Duel Juventus vs Lecce pada pekan ke-18 Serie A 2025/2026 berakhir tanpa pemenang. Bermain di Allianz Stadium, Minggu (4/1/2026) dini hari WIB, Juventus harus puas berbagi poin setelah laga berakhir dengan skor 1-1.
Hasil ini terasa mengecewakan bagi Bianconeri. Juventus tampil dominan sepanjang pertandingan, menciptakan banyak peluang, dan menguasai jalannya laga. Namun, kegagalan penalti Jonathan David pada babak kedua menjadi momen krusial yang membuat kemenangan tuan rumah sirna di depan publik sendiri.
Sementara itu, Lecce patut diapresiasi atas efektivitas dan disiplin mereka. Meski berada di bawah tekanan hampir sepanjang laga, tim tamu mampu mencuri satu poin berharga berkat organisasi pertahanan yang solid dan performa gemilang kiper Wladimiro Falcone.
Babak Pertama: Dominasi Juventus, Efektivitas Lecce
Sejak peluit awal dibunyikan, Juventus langsung mengambil inisiatif permainan. Pasukan tuan rumah tampil agresif dengan tekanan tinggi dan penguasaan bola dominan. Andrea Cambiaso dan Kenan Yildiz aktif menusuk dari sisi sayap, memaksa pertahanan Lecce bekerja ekstra keras.
Peluang demi peluang tercipta. Juventus berkali-kali mengurung Lecce di area pertahanan sendiri. Salah satu kesempatan terbaik datang melalui Jonathan David, yang menyambut umpan silang dengan sundulan jarak dekat. Namun, Falcone menunjukkan refleks luar biasa dengan menepis bola ke arah tiang gawang.
Tekanan berlanjut lewat pergerakan Weston McKennie dan distribusi bola dari Manuel Locatelli di lini tengah. Meski jumlah tembakan terus bertambah, masalah lama kembali muncul: akurasi penyelesaian akhir.
Lecce sempat kesulitan keluar dari tekanan, tetapi perubahan pendekatan taktik sekitar menit ke-32 mulai mengurangi dominasi Juventus di lini tengah. Tim tamu mulai lebih berani memanfaatkan ruang dan mencoba memutus aliran bola lebih cepat.
Kejutan terjadi menjelang turun minum. Kesalahan umpan di lini belakang Juventus dimanfaatkan dengan sempurna oleh Lameck Banda. Pemain Lecce itu memotong bola, melewati Gleison Bremer, lalu melepaskan tembakan keras ke sudut dekat gawang. Gol pada menit 45+2 itu membuat Allianz Stadium terdiam.
Meski hanya sesekali menyerang, Lecce tampil sangat efektif. Gol tersebut menjadi bukti bahwa dominasi tanpa ketajaman tidak cukup untuk membawa Juventus unggul.
Babak Kedua: Gol Balasan dan Drama Penalti
Memasuki babak kedua, Juventus langsung melakukan penyesuaian. Edon Zhegrova dimasukkan untuk menambah kreativitas dan kecepatan di lini serang. Perubahan ini langsung berdampak positif.
Baru empat menit babak kedua berjalan, Juventus berhasil menyamakan kedudukan. Weston McKennie memanfaatkan kemelut di kotak penalti dan menyambar bola dari jarak dekat. Skor berubah menjadi 1-1, dan momentum kembali berpihak pada tuan rumah.
Setelah gol tersebut, tekanan Juventus semakin intens. Lecce memilih bertahan total dengan garis pertahanan rendah, mengandalkan serangan balik cepat. Juventus terus menekan lewat sisi sayap dan tembakan jarak jauh.
Momen penentuan hadir ketika Juventus mendapat hadiah penalti setelah tinjauan VAR. Harapan publik Allianz Stadium pun memuncak. Jonathan David maju sebagai eksekutor, tetapi keputusannya mengeksekusi penalti dengan gaya Panenka justru berujung petaka. Tendangan lemah tersebut dengan mudah ditepis Falcone.
Gagalnya penalti Jonathan David menjadi titik balik laga. Mental Juventus tampak sedikit terpengaruh, sementara Lecce semakin percaya diri bertahan.
Falcone Jadi Tembok Kokoh Lecce
Juventus sebenarnya masih memiliki sejumlah peluang emas di sisa waktu pertandingan. Filip Kostic mencoba peruntungannya lewat tembakan jarak jauh, sementara Lois Openda nyaris mencetak gol dari dalam kotak penalti.
Di menit-menit akhir, Jonathan David kembali mendapat peluang matang dari jarak dekat. Namun lagi-lagi, Falcone tampil sebagai penyelamat Lecce dengan refleks satu tangan yang luar biasa.
Meski Juventus mendapat peluang beruntun di masa tambahan waktu, tidak ada gol tambahan tercipta. Pertandingan pun berakhir imbang, hasil yang terasa seperti kekalahan bagi tuan rumah.
Statistik Juventus vs Lecce
Secara statistik, Juventus unggul jauh di hampir semua aspek, tetapi efektivitas tetap menjadi pembeda utama:
- Penguasaan bola: 72% – 28%
- Umpan: 662 – 251
- Akurasi umpan: 89% – 78%
- Tembakan: 26 – 6
- Tembakan tepat sasaran: 6 – 1
- Pelanggaran: 6 – 4
- Kartu kuning: 0 – 3
- Kartu merah: 0 – 0
- Offside: 4 – 0
- Tendangan sudut: 10 – 1
Statistik tersebut menegaskan betapa dominannya Juventus, tetapi juga menunjukkan masalah serius dalam penyelesaian akhir.
Kesimpulan: PR Besar untuk Juventus
Hasil imbang Juventus vs Lecce ini menghentikan momentum positif Bianconeri di Serie A. Kehilangan dua poin di kandang sendiri jelas menjadi alarm peringatan, terutama soal ketajaman lini depan dan pengambilan keputusan di momen krusial.
Kegagalan penalti Jonathan David menjadi simbol dari masalah tersebut. Jika Juventus ingin bersaing di papan atas hingga akhir musim, konsistensi dan efektivitas harus segera diperbaiki.
Di sisi lain, Lecce layak pulang dengan kepala tegak. Satu poin dari Allianz Stadium adalah hasil besar, dan performa Falcone akan dikenang sebagai salah satu kunci keberhasilan mereka dalam laga ini.