Man of the Match Sunderland vs Arsenal: Bukayo Saka Tampil Paling Menonjol

0 0
Read Time:3 Minute, 53 Second

Bukayo Saka kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu winger terbaik di Premier League. Dalam laga panas antara Sunderland vs Arsenal pada pekan ke-11 Premier League 2025/2026, pemain Timnas Inggris tersebut terpilih sebagai Man of the Match setelah tampil dominan di sisi kanan serangan The Gunners. Meski pertandingan berakhir imbang 2-2 dan Arsenal kehilangan kemenangan di masa injury time, kontribusi Saka tetap menjadi sorotan utama.

Pertandingan yang berlangsung di Stadium of Light, Minggu (9/11/2025) dini hari WIB itu menyajikan drama hingga menit akhir. Arsenal yang tampil percaya diri sempat tertinggal lebih dulu, namun berhasil membalikkan keadaan lewat gol Bukayo Saka dan Leandro Trossard. Sayangnya, keunggulan tersebut hilang setelah Sunderland mencetak gol penyeimbang di masa injury time melalui Brian Brobbey.

Hasil ini membuat Arsenal tetap berada di puncak klasemen dengan koleksi 26 poin, sementara Sunderland yang tampil impresif musim ini bertahan di posisi ketiga dengan 19 poin. Walau gagal membawa tiga poin penuh, performa individu Saka tidak bisa diabaikan—baik secara kontribusi ofensif maupun kedisiplinan saat bertahan.


Performa Gemilang Saka: Motor Serangan Arsenal

Sejak menit awal, Arsenal tampil agresif dan mengandalkan kecepatan dua wingers mereka, yakni Leandro Trossard di kiri dan Bukayo Saka di kanan. Namun, Saka tampil lebih eksplosif dengan sejumlah penetrasi yang memaksa pertahanan Sunderland bekerja keras.

Gol Pembalik Momentum

Saka di menit ke-54 menjadi turning point pertandingan. Gol tersebut berawal dari pergerakan Mikel Merino yang jeli melihat ruang kosong di antara dua bek Sunderland. Dengan umpan terukur, Merino mengirim bola ke arah Saka yang berlari masuk ke kotak penalti. Dengan ketenangan tinggi, Saka mengeksekusi bola ke sudut bawah gawang tanpa memberi peluang Robin Roefs untuk menyelamatkan.

Gol itu bukan hanya mengubah keadaan, tetapi juga mengangkat moral seluruh pemain Arsenal. Setelah gol tersebut, intensitas serangan The Gunners meningkat drastis dan membuat Sunderland kesulitan keluar dari tekanan.

Kontribusi dalam Build-up dan Transisi

Selain mencetak gol, Saka berperan besar dalam membangun permainan:

  • Menarik bek lawan keluar dari posisinya
  • Menciptakan overload di sisi kanan
  • Memberikan umpan-umpan progresif ke Merino dan Eze
  • Menghasilkan dua peluang emas yang hampir berbuah gol tambahan

Saat Arsenal kehilangan bola, Saka juga kembali dengan cepat untuk menutup ruang. Hal ini terlihat jelas di babak kedua ketika Sunderland mulai meningkatkan intensitas serangan. Mobilitas dan disiplin bertahan menjadi nilai tambah dalam performanya.


Statistik Saka: Data yang Mengonfirmasi Dominasinya

Menurut data yang dirilis FotMob, Saka mencatat performa komprehensif, baik dalam aspek ofensif maupun defensif. Berikut data lengkapnya:

  • Akurasi umpan: 90% (36 dari 40)
  • Gol: 1
  • xG: 0,52
  • xA: 0,31
  • Peluang tercipta: 2
  • Aksi bertahan: 12

Statistik ini menunjukkan bahwa Saka bukan hanya menjadi ancaman utama dalam serangan, tetapi juga pemain yang bekerja keras dalam fase bertahan. Kombinasi kontribusi di dua fase inilah yang membuatnya meraih suara tertinggi dalam voting Man of the Match di situs resmi Premier League dengan torehan 33 persen suara.


Jalannya Pertandingan: Duel Dua Tim Bertempo Tinggi

Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang sedang tampil konsisten. Sunderland, meski berstatus tim promosi dalam beberapa musim terakhir, kini berkembang menjadi tim yang solid dan kompetitif di tangan Regis Le Bris.

