Daftar Lengkap Nominasi Golden Boy 2025: Desire Doue Jadi Unggulan Utama

0 0
Read Time:2 Minute, 27 Second

Ajang penghargaan Golden Boy 2025 resmi merilis daftar 25 pemain muda terbaik Eropa. Penghargaan bergengsi ini menyoroti pesepak bola berusia di bawah 21 tahun yang tampil menonjol di liga-liga top Eropa sepanjang tahun kalender.

Golden Boy pertama kali diperkenalkan oleh media Italia, Tuttosport, pada tahun 2003. Sejak itu, penghargaan ini menjadi barometer lahirnya bintang-bintang masa depan sepak bola dunia, mulai dari Lionel Messi, Wayne Rooney, Kylian Mbappe, Erling Haaland, Jude Bellingham, hingga Lamine Yamal, peraih edisi terakhir.

Menariknya, Lamine Yamal, yang kini berusia 18 tahun, tidak masuk dalam daftar nominasi tahun ini. Hal ini dikarenakan aturan Golden Boy yang melarang pemain memenangkan penghargaan lebih dari satu kali.


Desire Doue Jadi Favorit Utama

Nama Desire Doue dari Paris Saint-Germain menjadi kandidat terkuat untuk meraih trofi Golden Boy 2025. Penyerang muda asal Prancis ini tampil luar biasa musim lalu dengan 16 gol dan 16 assist, membantu PSG menjuarai Ligue 1 sekaligus Liga Champions.

Doue bahkan mencetak dua gol di partai final melawan Inter Milan, menjadikannya simbol generasi emas baru Les Parisiens.

Rekan setimnya, Warren Zaïre-Emery, juga masuk daftar nominasi dan dipandang sebagai pesaing serius. Dari Spanyol, ada Pau Cubarsí (Barcelona) serta dua pemain Real Madrid, Dean Huijsen dan Arda Güler, yang turut menjadi calon bintang muda terbaik Eropa.


Dominasi Premier League

Liga Inggris kembali menunjukkan kekuatannya dalam melahirkan talenta muda. Sebanyak sembilan pemain Premier League masuk dalam daftar 25 besar:

  • Arsenal: Myles Lewis-Skelly, Ethan Nwaneri
  • Chelsea: Jorrel Hato, Estevao
  • Tottenham Hotspur: Lucas Bergvall, Archie Gray
  • Manchester United: Leny Yoro
  • Manchester City: Nico O’Reilly

Estevao, pemain asal Brasil, bahkan dijuluki sebagai “The Next Neymar”. Sementara Lucas Bergvall dan Archie Gray tampil gemilang membawa Spurs menjuarai Liga Europa di bawah asuhan Ange Postecoglou.


Wild Card: Adik Jude Bellingham Masuk Daftar

Selain 20 nama utama, panitia menambahkan lima pemain dengan status Wild Card, kandidat tambahan yang dianggap layak mendapat perhatian.

Salah satunya adalah Jobe Bellingham (Borussia Dortmund), adik dari Jude Bellingham yang kini bersinar di Real Madrid. Empat nama Wild Card lainnya:

  • Rodrigo Mora (River Plate)
  • Giovanni Leoni (Venezia)
  • Ousmane Diomande (Sporting CP)
  • Bilal El Khannouss (Genk)


Daftar Lengkap Nominasi Golden Boy 2025

Nominasi Utama:

  1. Pau Cubarsí (Barcelona)
  2. Desire Doue (Paris Saint-Germain)
  3. Dean Huijsen (Real Madrid)
  4. Kenan Yildiz (Juventus)
  5. Myles Lewis-Skelly (Arsenal)
  6. Warren Zaire-Emery (Paris Saint-Germain)
  7. Arda Güler (Real Madrid)
  8. Franco Mastantuono (Real Madrid)
  9. Ethan Nwaneri (Arsenal)
  10. Jorrel Hato (Chelsea)
  11. Geovany Quenda (Sporting CP)
  12. Estevao (Chelsea)
  13. Leny Yoro (Manchester United)
  14. Senny Mayulu (Paris Saint-Germain)
  15. Nico O’Reilly (Manchester City)
  16. Eliesse Ben Seghir (Bayer Leverkusen)
  17. Victor Froholdt (Porto)
  18. Lucas Bergvall (Tottenham Hotspur)
  19. Archie Gray (Tottenham Hotspur)
  20. Mamadou Sarr (Strasbourg)

Wild Card:

  1. Jobe Bellingham (Borussia Dortmund)
  2. Rodrigo Mora (River Plate)
  3. Giovanni Leoni (Venezia)
  4. Ousmane Diomande (Sporting CP)
  5. Bilal El Khannouss (Genk)

Dengan daftar ini, persaingan Golden Boy 2025 dipastikan akan sengit, dengan Desire Doue menjadi favorit utama, tetapi banyak talenta muda lain yang siap mengejutkan Eropa. Baca juga, Berita Lengkap Seputar Dunia Sepak Bola.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Harry Maguire Siap Perpanjang Kontrak dengan Manchester United Sebelum Akhir 2025

0 0
Read Time:2 Minute, 16 Second

Harry Maguire dilaporkan bersiap menandatangani kontrak baru bersama Manchester United. Bek tengah berusia 32 tahun itu kini memasuki delapan bulan terakhir masa kerjanya, dan pembicaraan awal mengenai perpanjangan sudah mulai dilakukan oleh pihak klub.

Direktur negosiasi sepak bola United, Matt Hargreaves, disebut telah bertemu dengan agen Maguire untuk membahas detail kontrak baru.

Langkah ini menegaskan bahwa pelatih Ruben Amorim masih menilai Maguire sebagai bagian penting dalam rencana jangka panjang timnya di Old Trafford.


Rincian Gaji Maguire

Pada Januari lalu, Manchester United sempat mengaktifkan klausul perpanjangan otomatis selama satu tahun dalam kontrak Maguire, keputusan yang mendapat dukungan penuh dari Amorim.

Pelatih asal Portugal itu bahkan kembali menunjuk mantan kapten tersebut sebagai salah satu pemimpin di ruang ganti musim panas ini.

Berbeda dengan kebijakan klub terhadap David de Gea dua tahun lalu, Maguire diperkirakan akan mempertahankan besaran gajinya.

Meski begitu, kegagalan United menembus Liga Champions pada Mei 2024 membuat upahnya otomatis dipotong 25 persen, kini menjadi sekitar £140.000 per pekan.


Kebangkitan Maguire

Sejak ditangani Ruben Amorim, Harry Maguire berhasil membalikkan kritik menjadi pujian. Ia kembali menunjukkan kepercayaan diri serta semangat kepemimpinan tinggi di lapangan.

Pada laga Piala Liga melawan Grimsby Town bulan Agustus lalu, Maguire bahkan kembali dipercaya mengenakan ban kapten. Untuk pertama kalinya sejak status tersebut dicabut oleh Erik ten Hag pada Juli 2023.

Meski tak lagi menjadi bagian dari Timnas Inggris, performanya di klub terus meningkat. Setelah transfer senilai £30 juta ke West Ham gagal terealisasi pada 2023. Maguire justru bangkit dan menjadi sosok paling konsisten di lini pertahanan United.

Momen terbaiknya terjadi pada April 2024. Ketika ia mencetak gol penentu kemenangan di menit ke-121 kontra Lyon pada perempat final Liga Europa.

Gol dramatis itu membuat para suporter di Old Trafford kembali memberikan dukungan penuh kepadanya. Sebuah perubahan besar dibanding masa-masa ketika ia kerap disoraki saat tur pramusim ke Australia, Amerika Serikat, dan Irlandia.


Peran Vital di Skuad Amorim

Kini, Harry Maguire menjadi bek tengah paling berpengalaman di skuad Manchester United. Ia telah tampil dalam 38 dari 50 pertandingan di bawah asuhan Amorim.

Sejak didatangkan dari Leicester City pada 2019 dengan nilai transfer £80 juta, Maguire masih memegang rekor sebagai bek termahal di dunia.

Bulan lalu, Maguire juga menerima penghargaan khusus dari direktur sepak bola Jason Wilcox setelah mencatatkan penampilan ke-250 bersama United — sebuah pencapaian yang menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling loyal dan berpengaruh di Old Trafford.


Kesimpulan

Rencana perpanjangan kontrak ini menunjukkan bahwa Manchester United masih mempercayai kemampuan dan kepemimpinan Harry Maguire. Dengan konsistensi dan dedikasi yang ia tunjukkan di bawah asuhan Ruben Amorim, masa depan Maguire di Old Trafford tampak masih cerah — dan ia tampaknya akan terus menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Setan Merah. Baca juga, Informasi Lengkap Seputar Dunia Sepak Bola Internasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Legenda Manchester United dan Liverpool Satu Suara: Ruben Amorim Wajib Dipecat!

0 0
Read Time:3 Minute, 27 Second

Manchester United kembali menjadi sorotan usai performa buruk yang ditampilkan di bawah asuhan Ruben Amorim. Manajer asal Portugal yang ditunjuk pada November lalu kini tengah berada di ujung tanduk setelah rentetan hasil mengecewakan.

Sejak resmi menukangi Setan Merah, Amorim hanya mampu membawa tim meraih 18 kemenangan dari total 49 pertandingan. Catatan ini dianggap sangat mengecewakan untuk tim sekelas MU yang memiliki sejarah panjang dan ekspektasi tinggi.

Musim lalu, United harus puas finis di posisi ke-15 klasemen Premier League. Tidak hanya itu, mereka juga gagal mengangkat trofi setelah kalah di final Liga Europa. Situasi ini membuat banyak pihak mulai meragukan kapasitas Amorim sebagai pelatih di level tertinggi.


Hasil Buruk Musim Ini

Sayangnya, kondisi buruk tersebut tidak kunjung membaik di musim baru. Hingga pekan keenam Premier League, Manchester United hanya mampu meraih dua kemenangan. Sisanya, mereka lebih sering kehilangan poin dan kini tercecer di posisi ke-14 klasemen sementara.

Yang lebih memalukan, MU juga harus tersingkir dini di ajang Carabao Cup setelah kalah dari tim kasta keempat, Grimsby Town. Kekalahan ini menjadi bukti nyata bahwa klub tengah mengalami krisis serius.

Puncaknya, akhir pekan lalu Setan Merah dipermalukan Brentford dengan skor 1-3 di Old Trafford. Hasil itu semakin memperpanjang catatan buruk Amorim yang belum sekalipun memberikan kemenangan beruntun di Premier League sejak ia menjabat sebagai manajer.

Padahal, manajemen klub sudah menggelontorkan lebih dari £200 juta di bursa transfer musim panas. Tiga penyerang anyar didatangkan dengan harapan bisa mendongkrak produktivitas tim. Namun, investasi besar tersebut belum juga memberikan hasil nyata.


Kritik Tajam Jamie Carragher

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, menjadi salah satu sosok yang paling keras mengkritik Amorim. Menurutnya, filosofi permainan sang manajer tidak sesuai dengan DNA Manchester United.

“Ia memang hebat di Sporting Lisbon, tapi gaya bermainnya tidak sesuai dengan karakter klub ini,” ujar Carragher dalam program Monday Night Football.

Carragher menambahkan bahwa semakin cepat MU mengambil langkah tegas, semakin baik untuk semua pihak. “Kondisi ini sudah jadi malapetaka, baik untuk klub maupun Amorim sendiri. Jika terus dibiarkan, situasinya hanya akan semakin parah.”


Rooney Kehilangan Kesabaran

Tak hanya Carragher, legenda Manchester United, Wayne Rooney, juga sudah kehilangan kesabaran. Eks striker ikonik itu mengaku kecewa melihat performa mantan klubnya di bawah kepelatihan Amorim.

“Ini bukan Manchester United yang saya kenal. Saya berharap dia bisa mengubah keadaan, tapi jujur saya tidak melihat peluang ke arah sana,” ungkap Rooney di acara The Wayne Rooney Show.

Rooney menegaskan bahwa perubahan besar harus segera dilakukan, baik di level manajer maupun pemain. “Perubahan harus dilakukan, entah itu di level manajer, pemain, atau bahkan keduanya. Jika tidak, klub ini akan terus terpuruk.”


Pertandingan Kontra Sunderland Jadi Penentu

Situasi semakin menegangkan menjelang laga melawan Sunderland akhir pekan ini. Pertandingan tersebut disebut-sebut akan menjadi ujian terakhir Ruben Amorim sebagai manajer MU.

Dengan jeda internasional yang menanti, laga kontra tim promosi ini bisa menjadi titik balik, atau justru akhir dari masa bakti Amorim di Old Trafford. Jika kembali gagal meraih hasil positif, besar kemungkinan manajemen, terutama Ineos selaku pemegang saham mayoritas klub, akan mengambil langkah tegas.


Masa Depan Amorim di Old Trafford

Banyak pihak menilai bahwa Ruben Amorim sudah kehabisan waktu untuk membuktikan dirinya. Dengan skuat mahal dan nama besar klub sebesar MU, kegagalan demi kegagalan jelas tidak bisa ditoleransi terlalu lama.

Nama-nama calon pengganti pun mulai mencuat. Beberapa pelatih berpengalaman dikaitkan dengan MU, mulai dari manajer Premier League lainnya hingga sosok legendaris yang dianggap lebih memahami DNA klub.

Bagi para penggemar, kesabaran tampaknya juga sudah habis. Media sosial dipenuhi dengan tagar yang menyerukan pemecatan Amorim. Tekanan yang begitu besar membuat masa depan sang pelatih tampak semakin suram.


Kesimpulan

Krisis Manchester United di bawah Ruben Amorim kini semakin dalam. Kritik pedas dari dua legenda besar, Wayne Rooney dan Jamie Carragher, menjadi sinyal kuat bahwa perubahan harus segera dilakukan.

Dengan laga krusial melawan Sunderland di depan mata, masa depan Amorim dipertaruhkan. Apakah ia mampu membalikkan keadaan atau justru harus angkat kaki dari Old Trafford, semua akan terjawab dalam waktu dekat.

Yang jelas, Manchester United tidak bisa terus-menerus terjebak dalam siklus kegagalan. Klub dengan sejarah dan prestasi besar ini harus segera menemukan arah baru demi kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa. Baca juga, Informasi Lengkap Seputar Dunia Sepak Bola.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Manchester United vs Arsenal: Menang dan Tampil Dominan Mutlak untuk Setan Merah!

0 0
Read Time:3 Minute, 26 Second

Manchester United vs Arsenal: Tekad Setan Merah untuk Tampil Dominan

Pertandingan pembuka Premier League 2025/2026 akan langsung mempertemukan dua tim besar, Manchester United vs Arsenal. Duel panas di Old Trafford ini bukan sekadar laga biasa, melainkan ujian pertama yang akan menentukan arah perjalanan kedua tim di musim baru.

Salah satu pemain yang angkat bicara jelang laga adalah Mason Mount. Gelandang energik Setan Merah itu menegaskan bahwa Manchester United tidak hanya menargetkan kemenangan, tetapi juga harus tampil dominan melawan Arsenal yang menjadi salah satu rival utama mereka.

“Memulai musim baru dengan pertandingan besar seperti ini akan berdampak signifikan bagi kami. Saya pribadi sangat menantikan laga ini,” ujar Mount dalam wawancara eksklusif dengan Inside United.

Wajib Menang dengan Cara Meyakinkan

Mount menekankan pentingnya hasil kemenangan, tetapi ia juga menyoroti cara timnya meraih hasil tersebut. Menurutnya, kemenangan hanya akan terasa sempurna bila diraih dengan permainan penuh intensitas dan penguasaan pertandingan.

“Kami harus mengawali laga dengan baik dan cepat. Bermain dengan intensitas tinggi adalah kuncinya, dan saya yakin kami mampu melakukannya,” tegas Mount.

Ia menambahkan bahwa Manchester United harus mampu menekan Arsenal sejak awal, tidak memberi ruang bagi tim tamu untuk mengembangkan permainan. “Kemenangan harus datang lewat permainan intens dengan pressing tinggi. Kami wajib menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang berbahaya,” lanjutnya.

Pesan Mount tersebut jelas menunjukkan tekad United untuk tidak hanya meraih tiga poin, tetapi juga memberikan pernyataan tegas kepada seluruh rival di Premier League bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi musim ini.

Persiapan Matang di Pra-Musim

Mason Mount juga mengungkapkan bahwa Manchester United menjalani persiapan pramusim dengan fokus tinggi. Berbagai sesi latihan keras sudah dilalui demi menyempurnakan gaya permainan yang diinginkan oleh manajer.

“Kami berlatih keras untuk menerapkan gaya permainan yang diinginkan pelatih. Sekarang saatnya menunjukkan semua itu dalam pertandingan sesungguhnya,” tandas Mount.

United memang bertekad mengawali musim dengan langkah positif setelah beberapa musim terakhir mereka kerap tergelincir di awal kompetisi. Laga melawan Arsenal akan menjadi tolak ukur sejauh mana hasil kerja keras pramusim benar-benar bisa diterapkan di lapangan.

Arsenal Bukan Lawan Mudah

Menghadapi Arsenal tentu tidak bisa dianggap remeh. The Gunners saat ini berada dalam kondisi prima dengan kedalaman skuad yang semakin solid. Mereka juga diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat juara Premier League 2025/2026.

Bagi Manchester United, kemenangan di Old Trafford akan sangat berarti. Selain memulai musim dengan tiga poin, mereka juga bisa mengirim pesan kepada seluruh pesaing bahwa Old Trafford kembali menjadi benteng yang sulit ditaklukkan.

Hampir Full Squad

Kabar baiknya, Manchester United bisa tampil dengan kekuatan hampir penuh. Hanya dua pemain utama yang dipastikan absen, yakni Noussair Mazraoui dan Lisandro Martinez yang masih dalam tahap pemulihan cedera.

Selain mereka, mayoritas skuad United dalam kondisi fit dan siap tempur. Kehadiran pemain baru serta kembalinya para penggawa inti dari cedera menambah optimisme tim untuk menjalani laga besar pertama musim ini.

Pentingnya Start Sempurna

Laga pembuka selalu penting dalam konteks membangun momentum. Manchester United tentu tidak ingin kehilangan poin di kandang sendiri, terlebih lawan yang dihadapi adalah salah satu rival terkuat.

Bagi Mason Mount, memulai musim dengan kemenangan dominan bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal mentalitas dan kepercayaan diri tim. “Pertandingan ini bisa menjadi awal yang luar biasa bagi kami. Jika mampu menang dengan cara meyakinkan, itu akan memberi dorongan besar untuk menjalani musim yang panjang,” katanya.

Prediksi Jalannya Pertandingan

Secara taktikal, Manchester United diperkirakan akan bermain agresif sejak awal dengan pressing tinggi dan tempo cepat. Mason Mount bersama lini tengah United akan menjadi motor utama dalam mendistribusikan bola dan menghubungkan serangan.

Di sisi lain, Arsenal tentu tidak akan tinggal diam. Dengan lini depan yang tajam serta kedalaman skuad yang merata, The Gunners akan berusaha mencuri poin di Old Trafford. Hal ini membuat duel MU vs Arsenal diprediksi berjalan ketat, penuh intensitas, dan sarat gengsi.

Kesimpulan

Pertandingan Manchester United vs Arsenal di pekan pertama Premier League 2025/2026 bukan hanya sekadar laga pembuka, melainkan panggung besar untuk mengukur kesiapan kedua tim. Mason Mount sudah menegaskan bahwa kemenangan dominan adalah target utama Setan Merah.

Apakah United mampu menjawab tekad itu di atas lapangan? Old Trafford akan menjadi saksi apakah Setan Merah benar-benar siap kembali menunjukkan supremasi mereka di Liga Inggris.

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Antisipasi Kepergian Lewandowski, Barcelona Incar Nicolas Jackson dari Chelsea

0 0
Read Time:1 Minute, 35 Second

Barcelona Waspadai Usia Lewandowski

Antisipasi Kepergian Lewandowski. Robert Lewandowski masih menjadi tumpuan utama Barcelona di lini serang meski usianya sudah mencapai 36 tahun. Musim lalu, striker asal Polandia tersebut mencetak 46 gol, membuktikan bahwa ketajamannya belum menurun. Namun, manajemen klub menyadari pentingnya menyusun strategi jangka panjang demi menjaga kestabilan lini depan.

Minat Klub Arab Saudi Perkuat Sinyal Perubahan

Spekulasi ketertarikan klub-klub Arab Saudi terhadap Lewandowski kian menambah urgensi Barcelona untuk mencari pengganti. Meski belum ada pendekatan resmi, pembahasan internal terkait sosok pewaris posisi striker utama sudah dimulai.

Antisipasi Kepergian Lewandowski: Nicolas Jackson Masuk Radar Barcelona

Salah satu nama yang mencuat adalah Nicolas Jackson, penyerang muda milik Chelsea. Laporan dari Caught Offside menyebutkan bahwa pemain asal Senegal tersebut menjadi salah satu opsi utama. Di musim 2024/2025, Jackson mencatatkan 13 gol dalam 33 penampilan bersama The Blues.

Menariknya, Jackson juga pernah bermain di La Liga bersama Villarreal. Pengalaman tersebut menjadi nilai plus karena diyakini akan mempercepat proses adaptasinya jika kembali ke Spanyol.

Situasi di Chelsea Beri Peluang Transfer

Di bawah kepemimpinan pelatih baru Enzo Maresca, Jackson belum sepenuhnya dipercaya sebagai striker utama Chelsea. Situasi ini membuka peluang bagi Barcelona untuk segera mengamankan jasanya sebelum harga dan persaingan meningkat.

Barcelona bahkan mempertimbangkan untuk mempercepat proses transfer agar Jackson bisa lebih dahulu bermain bersama Lewandowski. Tujuannya adalah agar transisi peran striker utama berlangsung secara bertahap dan lebih mulus.

Antisipasi Kepergian Lewandowski: Hambatan Teknis Masih Jadi Tantangan

Meski keinginan merekrut Jackson cukup kuat, ada kendala teknis yang harus diselesaikan. Pelatih Hansi Flick belum menemukan ruang yang ideal di dalam skuad untuk memasukkan pemain baru. Kepadatan komposisi tim saat ini masih menjadi penghambat utama.

Langkah Visioner untuk Masa Depan Barcelona

Terlepas dari tantangan tersebut, inisiatif Barcelona ini menunjukkan komitmen kuat klub dalam membangun tim jangka panjang. Ketergantungan pada Lewandowski tidak bisa berlangsung selamanya, dan kehadiran pemain muda seperti Jackson dianggap sebagai investasi penting untuk masa depan Blaugrana. Antisipasi Kepergian Lewandowski.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %