Bukayo Saka kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu winger terbaik di Premier League. Dalam laga panas antara Sunderland vs Arsenal pada pekan ke-11 Premier League 2025/2026, pemain Timnas Inggris tersebut terpilih sebagai Man of the Match setelah tampil dominan di sisi kanan serangan The Gunners. Meski pertandingan berakhir imbang 2-2 dan Arsenal kehilangan kemenangan di masa injury time, kontribusi Saka tetap menjadi sorotan utama.
Pertandingan yang berlangsung di Stadium of Light, Minggu (9/11/2025) dini hari WIB itu menyajikan drama hingga menit akhir. Arsenal yang tampil percaya diri sempat tertinggal lebih dulu, namun berhasil membalikkan keadaan lewat gol Bukayo Saka dan Leandro Trossard. Sayangnya, keunggulan tersebut hilang setelah Sunderland mencetak gol penyeimbang di masa injury time melalui Brian Brobbey.
Hasil ini membuat Arsenal tetap berada di puncak klasemen dengan koleksi 26 poin, sementara Sunderland yang tampil impresif musim ini bertahan di posisi ketiga dengan 19 poin. Walau gagal membawa tiga poin penuh, performa individu Saka tidak bisa diabaikan—baik secara kontribusi ofensif maupun kedisiplinan saat bertahan.
Performa Gemilang Saka: Motor Serangan Arsenal
Sejak menit awal, Arsenal tampil agresif dan mengandalkan kecepatan dua wingers mereka, yakni Leandro Trossard di kiri dan Bukayo Saka di kanan. Namun, Saka tampil lebih eksplosif dengan sejumlah penetrasi yang memaksa pertahanan Sunderland bekerja keras.
Gol Pembalik Momentum
Saka di menit ke-54 menjadi turning point pertandingan. Gol tersebut berawal dari pergerakan Mikel Merino yang jeli melihat ruang kosong di antara dua bek Sunderland. Dengan umpan terukur, Merino mengirim bola ke arah Saka yang berlari masuk ke kotak penalti. Dengan ketenangan tinggi, Saka mengeksekusi bola ke sudut bawah gawang tanpa memberi peluang Robin Roefs untuk menyelamatkan.
Gol itu bukan hanya mengubah keadaan, tetapi juga mengangkat moral seluruh pemain Arsenal. Setelah gol tersebut, intensitas serangan The Gunners meningkat drastis dan membuat Sunderland kesulitan keluar dari tekanan.
Kontribusi dalam Build-up dan Transisi
Selain mencetak gol, Saka berperan besar dalam membangun permainan:
- Menarik bek lawan keluar dari posisinya
- Menciptakan overload di sisi kanan
- Memberikan umpan-umpan progresif ke Merino dan Eze
- Menghasilkan dua peluang emas yang hampir berbuah gol tambahan
Saat Arsenal kehilangan bola, Saka juga kembali dengan cepat untuk menutup ruang. Hal ini terlihat jelas di babak kedua ketika Sunderland mulai meningkatkan intensitas serangan. Mobilitas dan disiplin bertahan menjadi nilai tambah dalam performanya.
Statistik Saka: Data yang Mengonfirmasi Dominasinya
Menurut data yang dirilis FotMob, Saka mencatat performa komprehensif, baik dalam aspek ofensif maupun defensif. Berikut data lengkapnya:
- Akurasi umpan: 90% (36 dari 40)
- Gol: 1
- xG: 0,52
- xA: 0,31
- Peluang tercipta: 2
- Aksi bertahan: 12
Statistik ini menunjukkan bahwa Saka bukan hanya menjadi ancaman utama dalam serangan, tetapi juga pemain yang bekerja keras dalam fase bertahan. Kombinasi kontribusi di dua fase inilah yang membuatnya meraih suara tertinggi dalam voting Man of the Match di situs resmi Premier League dengan torehan 33 persen suara.
Jalannya Pertandingan: Duel Dua Tim Bertempo Tinggi
Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang sedang tampil konsisten. Sunderland, meski berstatus tim promosi dalam beberapa musim terakhir, kini berkembang menjadi tim yang solid dan kompetitif di tangan Regis Le Bris.
Babak Pertama: Sunderland Unggul Lewat Intensitas Tinggi
Sunderland membuka laga dengan tekanan intens. Dengan formasi 5-4-1, mereka bermain kompak dalam bertahan namun cepat melakukan transisi saat menyerang. Arsenal sempat kesulitan menemukan ritme sampai akhirnya Sunderland mencetak gol pertama di pertengahan babak pertama.
Arsenal meningkatkan intensitas permainan menjelang turun minum tetapi belum bisa membongkar pertahanan Sunderland yang rapat.
Babak Kedua: Arsenal Balikkan Kedudukan, Sunderland Balas di Akhir
Arsenal tampil lebih agresif di babak kedua, dan kombinasi Merino–Saka berhasil menyamakan skor. Tidak lama berselang, Trossard mencetak gol kedua yang membawa Arsenal berbalik unggul.
Namun drama terjadi di injury time. Kehilangan konsentrasi di lini belakang membuat Sunderland berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui Brian Brobbey. David Raya tak mampu menghentikan sontekan jarak dekat tersebut.
Hasil akhir 2-2 menjadi cerminan pertandingan yang penuh taktik, intensitas tinggi, dan determinasi dari kedua tim.
Susunan Pemain
Sunderland (5-4-1)
Robin Roefs; Trai Hume, Nordi Mukiele, Dan Ballard, Lutsharel Geertruida, Reinildo Mandava; Enzo Le Fee, Noah Sadiki, Granit Xhaka, Bertrand Traore; Wilson Isidor.
Pelatih: Regis Le Bris
Arsenal (4-3-3)
David Raya; Riccardo Calafiori, Gabriel, William Saliba, Jurrien Timber; Eberechi Eze, Martin Zubimendi, Declan Rice; Leandro Trossard, Mikel Merino, Bukayo Saka.
Pelatih: Mikel Arteta
Kesimpulan
Meski Arsenal gagal meraih kemenangan di detik-detik akhir, performa individu Bukayo Saka tetap menjadi highlight utama laga ini. Dengan kontribusi gol, kreativitas tanpa henti, serta disiplin bertahan, Saka bukan hanya berperan sebagai winger cepat, tetapi juga sebagai komponen vital dalam struktur permainan Mikel Arteta.
Dengan performa seperti ini, tidak mengherankan jika publik dan situs resmi Premier League menjadikannya Man of the Match.