Babak Pertama: Sunderland Unggul Lewat Intensitas Tinggi

Sunderland membuka laga dengan tekanan intens. Dengan formasi 5-4-1, mereka bermain kompak dalam bertahan namun cepat melakukan transisi saat menyerang. Arsenal sempat kesulitan menemukan ritme sampai akhirnya Sunderland mencetak gol pertama di pertengahan babak pertama.

Arsenal meningkatkan intensitas permainan menjelang turun minum tetapi belum bisa membongkar pertahanan Sunderland yang rapat.

Babak Kedua: Arsenal Balikkan Kedudukan, Sunderland Balas di Akhir

Arsenal tampil lebih agresif di babak kedua, dan kombinasi Merino–Saka berhasil menyamakan skor. Tidak lama berselang, Trossard mencetak gol kedua yang membawa Arsenal berbalik unggul.

Namun drama terjadi di injury time. Kehilangan konsentrasi di lini belakang membuat Sunderland berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui Brian Brobbey. David Raya tak mampu menghentikan sontekan jarak dekat tersebut.

Hasil akhir 2-2 menjadi cerminan pertandingan yang penuh taktik, intensitas tinggi, dan determinasi dari kedua tim.


Susunan Pemain

Sunderland (5-4-1)

Robin Roefs; Trai Hume, Nordi Mukiele, Dan Ballard, Lutsharel Geertruida, Reinildo Mandava; Enzo Le Fee, Noah Sadiki, Granit Xhaka, Bertrand Traore; Wilson Isidor.
Pelatih: Regis Le Bris

Arsenal (4-3-3)

David Raya; Riccardo Calafiori, Gabriel, William Saliba, Jurrien Timber; Eberechi Eze, Martin Zubimendi, Declan Rice; Leandro Trossard, Mikel Merino, Bukayo Saka.
Pelatih: Mikel Arteta


Kesimpulan

Meski Arsenal gagal meraih kemenangan di detik-detik akhir, performa individu Bukayo Saka tetap menjadi highlight utama laga ini. Dengan kontribusi gol, kreativitas tanpa henti, serta disiplin bertahan, Saka bukan hanya berperan sebagai winger cepat, tetapi juga sebagai komponen vital dalam struktur permainan Mikel Arteta.

Dengan performa seperti ini, tidak mengherankan jika publik dan situs resmi Premier League menjadikannya Man of the Match.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Hasil Arsenal vs Brighton: Meriam London Booking Satu Tempat di Perempat Final Carabao Cup

0 0
Read Time:3 Minute, 54 Second

Arsenal vs Brighton, Arsenal berhasil memastikan satu tempat di babak perempat final Carabao Cup 2025/2026 setelah mengalahkan Brighton & Hove Albion dengan skor meyakinkan 2-0. Laga yang berlangsung di Emirates Stadium, London, itu menampilkan performa solid dari pasukan Mikel Arteta, terutama di babak kedua ketika dua gol kemenangan berhasil mereka cetak.

Dua pemain muda menjadi pembeda di pertandingan ini. Ethan Nwaneri membuka keunggulan Arsenal lewat golnya di menit ke-63, sementara Bukayo Saka memastikan kemenangan dengan gol kedua pada menit ke-75.

Hasil ini membuat The Gunners berhak melangkah ke perempat final dengan penuh percaya diri, sementara perjalanan Brighton harus terhenti di babak 16 besar turnamen bergengsi ini.


Babak Pertama: Brighton Tekan, Arsenal Bertahan Disiplin

Sejak awal laga, duel antara Arsenal dan Brighton sudah berlangsung dengan tempo tinggi. Mikel Arteta dan pelatih Brighton, Fabian Huerzler, sama-sama menurunkan kombinasi antara pemain muda dan beberapa pemain utama untuk menjaga keseimbangan antara rotasi dan kualitas permainan.

Menariknya, Brighton tampil lebih agresif di babak pertama meskipun bermain sebagai tim tamu. The Seagulls memegang inisiatif serangan dan menekan lini pertahanan Arsenal dengan pressing tinggi.

Beberapa peluang sempat mereka ciptakan melalui Rutter dan Kostoulas, namun penjaga gawang Arsenal, Kepa Arrizabalaga, tampil sigap menepis ancaman.

Di sisi lain, Arsenal sempat kesulitan mengembangkan permainan di 20 menit awal. Lini tengah yang diisi Norgaard, Merino, dan Eze masih mencari ritme permainan. Namun seiring berjalannya waktu, The Gunners mulai bangkit dan mengimbangi tempo permainan tim tamu.

Arsenal menciptakan peluang terbaik melalui Dowman yang melakukan tembakan jarak jauh, namun masih bisa diamankan oleh kiper Brighton, Jason Steele.

Hingga babak pertama berakhir, kedua tim saling berbalas serangan, namun skor tetap 0-0 tanpa gol tercipta.


Babak Kedua: Nwaneri dan Saka Jadi Pembeda

Memasuki babak kedua, Arsenal tampil lebih hidup dan dominan. Perubahan instruksi dari Arteta terlihat jelas: mereka lebih berani menekan dan bermain lebih cepat dalam membangun serangan.

Tekanan tinggi itu akhirnya membuahkan hasil di menit ke-63. Pemain muda berbakat Ethan Nwaneri berhasil memecah kebuntuan setelah memanfaatkan umpan pendek dari Lewis-Skelly. Dengan ketenangan luar biasa, Nwaneri melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau Steele. Arsenal unggul 1-0.

Gol tersebut memicu semangat tuan rumah untuk terus menyerang. Brighton mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas permainan, namun justru membuat lini belakang mereka terbuka.

Pada menit ke-75, Bukayo Saka menggandakan keunggulan. Bermula dari tembakan Harriman-Annous yang ditepis oleh kiper, bola muntah langsung disambar Saka dengan tembakan melengkung yang indah. Bola bersarang ke pojok gawang dan membuat Emirates Stadium bergemuruh.

Setelah unggul dua gol, Arsenal tampil lebih tenang. Brighton mencoba membalas lewat kombinasi De Cuyper dan Tzimas, namun upaya mereka masih bisa dipatahkan oleh lini belakang The Gunners yang dipimpin oleh Ben White dan Hincapie.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 2-0 untuk kemenangan Arsenal. Hasil ini sekaligus memperpanjang tren positif mereka di berbagai kompetisi musim ini.


Performa Gemilang Pemain Muda Arsenal

Salah satu sorotan utama di laga ini adalah performa luar biasa dari Ethan Nwaneri. Pemain berusia 17 tahun itu tampil percaya diri, tidak hanya mencetak gol pembuka tetapi juga menjadi motor serangan dari lini tengah.

Selain Nwaneri, Lewis-Skelly juga tampil solid dengan kontribusi assist dan kontrol permainan yang matang. Keduanya menunjukkan bahwa proyek regenerasi yang dibangun Arteta berjalan sangat baik.

Sementara itu, Bukayo Saka kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain kunci. Meski sempat diistirahatkan di awal laga, kehadirannya di babak kedua langsung memberikan dampak nyata.


Statistik Pertandingan: Arsenal vs Brighton

StatistikArsenalBrighton
Gol20
Total Tembakan1317
Tembakan Tepat Sasaran56
Penguasaan Bola51%49%
Pelanggaran810
Offside43

Statistik menunjukkan pertandingan berlangsung seimbang. Brighton unggul dalam jumlah tembakan, namun efektivitas Arsenal jauh lebih baik. Pertahanan yang disiplin dan finishing yang tajam menjadi kunci kemenangan tuan rumah.


Susunan Pemain Kedua Tim

Arsenal (4-3-3):
Kepa; Lewis-Skelly, Hincapie, Mosquera, White; Norgaard, Merino, Eze; Nwaneri, Dowman, Harriman-Annous
Pelatih: Mikel Arteta

Brighton (3-4-2-1):
Steele; Boscagli, Coppola, van Hecke; De Cuyper, Gomez, Baleba, Kadioglu; Rutter, Kostoulas; Tzimas
Pelatih: Fabian Huerzler


Arsenal Kembali di Jalur Juara

Kemenangan ini bukan hanya tiket ke perempat final, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa Arsenal kembali konsisten di semua ajang. Arteta berhasil menjaga keseimbangan antara rotasi pemain dan performa tim utama.

Dengan kombinasi pemain muda yang haus pengalaman dan pemain senior yang berpengalaman, Arsenal tampak siap melangkah lebih jauh di Carabao Cup 2025/2026.

Fans The Gunners tentu berharap momentum ini bisa berlanjut di kompetisi lainnya, termasuk Premier League dan Liga Champions, di mana Arsenal juga masih bersaing di papan atas.


Kesimpulan:
Arsenal vs Brighton, Arsenal tampil efektif dan disiplin untuk menyingkirkan Brighton dengan skor 2-0 di Emirates Stadium. Gol dari Ethan Nwaneri dan Bukayo Saka memastikan langkah The Gunners ke babak perempat final Carabao Cup. Kemenangan ini menegaskan kekuatan kedalaman skuad Mikel Arteta serta potensi besar generasi muda Arsenal di masa depan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Liverpool vs Arsenal: Ujian Pertama Trisula Baru The Gunners Tanpa Saka & Odegaard

0 0
Read Time:2 Minute, 8 Second

Arsenal menghadapi kabar buruk jelang laga krusial melawan Liverpool di Premier League. Dua bintang utama, Bukayo Saka dan Martin Odegaard, dipastikan absen karena cedera.

Saka mengalami masalah hamstring setelah mencetak gol dalam kemenangan 5-0 atas Leeds United. Kondisinya diperkirakan membuat sang winger menepi hingga empat pekan. Situasi makin pelik ketika Odegaard juga ditarik keluar karena cedera serupa.

Kehilangan dua pemain kreatif membuat Mikel Arteta harus berpikir keras mencari solusi terbaik.


Gary Neville Prediksi Trisula Baru Arsenal

Mantan bek Manchester United, Gary Neville, memberikan pandangan menarik soal bagaimana Arsenal akan tampil tanpa Saka dan Odegaard.

Menurutnya, Noni Madueke berpeluang besar mengisi pos di sisi kanan serangan. Neville menilai Madueke terlihat lebih nyaman saat dimainkan di posisi itu, terutama setelah menggantikan Saka di laga terakhir.

Untuk melengkapi lini depan, Eberechi Eze diprediksi akan bermain di sisi kiri, sementara Viktor Gyokeres diplot sebagai ujung tombak.

“Bagi saya, Eze akan masuk di sisi kiri, Gyokeres di depan, dan Madueke di kanan. Begitu Saka keluar dan Madueke pindah ke kanan, dia terlihat lebih hidup,” ujar Neville kepada Sky Sports.

Dengan formasi ini, Arsenal akan memiliki trisula baru yang energik, cepat, dan lebih berani dalam menekan pertahanan lawan.


Lini Tengah Lebih Fisik dan Solid

Absennya Odegaard diprediksi membuat Arteta mengubah komposisi gelandang. Alih-alih menurunkan playmaker kreatif, ia diyakini akan memperkuat sektor tengah dengan opsi lebih fisikal.

Mikel Merino disebut menjadi pilihan utama untuk menemani Declan Rice dan Martin Zubimendi. Trio ini akan menambah kekuatan duel udara dan tekel, sekaligus menjaga keseimbangan serangan dan pertahanan.

Neville menegaskan:

“Saya pikir Arteta akan memasukkan Merino. Itu akan membuat lini tengah lebih kuat, lebih fisikal, dan lebih siap menghadapi Liverpool.”


Pertahanan Jadi Senjata Utama

Meski kehilangan dua pemain kreatif, Arsenal tetap punya senjata rahasia: pertahanan kokoh. Neville menilai The Gunners memiliki lini belakang terbaik di Premier League musim ini.

Nama yang paling disorot adalah Jurrien Timber, bek serbabisa asal Belanda yang tampil konsisten sejak awal musim. Timber mendapat pujian tinggi atas performanya melawan Manchester United di Old Trafford dan saat menghadapi Fulham.

“Timber adalah bek sayap luar biasa. Arsenal beruntung punya pemain seperti dia yang mampu menjaga stabilitas tim,” kata Neville.


Kesimpulan: Ujian Berat, Peluang Tetap Ada

Duel Liverpool vs Arsenal bukan sekadar big match biasa, melainkan ujian besar bagi Mikel Arteta dalam meramu taktik tanpa dua bintang kunci.

Jika prediksi Gary Neville terbukti benar, trisula baru Madueke–Gyokeres–Eze bisa jadi kejutan besar yang membawa Arsenal tetap kompetitif di puncak klasemen Premier League.

Pertanyaannya, mampukah Arsenal menahan gempuran Liverpool di Anfield, atau justru trisula baru ini akan menjadi bintang panggung pertama mereka?

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %