Barcelona Anggap Haaland Sebagai Mimpi Mustahil, Julian Alvarez Jadi Target Utama

0 0
Read Time:1 Minute, 39 Second

Barcelona tengah menyiapkan strategi besar untuk lini depan mereka jelang berakhirnya kontrak Robert Lewandowski pada akhir musim. Klub Catalan mulai bergerak mencari penyerang berkualitas yang mampu menjadi tulang punggung serangan pada musim mendatang.

Salah satu nama yang selalu menjadi idaman fans dan manajemen adalah Erling Haaland. Namun, harapan untuk mendatangkan bomber asal Norwegia itu dianggap sebagai “mimpi mustahil”. Haaland baru saja memperpanjang kontraknya di Manchester City hingga tahun 2034, membuat peluang Barcelona merekrutnya semakin kecil.

Di tengah situasi itu, Julian Alvarez dari Atlético Madrid muncul sebagai opsi paling realistis dan utama.


Haaland Tetap Jadi Inspirasi, Tapi Transfer Hampir Mustahil

Menurut laporan Mundo Deportivo, Barcelona mengakui bahwa peluang merekrut Erling Haaland sangat tipis. Presiden Joan Laporta memang masih mengagumi kualitas Haaland, namun kontraknya yang panjang serta nilai transfer yang sangat tinggi menjadi penghalang terbesar.

Meskipun hubungan Laporta dengan agen Haaland, Rafaela Pimenta, tetap baik, hal tersebut tidak cukup untuk membuka peluang transfer. Blaugrana harus mengambil langkah realistis dan fokus pada target lain yang lebih memungkinkan.

Haaland tetap menjadi inspirasi bagi klub dan penggemar, namun Barcelona siap menerima kenyataan bahwa transfer ini hampir tak mungkin terjadi.


Julian Alvarez Jadi Target Utama Barcelona

Di antara berbagai opsi, Julian Alvarez disebut sebagai kandidat paling ideal untuk mengisi posisi yang akan ditinggalkan Lewandowski. Penyerang Atlético Madrid itu memiliki kualitas untuk menjadi solusi jangka panjang di lini depan.

Barcelona menilai Alvarez memiliki:

  • kemampuan mencetak gol yang konsisten
  • fleksibilitas bermain
  • potensi berkembang di masa depan
  • nilai transfer yang lebih terjangkau dibanding Haaland

Strategi ini memungkinkan Barcelona tetap kompetitif tanpa harus mengeluarkan biaya yang terlalu besar.


Daftar Kandidat Alternatif untuk Lini Depan Barcelona

Selain Alvarez, ada sejumlah nama lain yang masuk radar Blaugrana sebagai opsi cadangan:

  • Harry Kane (Bayern München)
  • Victor Osimhen (Galatasaray)
  • Serhou Guirassy (Borussia Dortmund)
  • Etta Eyong (Levante)

Opsi-opsi tersebut menawarkan fleksibilitas finansial dan variasi karakteristik yang dapat dipertimbangkan Barcelona sesuai kebutuhan tim.

Dengan daftar kandidat yang cukup luas, Barça memiliki rencana matang untuk menjaga lini depan tetap tajam dan kompetitif di musim mendatang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

3 Titik Lemah Real Madrid Terungkap Usai Kekalahan Telak dari Atletico Madrid

0 0
Read Time:2 Minute, 42 Second

Real Madrid mengalami malam yang sangat mengecewakan di pekan ke-7 La Liga 2025/2026, setelah dibantai dengan skor 2-5 oleh Atletico Madrid dalam Derby Madrid yang berlangsung di Stadion Metropolitano. Sabtu (27/9) malam WIB. Kekalahan ini tidak hanya menyakitkan dari segi skor, tetapi juga mengungkapkan kelemahan-kelemahan nyata yang harus segera diperbaiki oleh Los Blancos.

Gol-gol kemenangan Atletico dicetak oleh Robin Le Normand, Alexander Sorloth, Julian Alvarez (dua gol), dan Antoine Griezmann. Sementara itu, Real Madrid hanya mampu membalas dengan dua gol dari Kylian Mbappe dan Arda Güler. Meskipun sebelumnya tampil impresif di awal musim, kekalahan ini menunjukkan bahwa Real Madrid masih memiliki masalah besar yang perlu diatasi.

1. Masalah Pertahanan Bola Mati yang Kronis

Salah satu kelemahan terbesar yang terlihat jelas dalam kekalahan ini adalah kerentanannya Real Madrid dalam menghadapi situasi bola mati. Dari lima gol yang bersarang ke gawang Thibaut Courtois, empat di antaranya berawal dari skema bola mati atau situasi yang terjadi setelahnya.

Keberhasilan Atletico memanfaatkan tendangan bebas, lemparan ke dalam, hingga penalti, menunjukkan betapa buruknya organisasi pertahanan Real Madrid. Setiap momen bola mati menjadi ancaman nyata bagi tim asuhan Xabi Alonso. Jika Los Blancos ingin kembali bersaing di level tertinggi, mereka harus segera memperbaiki kelemahan ini. Terutama dalam pertandingan besar yang menuntut konsentrasi tinggi di setiap detik.

2. Álvaro Carreras Gagal Menunjukkan Kualitas di Ujian Besar

Álvaro Carreras, bek kiri 22 tahun yang baru bergabung musim ini, tampil mengecewakan dalam pertandingan ini. Carreras, yang diberi tugas untuk mengatasi serangan di sisi kanan Atletico, kesulitan untuk mengatasi gerakan cepat Pablo Barrios dan sering kehilangan posisi.

Salah satu momen buruk terjadi saat Sorloth berhasil mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan kelemahan Carreras dalam mengantisipasi bola mati. Ketidakmampuan Carreras untuk menjaga posisi dengan baik di kotak penalti juga menjadi salah satu faktor yang membuat pertahanan Real Madrid mudah ditembus. Performa ini jelas menjadi catatan penting bagi Xabi Alonso. Mengingat Ferland Mendy yang sudah mulai pulih dan bisa menjadi opsi pengganti.

3. Jude Bellingham Tidak Memberikan Dampak yang Diharapkan

Kembalinya Jude Bellingham ke lini tengah Real Madrid setelah absen beberapa waktu sempat diharapkan bisa memberikan dorongan positif bagi tim. Namun, Bellingham lebih banyak terlibat dalam pekerjaan defensif ketimbang peran utama yang seharusnya dia jalani sebagai pengatur serangan.

Bellingham tercatat melakukan lima tekel—tertinggi di antara pemain-pemain lainnya—dan bahkan beberapa kali terpaksa turun ke kotak penalti untuk mencegah gawang Courtois kebobolan lebih banyak. Meski tampil solid di lini belakang, kontribusi Bellingham di lini serang sangat minim. Bagi Real Madrid, Bellingham seharusnya menjadi motor ofensif, bukan hanya seorang pemain yang lebih sering membantu pertahanan.

Apa yang Harus Dilakukan Real Madrid?

Kekalahan ini menjadi cermin bagi Real Madrid bahwa meskipun memiliki pemain-pemain bintang, mereka tetap memiliki kekurangan yang bisa dimanfaatkan lawan, terutama dalam pertandingan-pertandingan besar. Untuk kembali ke jalur kemenangan, Real Madrid harus segera memperbaiki organisasi pertahanan, terutama dalam menghadapi bola mati. Selain itu, Xabi Alonso harus menemukan solusi untuk mengoptimalkan peran Jude Bellingham agar kontribusinya lebih terasa di lini serang, bukan hanya sekadar sebagai pelapis di lini pertahanan.

Real Madrid harus segera bangkit dari kekalahan ini jika ingin terus bersaing di puncak klasemen La Liga dan meraih trofi-trofi besar yang mereka incar. Baca juga, Informasi Lengkap Seputar Dunia Sepak Bola Internasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %