Man of the Match Man City vs Leeds United: Phil Foden, Sang Penyelamat di Etihad Stadium

0 0
Read Time:3 Minute, 51 Second

Man City vs Leeds United, Manchester City kembali menunjukkan mental juara mereka setelah meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Leeds United dalam lanjutan pekan ke-13 Premier League 2025/2026. Laga yang berlangsung di Etihad Stadium pada Sabtu (29/11/2025) malam WIB itu menghadirkan tensi tinggi sejak menit pertama, menghadirkan drama lima gol, dan akhirnya menjadikan Phil Foden sebagai pahlawan utama sekaligus Man of the Match.

Pertandingan ini memperlihatkan dua sisi berbeda dari Manchester City: satu sisi memperlihatkan dominasi penguasaan bola seperti biasa. Namun di sisi lain memperlihatkan rentannya lini pertahanan mereka ketika mendapat tekanan balik cepat dari Leeds United. Meski begitu, penampilan luar biasa Phil Foden membuat semua keraguan hilang, terutama ketika ia menjadi aktor utama dalam dua dari tiga gol kemenangan City.

Babak Pertama: Kejutan Kilat dari Phil Foden

Laga baru berjalan beberapa detik ketika Manchester City langsung mengguncang pertahanan Leeds United. Phil Foden membuka keunggulan tuan rumah pada menit pertama setelah menerima umpan matang dari Matheus Nunes. Gol cepat ini menegaskan kualitas City dalam memanfaatkan momen dan menunjukkan betapa efektifnya mereka membongkar tekanan sejak tendangan awal.

Foden tidak hanya mencetak gol, tetapi juga berperan sebagai pusat kreativitas di lini tengah. Ia kerap bergerak bebas, berpindah dari sisi kiri ke tengah, dan menciptakan banyak ruang bagi rekan-rekannya. Pergerakan dinamis ini membuat pertahanan Leeds cukup kewalahan, meski mereka sesekali mampu keluar dan melancarkan serangan balik berbahaya.

Leeds United yang tampil tanpa beban dan mencoba bermain terbuka sempat memberikan perlawanan bagus. Mereka tidak ragu menekan City sejak area tengah dan kerap mencuri bola untuk membangun serangan balik cepat. Dominic Calvert-Lewin bahkan sukses menyamakan kedudukan melalui skema serangan balik yang rapi.

Babak Kedua: Leeds Mengancam, City Tetap Dominan

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan tidak menurun. Manchester City yang terbiasa menguasai bola mendominasi permainan dengan rataan 65–70 persen penguasaan. Namun, Leeds berulang kali membuktikan bahwa mereka bisa memanfaatkan celah di lini pertahanan City yang sering maju terlalu tinggi.

Lukas Nmecha kemudian menambah gol bagi Leeds, membuat pertandingan semakin menegangkan bagi para pendukung tuan rumah. Leeds sebenarnya sempat beberapa kali mengejutkan City lewat kombinasi cepat di lini depan, namun organisasi permainan Manchester City secara keseluruhan tetap terlihat lebih solid dalam penguasaan bola dan membangun serangan.

City akhirnya berhasil menambah gol melalui aksi salah satu pemain depan mereka yang memanfaatkan kemelut di depan gawang. Skor kembali imbang, namun intensitas laga tetap tinggi hingga menit-menit akhir.

Foden Menjadi Penentu Kemenangan di Menit Kritis

Ketika pertandingan seolah akan berakhir dengan skor imbang 2-2, Phil Foden kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain paling menentukan di skuad Pep Guardiola. Pada masa injury time, ketika tekanan dan ekspektasi begitu tinggi, Foden melepaskan tendangan terukur ke pojok gawang Leeds yang tak mampu dibendung kiper lawan.

Gol ini bukan hanya memastikan tiga poin bagi Manchester City, tetapi juga mempertegas peran Foden sebagai pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan pada momen-momen krusial. Dalam usia 25 tahun, kedewasaan bermainnya terlihat jelas dari ketenangan, kecermatan, dan kemampuan memanfaatkan peluang di waktu yang tepat.

Stadion Etihad pun bergemuruh, dan kemenangan dramatis ini membuat City naik ke posisi kedua klasemen sementara Premier League dengan 25 poin dari 13 pertandingan. Sementara itu, Leeds United harus puas tertahan di zona merah dengan 11 poin.

Alasan Phil Foden Layak Menjadi Man of the Match

Premier League menobatkan Phil Foden sebagai Man of the Match dengan perolehan suara mencapai 71 persen dalam voting resmi. Angka tersebut mencerminkan dominasi Foden sepanjang laga dan kontribusinya yang begitu menentukan hasil akhir.

Beberapa catatan penting Foden dalam laga ini antara lain:

  • Mencetak dua gol, termasuk gol penentu kemenangan.
  • Bermain penuh selama 90 menit tanpa penurunan intensitas.
  • Empat kali melepaskan tembakan, dengan dua di antaranya berbuah gol.
  • Akurasi umpan 87 persen, dari 45 percobaan dan 39 di antaranya sukses.
  • Menciptakan satu peluang matang yang hampir berbuah gol.
  • Menjadi motor serangan yang menjaga ritme permainan City.

Statistik tersebut tidak hanya menunjukkan kreativitas Foden dalam menyerang, tetapi juga efektivitasnya sebagai gelandang serang yang bisa menjadi pembeda dalam situasi kritis. Kombinasi visi bermain, kemampuan dribel, dan penyelesaian akhirnya membuatnya tampil sangat menonjol.

Penutup

Man City vs Leeds United, Kemenangan dramatis atas Leeds United ini menjadi salah satu laga terbaik Manchester City di musim 2025/2026 sejauh ini. Selain memperbaiki posisi di klasemen, hasil ini juga menegaskan betapa pentingnya peran Phil Foden dalam struktur permainan City. Dengan performa seperti ini, Foden tidak hanya menjadi pemain terbaik di laga tersebut, tetapi juga menunjukkan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di Premier League.

Manchester City kini kembali ke jalur yang tepat dalam persaingan gelar juara. Jika Foden dan rekan-rekannya bisa mempertahankan konsistensi, peluang City untuk merebut posisi puncak semakin terbuka lebar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Hasil Arsenal vs Brighton: Meriam London Booking Satu Tempat di Perempat Final Carabao Cup

0 0
Read Time:3 Minute, 54 Second

Arsenal vs Brighton, Arsenal berhasil memastikan satu tempat di babak perempat final Carabao Cup 2025/2026 setelah mengalahkan Brighton & Hove Albion dengan skor meyakinkan 2-0. Laga yang berlangsung di Emirates Stadium, London, itu menampilkan performa solid dari pasukan Mikel Arteta, terutama di babak kedua ketika dua gol kemenangan berhasil mereka cetak.

Dua pemain muda menjadi pembeda di pertandingan ini. Ethan Nwaneri membuka keunggulan Arsenal lewat golnya di menit ke-63, sementara Bukayo Saka memastikan kemenangan dengan gol kedua pada menit ke-75.

Hasil ini membuat The Gunners berhak melangkah ke perempat final dengan penuh percaya diri, sementara perjalanan Brighton harus terhenti di babak 16 besar turnamen bergengsi ini.


Babak Pertama: Brighton Tekan, Arsenal Bertahan Disiplin

Sejak awal laga, duel antara Arsenal dan Brighton sudah berlangsung dengan tempo tinggi. Mikel Arteta dan pelatih Brighton, Fabian Huerzler, sama-sama menurunkan kombinasi antara pemain muda dan beberapa pemain utama untuk menjaga keseimbangan antara rotasi dan kualitas permainan.

Menariknya, Brighton tampil lebih agresif di babak pertama meskipun bermain sebagai tim tamu. The Seagulls memegang inisiatif serangan dan menekan lini pertahanan Arsenal dengan pressing tinggi.

Beberapa peluang sempat mereka ciptakan melalui Rutter dan Kostoulas, namun penjaga gawang Arsenal, Kepa Arrizabalaga, tampil sigap menepis ancaman.

Di sisi lain, Arsenal sempat kesulitan mengembangkan permainan di 20 menit awal. Lini tengah yang diisi Norgaard, Merino, dan Eze masih mencari ritme permainan. Namun seiring berjalannya waktu, The Gunners mulai bangkit dan mengimbangi tempo permainan tim tamu.

Arsenal menciptakan peluang terbaik melalui Dowman yang melakukan tembakan jarak jauh, namun masih bisa diamankan oleh kiper Brighton, Jason Steele.

Hingga babak pertama berakhir, kedua tim saling berbalas serangan, namun skor tetap 0-0 tanpa gol tercipta.


Babak Kedua: Nwaneri dan Saka Jadi Pembeda

Memasuki babak kedua, Arsenal tampil lebih hidup dan dominan. Perubahan instruksi dari Arteta terlihat jelas: mereka lebih berani menekan dan bermain lebih cepat dalam membangun serangan.

Tekanan tinggi itu akhirnya membuahkan hasil di menit ke-63. Pemain muda berbakat Ethan Nwaneri berhasil memecah kebuntuan setelah memanfaatkan umpan pendek dari Lewis-Skelly. Dengan ketenangan luar biasa, Nwaneri melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau Steele. Arsenal unggul 1-0.

Gol tersebut memicu semangat tuan rumah untuk terus menyerang. Brighton mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas permainan, namun justru membuat lini belakang mereka terbuka.

Pada menit ke-75, Bukayo Saka menggandakan keunggulan. Bermula dari tembakan Harriman-Annous yang ditepis oleh kiper, bola muntah langsung disambar Saka dengan tembakan melengkung yang indah. Bola bersarang ke pojok gawang dan membuat Emirates Stadium bergemuruh.

Setelah unggul dua gol, Arsenal tampil lebih tenang. Brighton mencoba membalas lewat kombinasi De Cuyper dan Tzimas, namun upaya mereka masih bisa dipatahkan oleh lini belakang The Gunners yang dipimpin oleh Ben White dan Hincapie.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 2-0 untuk kemenangan Arsenal. Hasil ini sekaligus memperpanjang tren positif mereka di berbagai kompetisi musim ini.


Performa Gemilang Pemain Muda Arsenal

Salah satu sorotan utama di laga ini adalah performa luar biasa dari Ethan Nwaneri. Pemain berusia 17 tahun itu tampil percaya diri, tidak hanya mencetak gol pembuka tetapi juga menjadi motor serangan dari lini tengah.

Selain Nwaneri, Lewis-Skelly juga tampil solid dengan kontribusi assist dan kontrol permainan yang matang. Keduanya menunjukkan bahwa proyek regenerasi yang dibangun Arteta berjalan sangat baik.

Sementara itu, Bukayo Saka kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain kunci. Meski sempat diistirahatkan di awal laga, kehadirannya di babak kedua langsung memberikan dampak nyata.


Statistik Pertandingan: Arsenal vs Brighton

StatistikArsenalBrighton
Gol20
Total Tembakan1317
Tembakan Tepat Sasaran56
Penguasaan Bola51%49%
Pelanggaran810
Offside43

Statistik menunjukkan pertandingan berlangsung seimbang. Brighton unggul dalam jumlah tembakan, namun efektivitas Arsenal jauh lebih baik. Pertahanan yang disiplin dan finishing yang tajam menjadi kunci kemenangan tuan rumah.


Susunan Pemain Kedua Tim

Arsenal (4-3-3):
Kepa; Lewis-Skelly, Hincapie, Mosquera, White; Norgaard, Merino, Eze; Nwaneri, Dowman, Harriman-Annous
Pelatih: Mikel Arteta

Brighton (3-4-2-1):
Steele; Boscagli, Coppola, van Hecke; De Cuyper, Gomez, Baleba, Kadioglu; Rutter, Kostoulas; Tzimas
Pelatih: Fabian Huerzler


Arsenal Kembali di Jalur Juara

Kemenangan ini bukan hanya tiket ke perempat final, tetapi juga menjadi sinyal kuat bahwa Arsenal kembali konsisten di semua ajang. Arteta berhasil menjaga keseimbangan antara rotasi pemain dan performa tim utama.

Dengan kombinasi pemain muda yang haus pengalaman dan pemain senior yang berpengalaman, Arsenal tampak siap melangkah lebih jauh di Carabao Cup 2025/2026.

Fans The Gunners tentu berharap momentum ini bisa berlanjut di kompetisi lainnya, termasuk Premier League dan Liga Champions, di mana Arsenal juga masih bersaing di papan atas.


Kesimpulan:
Arsenal vs Brighton, Arsenal tampil efektif dan disiplin untuk menyingkirkan Brighton dengan skor 2-0 di Emirates Stadium. Gol dari Ethan Nwaneri dan Bukayo Saka memastikan langkah The Gunners ke babak perempat final Carabao Cup. Kemenangan ini menegaskan kekuatan kedalaman skuad Mikel Arteta serta potensi besar generasi muda Arsenal di masa depan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Man of the Match AC Milan vs Cremonese: Federico Baschirotto Jadi Tembok Pertahanan dan Pahlawan Kemenangan

0 0
Read Time:3 Minute, 32 Second

AC Milan vs Cremonese. Cremonese membuat kejutan besar pada laga pembuka Serie A 2025/2026. Bertandang ke markas AC Milan di San Siro, Minggu (24/08/2025) dini hari WIB, tim asuhan Davide Nicola sukses mencuri tiga poin penuh lewat kemenangan 1-2.

Salah satu sosok yang paling menonjol dalam pertandingan tersebut adalah Federico Baschirotto. Bek tangguh asal Italia ini bukan hanya menjadi benteng pertahanan Cremonese, tetapi juga mencetak gol pembuka yang memberi kepercayaan diri besar kepada timnya. Tak heran jika ia dinobatkan sebagai Man of the Match versi Fotmob dengan rating tertinggi, yakni 8.1.


Jalannya Pertandingan: AC Milan Dominasi, Cremonese Lebih Efektif

Sejak peluit awal dibunyikan, AC Milan tampil dengan dominasi penuh. Bermain di depan puluhan ribu tifosi di San Siro, Rossoneri tampil agresif lewat serangan sayap dan kombinasi cepat di lini tengah.

Nama-nama seperti Rafael Leão, Christian Pulisic, hingga Tijjani Reijnders terus mencoba membongkar pertahanan rapat Cremonese. Bahkan beberapa kali Milan menciptakan peluang emas, namun ketangguhan Emil Audero di bawah mistar serta disiplin pertahanan Cremonese membuat serangan-serangan itu tidak berbuah gol.

Cremonese sendiri tampil lebih sabar. Mereka memanfaatkan formasi 3-5-2 untuk bertahan rapat sekaligus melakukan serangan balik cepat. Taktik itu terbukti efektif ketika di menit ke-32, Federico Baschirotto berhasil membuka keunggulan lewat sundulan keras hasil umpan silang dari sisi kiri.

Milan sempat menyamakan kedudukan lewat gol Olivier Giroud, tetapi pada akhirnya Cremonese kembali unggul melalui skema serangan balik di babak kedua. Skor 1-2 bertahan hingga akhir laga dan menjadi pukulan telak bagi Rossoneri di partai pembuka musim.


Federico Baschirotto: Dari Bek Tangguh Jadi Pencetak Gol

Nama Federico Baschirotto bukanlah yang sering disorot di Serie A, namun performanya di San Siro kali ini membuatnya menjadi pusat perhatian.

1. Gol Indah ke Gawang Milan

Gol pembuka Cremonese tercipta berkat insting tajam Baschirotto dalam memanfaatkan peluang. Berlari masuk ke kotak penalti, ia menyambut umpan silang dengan sundulan keras yang tak mampu dijangkau Mike Maignan. Gol ini sekaligus mematahkan kepercayaan diri Milan yang sejak awal tampil dominan.

2. Pertahanan Solid

Tak hanya mencetak gol, Baschirotto tampil kokoh dalam menjaga area pertahanan. Ia beberapa kali melakukan tekel bersih, blok, dan sapuan krusial. Saat Milan meningkatkan intensitas serangan, terutama di menit-menit akhir, Baschirotto tetap tenang dalam mengorganisir lini belakang.

3. Statistik Menggambarkan Performa Gemilang

Mengacu pada data Fotmob, berikut statistik penting Baschirotto dalam laga AC Milan vs Cremonese:

  • 1 tembakan tepat sasaran, berbuah 1 gol.
  • 41 operan, dengan 39 operan akurat.
  • 1 umpan panjang sukses.
  • 3 blok terhadap percobaan tembakan Milan.
  • 8 sapuan bersih.
  • 1 kali ball recoveries.
  • Menang 3 dari 4 duel perebutan bola.

Angka-angka tersebut semakin menegaskan bahwa kontribusinya bukan hanya pada sisi ofensif, tetapi juga defensif.


Dampak Kemenangan bagi Cremonese

Kemenangan atas AC Milan jelas menjadi modal besar bagi Cremonese di awal musim Serie A 2025/2026. Tim promosi atau tim papan bawah biasanya selalu kesulitan ketika bertandang ke San Siro, tetapi kali ini justru Cremonese yang keluar sebagai pemenang.

Hasil ini tidak hanya mengangkat moral pemain, tetapi juga menjadi sinyal bahwa mereka siap bersaing dengan tim besar. Federico Baschirotto sebagai pemimpin di lini pertahanan kini semakin mendapat tempat spesial di hati fans.


Pukulan Telak untuk AC Milan

Bagi AC Milan, kekalahan ini jelas menjadi alarm bahaya. Stefano Pioli yang masih dipercaya memimpin tim harus segera menemukan solusi agar lini depan lebih tajam dan pertahanan lebih disiplin.

Meski mendominasi, Milan gagal memaksimalkan peluang. Kelemahan dalam finishing dan kesulitan menghadapi pertahanan rapat lawan menjadi pekerjaan rumah besar jika mereka ingin kembali bersaing di papan atas Serie A musim ini.


Kesimpulan

Federico Baschirotto layak mendapatkan status Man of the Match AC Milan vs Cremonese. Golnya yang indah, pertahanan kokoh, serta kepemimpinan di lini belakang membuatnya menjadi faktor kunci kemenangan tim tamu di San Siro.

Cremonese kini memulai musim Serie A dengan penuh percaya diri, sementara AC Milan harus segera bangkit agar tidak kehilangan momentum di awal kompetisi.

Bagi Baschirotto sendiri, performa ini bisa menjadi titik balik dalam kariernya untuk mendapat lebih banyak pengakuan sebagai salah satu bek tangguh di Serie A.


Klasemen Serie A 2025/2026 (Pekan Pertama)

  • Cremonese sementara mengoleksi 3 poin dari 1 laga.
  • AC Milan harus puas tanpa poin di pertandingan perdana.
  • Perebutan posisi papan atas masih panjang, tetapi hasil ini sudah memberi kejutan sejak awal musim.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %