dilakukan oleh pihak klub.

Direktur negosiasi sepak bola United, Matt Hargreaves, disebut telah bertemu dengan agen Maguire untuk membahas detail kontrak baru.

Langkah ini menegaskan bahwa pelatih Ruben Amorim masih menilai Maguire sebagai bagian penting dalam rencana jangka panjang timnya di Old Trafford.


Rincian Gaji Maguire

Pada Januari lalu, Manchester United sempat mengaktifkan klausul perpanjangan otomatis selama satu tahun dalam kontrak Maguire, keputusan yang mendapat dukungan penuh dari Amorim.

Pelatih asal Portugal itu bahkan kembali menunjuk mantan kapten tersebut sebagai salah satu pemimpin di ruang ganti musim panas ini.

Berbeda dengan kebijakan klub terhadap David de Gea dua tahun lalu, Maguire diperkirakan akan mempertahankan besaran gajinya.

Meski begitu, kegagalan United menembus Liga Champions pada Mei 2024 membuat upahnya otomatis dipotong 25 persen, kini menjadi sekitar £140.000 per pekan.


Kebangkitan Maguire

Sejak ditangani Ruben Amorim, Harry Maguire berhasil membalikkan kritik menjadi pujian. Ia kembali menunjukkan kepercayaan diri serta semangat kepemimpinan tinggi di lapangan.

Pada laga Piala Liga melawan Grimsby Town bulan Agustus lalu, Maguire bahkan kembali dipercaya mengenakan ban kapten. Untuk pertama kalinya sejak status tersebut dicabut oleh Erik ten Hag pada Juli 2023.

Meski tak lagi menjadi bagian dari Timnas Inggris, performanya di klub terus meningkat. Setelah transfer senilai £30 juta ke West Ham gagal terealisasi pada 2023. Maguire justru bangkit dan menjadi sosok paling konsisten di lini pertahanan United.

Momen terbaiknya terjadi pada April 2024. Ketika ia mencetak gol penentu kemenangan di menit ke-121 kontra Lyon pada perempat final Liga Europa.

Gol dramatis itu membuat para suporter di Old Trafford kembali memberikan dukungan penuh kepadanya. Sebuah perubahan besar dibanding masa-masa ketika ia kerap disoraki saat tur pramusim ke Australia, Amerika Serikat, dan Irlandia.


Peran Vital di Skuad Amorim

Kini, Harry Maguire menjadi bek tengah paling berpengalaman di skuad Manchester United. Ia telah tampil dalam 38 dari 50 pertandingan di bawah asuhan Amorim.

Sejak didatangkan dari Leicester City pada 2019 dengan nilai transfer £80 juta, Maguire masih memegang rekor sebagai bek termahal di dunia.

Bulan lalu, Maguire juga menerima penghargaan khusus dari direktur sepak bola Jason Wilcox setelah mencatatkan penampilan ke-250 bersama United — sebuah pencapaian yang menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling loyal dan berpengaruh di Old Trafford.


Kesimpulan

Rencana perpanjangan kontrak ini menunjukkan bahwa Manchester United masih mempercayai kemampuan dan kepemimpinan Harry Maguire. Dengan konsistensi dan dedikasi yang ia tunjukkan di bawah asuhan Ruben Amorim, masa depan Maguire di Old Trafford tampak masih cerah — dan ia tampaknya akan terus menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Setan Merah. Baca juga, Informasi Lengkap Seputar Dunia Sepak Bola Internasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Legenda Manchester United dan Liverpool Satu Suara: Ruben Amorim Wajib Dipecat!

0 0
Read Time:3 Minute, 27 Second

Manchester United kembali menjadi sorotan usai performa buruk yang ditampilkan di bawah asuhan Ruben Amorim. Manajer asal Portugal yang ditunjuk pada November lalu kini tengah berada di ujung tanduk setelah rentetan hasil mengecewakan.

Sejak resmi menukangi Setan Merah, Amorim hanya mampu membawa tim meraih 18 kemenangan dari total 49 pertandingan. Catatan ini dianggap sangat mengecewakan untuk tim sekelas MU yang memiliki sejarah panjang dan ekspektasi tinggi.

Musim lalu, United harus puas finis di posisi ke-15 klasemen Premier League. Tidak hanya itu, mereka juga gagal mengangkat trofi setelah kalah di final Liga Europa. Situasi ini membuat banyak pihak mulai meragukan kapasitas Amorim sebagai pelatih di level tertinggi.


Hasil Buruk Musim Ini

Sayangnya, kondisi buruk tersebut tidak kunjung membaik di musim baru. Hingga pekan keenam Premier League, Manchester United hanya mampu meraih dua kemenangan. Sisanya, mereka lebih sering kehilangan poin dan kini tercecer di posisi ke-14 klasemen sementara.

Yang lebih memalukan, MU juga harus tersingkir dini di ajang Carabao Cup setelah kalah dari tim kasta keempat, Grimsby Town. Kekalahan ini menjadi bukti nyata bahwa klub tengah mengalami krisis serius.

Puncaknya, akhir pekan lalu Setan Merah dipermalukan Brentford dengan skor 1-3 di Old Trafford. Hasil itu semakin memperpanjang catatan buruk Amorim yang belum sekalipun memberikan kemenangan beruntun di Premier League sejak ia menjabat sebagai manajer.

Padahal, manajemen klub sudah menggelontorkan lebih dari £200 juta di bursa transfer musim panas. Tiga penyerang anyar didatangkan dengan harapan bisa mendongkrak produktivitas tim. Namun, investasi besar tersebut belum juga memberikan hasil nyata.


Kritik Tajam Jamie Carragher

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, menjadi salah satu sosok yang paling keras mengkritik Amorim. Menurutnya, filosofi permainan sang manajer tidak sesuai dengan DNA Manchester United.

“Ia memang hebat di Sporting Lisbon, tapi gaya bermainnya tidak sesuai dengan karakter klub ini,” ujar Carragher dalam program Monday Night Football.

Carragher menambahkan bahwa semakin cepat MU mengambil langkah tegas, semakin baik untuk semua pihak. “Kondisi ini sudah jadi malapetaka, baik untuk klub maupun Amorim sendiri. Jika terus dibiarkan, situasinya hanya akan semakin parah.”


Rooney Kehilangan Kesabaran

Tak hanya Carragher, legenda Manchester United, Wayne Rooney, juga sudah kehilangan kesabaran. Eks striker ikonik itu mengaku kecewa melihat performa mantan klubnya di bawah kepelatihan Amorim.

“Ini bukan Manchester United yang saya kenal. Saya berharap dia bisa mengubah keadaan, tapi jujur saya tidak melihat peluang ke arah sana,” ungkap Rooney di acara The Wayne Rooney Show.

Rooney menegaskan bahwa perubahan besar harus segera dilakukan, baik di level manajer maupun pemain. “Perubahan harus dilakukan, entah itu di level manajer, pemain, atau bahkan keduanya. Jika tidak, klub ini akan terus terpuruk.”


Pertandingan Kontra Sunderland Jadi Penentu

Situasi semakin menegangkan menjelang laga melawan Sunderland akhir pekan ini. Pertandingan tersebut disebut-sebut akan menjadi ujian terakhir Ruben Amorim sebagai manajer MU.

Dengan jeda internasional yang menanti, laga kontra tim promosi ini bisa menjadi titik balik, atau justru akhir dari masa bakti Amorim di Old Trafford. Jika kembali gagal meraih hasil positif, besar kemungkinan manajemen, terutama Ineos selaku pemegang saham mayoritas klub, akan mengambil langkah tegas.


Masa Depan Amorim di Old Trafford

Banyak pihak menilai bahwa Ruben Amorim sudah kehabisan waktu untuk membuktikan dirinya. Dengan skuat mahal dan nama besar klub sebesar MU, kegagalan demi kegagalan jelas tidak bisa ditoleransi terlalu lama.

Nama-nama calon pengganti pun mulai mencuat. Beberapa pelatih berpengalaman dikaitkan dengan MU, mulai dari manajer Premier League lainnya hingga sosok legendaris yang dianggap lebih memahami DNA klub.

Bagi para penggemar, kesabaran tampaknya juga sudah habis. Media sosial dipenuhi dengan tagar yang menyerukan pemecatan Amorim. Tekanan yang begitu besar membuat masa depan sang pelatih tampak semakin suram.


Kesimpulan

Krisis Manchester United di bawah Ruben Amorim kini semakin dalam. Kritik pedas dari dua legenda besar, Wayne Rooney dan Jamie Carragher, menjadi sinyal kuat bahwa perubahan harus segera dilakukan.

Dengan laga krusial melawan Sunderland di depan mata, masa depan Amorim dipertaruhkan. Apakah ia mampu membalikkan keadaan atau justru harus angkat kaki dari Old Trafford, semua akan terjawab dalam waktu dekat.

Yang jelas, Manchester United tidak bisa terus-menerus terjebak dalam siklus kegagalan. Klub dengan sejarah dan prestasi besar ini harus segera menemukan arah baru demi kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa. Baca juga, Informasi Lengkap Seputar Dunia Sepak Bola.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %