Man of the Match Man City vs Leeds United: Phil Foden, Sang Penyelamat di Etihad Stadium

0 0
Read Time:3 Minute, 51 Second

Man City vs Leeds United, Manchester City kembali menunjukkan mental juara mereka setelah meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Leeds United dalam lanjutan pekan ke-13 Premier League 2025/2026. Laga yang berlangsung di Etihad Stadium pada Sabtu (29/11/2025) malam WIB itu menghadirkan tensi tinggi sejak menit pertama, menghadirkan drama lima gol, dan akhirnya menjadikan Phil Foden sebagai pahlawan utama sekaligus Man of the Match.

Pertandingan ini memperlihatkan dua sisi berbeda dari Manchester City: satu sisi memperlihatkan dominasi penguasaan bola seperti biasa. Namun di sisi lain memperlihatkan rentannya lini pertahanan mereka ketika mendapat tekanan balik cepat dari Leeds United. Meski begitu, penampilan luar biasa Phil Foden membuat semua keraguan hilang, terutama ketika ia menjadi aktor utama dalam dua dari tiga gol kemenangan City.

Babak Pertama: Kejutan Kilat dari Phil Foden

Laga baru berjalan beberapa detik ketika Manchester City langsung mengguncang pertahanan Leeds United. Phil Foden membuka keunggulan tuan rumah pada menit pertama setelah menerima umpan matang dari Matheus Nunes. Gol cepat ini menegaskan kualitas City dalam memanfaatkan momen dan menunjukkan betapa efektifnya mereka membongkar tekanan sejak tendangan awal.

Foden tidak hanya mencetak gol, tetapi juga berperan sebagai pusat kreativitas di lini tengah. Ia kerap bergerak bebas, berpindah dari sisi kiri ke tengah, dan menciptakan banyak ruang bagi rekan-rekannya. Pergerakan dinamis ini membuat pertahanan Leeds cukup kewalahan, meski mereka sesekali mampu keluar dan melancarkan serangan balik berbahaya.

Leeds United yang tampil tanpa beban dan mencoba bermain terbuka sempat memberikan perlawanan bagus. Mereka tidak ragu menekan City sejak area tengah dan kerap mencuri bola untuk membangun serangan balik cepat. Dominic Calvert-Lewin bahkan sukses menyamakan kedudukan melalui skema serangan balik yang rapi.

Babak Kedua: Leeds Mengancam, City Tetap Dominan

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan tidak menurun. Manchester City yang terbiasa menguasai bola mendominasi permainan dengan rataan 65–70 persen penguasaan. Namun, Leeds berulang kali membuktikan bahwa mereka bisa memanfaatkan celah di lini pertahanan City yang sering maju terlalu tinggi.

Lukas Nmecha kemudian menambah gol bagi Leeds, membuat pertandingan semakin menegangkan bagi para pendukung tuan rumah. Leeds sebenarnya sempat beberapa kali mengejutkan City lewat kombinasi cepat di lini depan, namun organisasi permainan Manchester City secara keseluruhan tetap terlihat lebih solid dalam penguasaan bola dan membangun serangan.

City akhirnya berhasil menambah gol melalui aksi salah satu pemain depan mereka yang memanfaatkan kemelut di depan gawang. Skor kembali imbang, namun intensitas laga tetap tinggi hingga menit-menit akhir.

Foden Menjadi Penentu Kemenangan di Menit Kritis

Ketika pertandingan seolah akan berakhir dengan skor imbang 2-2, Phil Foden kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain paling menentukan di skuad Pep Guardiola. Pada masa injury time, ketika tekanan dan ekspektasi begitu tinggi, Foden melepaskan tendangan terukur ke pojok gawang Leeds yang tak mampu dibendung kiper lawan.

Gol ini bukan hanya memastikan tiga poin bagi Manchester City, tetapi juga mempertegas peran Foden sebagai pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan pada momen-momen krusial. Dalam usia 25 tahun, kedewasaan bermainnya terlihat jelas dari ketenangan, kecermatan, dan kemampuan memanfaatkan peluang di waktu yang tepat.

Stadion Etihad pun bergemuruh, dan kemenangan dramatis ini membuat City naik ke posisi kedua klasemen sementara Premier League dengan 25 poin dari 13 pertandingan. Sementara itu, Leeds United harus puas tertahan di zona merah dengan 11 poin.

Alasan Phil Foden Layak Menjadi Man of the Match

Premier League menobatkan Phil Foden sebagai Man of the Match dengan perolehan suara mencapai 71 persen dalam voting resmi. Angka tersebut mencerminkan dominasi Foden sepanjang laga dan kontribusinya yang begitu menentukan hasil akhir.

Beberapa catatan penting Foden dalam laga ini antara lain:

  • Mencetak dua gol, termasuk gol penentu kemenangan.
  • Bermain penuh selama 90 menit tanpa penurunan intensitas.
  • Empat kali melepaskan tembakan, dengan dua di antaranya berbuah gol.
  • Akurasi umpan 87 persen, dari 45 percobaan dan 39 di antaranya sukses.
  • Menciptakan satu peluang matang yang hampir berbuah gol.
  • Menjadi motor serangan yang menjaga ritme permainan City.

Statistik tersebut tidak hanya menunjukkan kreativitas Foden dalam menyerang, tetapi juga efektivitasnya sebagai gelandang serang yang bisa menjadi pembeda dalam situasi kritis. Kombinasi visi bermain, kemampuan dribel, dan penyelesaian akhirnya membuatnya tampil sangat menonjol.

Penutup

Man City vs Leeds United, Kemenangan dramatis atas Leeds United ini menjadi salah satu laga terbaik Manchester City di musim 2025/2026 sejauh ini. Selain memperbaiki posisi di klasemen, hasil ini juga menegaskan betapa pentingnya peran Phil Foden dalam struktur permainan City. Dengan performa seperti ini, Foden tidak hanya menjadi pemain terbaik di laga tersebut, tetapi juga menunjukkan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di Premier League.

Manchester City kini kembali ke jalur yang tepat dalam persaingan gelar juara. Jika Foden dan rekan-rekannya bisa mempertahankan konsistensi, peluang City untuk merebut posisi puncak semakin terbuka lebar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Man of the Match Sunderland vs Arsenal: Bukayo Saka Tampil Paling Menonjol

0 0
Read Time:3 Minute, 53 Second

Bukayo Saka kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu winger terbaik di Premier League. Dalam laga panas antara Sunderland vs Arsenal pada pekan ke-11 Premier League 2025/2026, pemain Timnas Inggris tersebut terpilih sebagai Man of the Match setelah tampil dominan di sisi kanan serangan The Gunners. Meski pertandingan berakhir imbang 2-2 dan Arsenal kehilangan kemenangan di masa injury time, kontribusi Saka tetap menjadi sorotan utama.

Pertandingan yang berlangsung di Stadium of Light, Minggu (9/11/2025) dini hari WIB itu menyajikan drama hingga menit akhir. Arsenal yang tampil percaya diri sempat tertinggal lebih dulu, namun berhasil membalikkan keadaan lewat gol Bukayo Saka dan Leandro Trossard. Sayangnya, keunggulan tersebut hilang setelah Sunderland mencetak gol penyeimbang di masa injury time melalui Brian Brobbey.

Hasil ini membuat Arsenal tetap berada di puncak klasemen dengan koleksi 26 poin, sementara Sunderland yang tampil impresif musim ini bertahan di posisi ketiga dengan 19 poin. Walau gagal membawa tiga poin penuh, performa individu Saka tidak bisa diabaikan—baik secara kontribusi ofensif maupun kedisiplinan saat bertahan.


Performa Gemilang Saka: Motor Serangan Arsenal

Sejak menit awal, Arsenal tampil agresif dan mengandalkan kecepatan dua wingers mereka, yakni Leandro Trossard di kiri dan Bukayo Saka di kanan. Namun, Saka tampil lebih eksplosif dengan sejumlah penetrasi yang memaksa pertahanan Sunderland bekerja keras.

Gol Pembalik Momentum

Saka di menit ke-54 menjadi turning point pertandingan. Gol tersebut berawal dari pergerakan Mikel Merino yang jeli melihat ruang kosong di antara dua bek Sunderland. Dengan umpan terukur, Merino mengirim bola ke arah Saka yang berlari masuk ke kotak penalti. Dengan ketenangan tinggi, Saka mengeksekusi bola ke sudut bawah gawang tanpa memberi peluang Robin Roefs untuk menyelamatkan.

Gol itu bukan hanya mengubah keadaan, tetapi juga mengangkat moral seluruh pemain Arsenal. Setelah gol tersebut, intensitas serangan The Gunners meningkat drastis dan membuat Sunderland kesulitan keluar dari tekanan.

Kontribusi dalam Build-up dan Transisi

Selain mencetak gol, Saka berperan besar dalam membangun permainan:

  • Menarik bek lawan keluar dari posisinya
  • Menciptakan overload di sisi kanan
  • Memberikan umpan-umpan progresif ke Merino dan Eze
  • Menghasilkan dua peluang emas yang hampir berbuah gol tambahan

Saat Arsenal kehilangan bola, Saka juga kembali dengan cepat untuk menutup ruang. Hal ini terlihat jelas di babak kedua ketika Sunderland mulai meningkatkan intensitas serangan. Mobilitas dan disiplin bertahan menjadi nilai tambah dalam performanya.


Statistik Saka: Data yang Mengonfirmasi Dominasinya

Menurut data yang dirilis FotMob, Saka mencatat performa komprehensif, baik dalam aspek ofensif maupun defensif. Berikut data lengkapnya:

  • Akurasi umpan: 90% (36 dari 40)
  • Gol: 1
  • xG: 0,52
  • xA: 0,31
  • Peluang tercipta: 2
  • Aksi bertahan: 12

Statistik ini menunjukkan bahwa Saka bukan hanya menjadi ancaman utama dalam serangan, tetapi juga pemain yang bekerja keras dalam fase bertahan. Kombinasi kontribusi di dua fase inilah yang membuatnya meraih suara tertinggi dalam voting Man of the Match di situs resmi Premier League dengan torehan 33 persen suara.


Jalannya Pertandingan: Duel Dua Tim Bertempo Tinggi

Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang sedang tampil konsisten. Sunderland, meski berstatus tim promosi dalam beberapa musim terakhir, kini berkembang menjadi tim yang solid dan kompetitif di tangan Regis Le Bris.

Babak Pertama: Sunderland Unggul Lewat Intensitas Tinggi

Sunderland membuka laga dengan tekanan intens. Dengan formasi 5-4-1, mereka bermain kompak dalam bertahan namun cepat melakukan transisi saat menyerang. Arsenal sempat kesulitan menemukan ritme sampai akhirnya Sunderland mencetak gol pertama di pertengahan babak pertama.

Arsenal meningkatkan intensitas permainan menjelang turun minum tetapi belum bisa membongkar pertahanan Sunderland yang rapat.

Babak Kedua: Arsenal Balikkan Kedudukan, Sunderland Balas di Akhir

Arsenal tampil lebih agresif di babak kedua, dan kombinasi Merino–Saka berhasil menyamakan skor. Tidak lama berselang, Trossard mencetak gol kedua yang membawa Arsenal berbalik unggul.

Namun drama terjadi di injury time. Kehilangan konsentrasi di lini belakang membuat Sunderland berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui Brian Brobbey. David Raya tak mampu menghentikan sontekan jarak dekat tersebut.

Hasil akhir 2-2 menjadi cerminan pertandingan yang penuh taktik, intensitas tinggi, dan determinasi dari kedua tim.


Susunan Pemain

Sunderland (5-4-1)

Robin Roefs; Trai Hume, Nordi Mukiele, Dan Ballard, Lutsharel Geertruida, Reinildo Mandava; Enzo Le Fee, Noah Sadiki, Granit Xhaka, Bertrand Traore; Wilson Isidor.
Pelatih: Regis Le Bris

Arsenal (4-3-3)

David Raya; Riccardo Calafiori, Gabriel, William Saliba, Jurrien Timber; Eberechi Eze, Martin Zubimendi, Declan Rice; Leandro Trossard, Mikel Merino, Bukayo Saka.
Pelatih: Mikel Arteta


Kesimpulan

Meski Arsenal gagal meraih kemenangan di detik-detik akhir, performa individu Bukayo Saka tetap menjadi highlight utama laga ini. Dengan kontribusi gol, kreativitas tanpa henti, serta disiplin bertahan, Saka bukan hanya berperan sebagai winger cepat, tetapi juga sebagai komponen vital dalam struktur permainan Mikel Arteta.

Dengan performa seperti ini, tidak mengherankan jika publik dan situs resmi Premier League menjadikannya Man of the Match.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026

0 0
Read Time:2 Minute, 33 Second

UEFA kembali menghadirkan penghargaan Man of the Match di setiap laga Liga Champions musim 2025/2026. Penghargaan ini diberikan kepada pemain dengan performa paling menonjol pada setiap pertandingan.

Pemenang ditentukan langsung oleh UEFA Technical Observer Group selama pertandingan berlangsung. Setelah laga usai, pemain terpilih menerima trofi resmi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya.

Penghargaan ini menjadi cara UEFA menyoroti kontribusi individu yang membuat laga semakin seru. Selain hasil tim, penampilan pemain kini ikut menjadi sorotan utama penggemar.

Di daftar berikut, nama tim yang dicetak tebal menandakan klub dari pemain yang terpilih sebagai Man of the Match.


Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026

Matchday 1

Selasa, 16 September 2025

  • Athletic Bilbao 0-2 Arsenal – Gabriel Martinelli
  • PSV Eindhoven 1-3 Union SG – Anouar Ait El Hadj

Rabu, 17 September 2025

  • Juventus 4-4 Borussia Dortmund – Dusan Vlahovic
  • Real Madrid 2-1 Marseille – Kylian Mbappe
  • Benfica 2-3 Qarabag – Pedro Bicalho
  • Tottenham 1-0 Villarreal – Lucas Bergvall

Kamis, 18 September 2025

  • Olympiacos 0-0 Pafos – Derrick Luckassen
  • Slavia Praha 2-2 Bodo/Glimt – Lukás Provod
  • Ajax Amsterdam 0-2 Inter Milan – Marcus Thuram
  • Bayern Munchen 3-1 Chelsea – Harry Kane
  • Liverpool 3-2 Atletico Madrid – Virgil van Dijk
  • PSG 4-0 Atalanta – Khvicha Kvaratskhelia
  • Club Brugge 4-1 AS Monaco – Hans Vanaken
  • FC Copenhagen 2-2 Bayer Leverkusen – Jordan Larsson

Jumat, 19 September 2025

  • Eintracht Frankfurt 5-1 Galatasaray – Jonathan Burkardt
  • Manchester City 2-0 Napoli – Phil Foden
  • Newcastle 1-2 Barcelona – Marcus Rashford
  • Sporting Lisbon 4-1 Kairat Almaty – Francisco Trincao


Matchday 2

Selasa, 30 September 2025

  • Atalanta 2-1 Club Brugge – Mario Pasalic
  • Kairat Almaty 0-5 Real Madrid – Kylian Mbappe

Rabu, 1 Oktober 2025

  • Atletico Madrid 5-1 Eintracht Frankfurt – Julian Alvarez
  • Chelsea 1-0 Benfica – Marc Cucurella
  • Inter Milan 3-0 Slavia Praha – Marcus Thuram
  • Bodo/Glimt 2-2 Tottenham – Jens Petter Hauge
  • Galatasaray 1-0 Liverpool – Victor Osimhen
  • Marseille 4-0 Ajax Amsterdam – Pierre-Emerick Aubameyang
  • Pafos 1-5 Bayern Munchen – Harry Kane

Kamis, 2 Oktober 2025

  • Qarabag vs FC Copenhagen –
  • Union SG vs Newcastle United –
  • Arsenal vs Olympiacos –
  • AS Monaco vs Manchester City –
  • Bayer Leverkusen vs PSV Eindhoven –
  • Borussia Dortmund vs Athletic Bilbao –
  • Barcelona vs PSG –
  • Napoli vs Sporting Lisbon –
  • Villarreal vs Juventus –


Matchday 3 (Akan Datang)

Selasa, 21 Oktober 2025

  • Barcelona vs Olympiacos –
  • Kairat Almaty vs Pafos –

Rabu, 22 Oktober 2025

  • Arsenal vs Atletico Madrid –
  • Bayer Leverkusen vs PSG –
  • FC Copenhagen vs Borussia Dortmund –
  • Newcastle United vs Benfica –
  • PSV Eindhoven vs Napoli –
  • Union SG vs Inter Milan –
  • Villarreal vs Manchester City –

Kamis, 23 Oktober 2025

  • Athletic Bilbao vs Qarabag –
  • Galatasaray vs Bodo/Glimt –
  • AS Monaco vs Tottenham –
  • Atalanta vs Slavia Praha –
  • Chelsea vs Ajax Amsterdam –
  • Eintracht Frankfurt vs Liverpool –
  • Bayern Munchen vs Club Brugge –
  • Real Madrid vs Juventus –
  • Sporting Lisbon vs Marseille –


Kesimpulan

Daftar peraih Man of the Match Liga Champions 2025/2026 akan terus diperbarui setiap matchday. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa peran individu bisa sangat menentukan jalannya pertandingan, selain kerja sama tim.

Pantau terus artikel ini untuk update terbaru siapa saja pemain yang tampil gemilang di pentas Liga Champions musim ini.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Federico Chiesa Man of the Match Liverpool vs Southampton: Penampilan Gemilang di Carabao Cup 2025

0 0
Read Time:3 Minute, 0 Second

Liverpool berhasil meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Southampton dalam laga putaran keempat Carabao Cup 2025/2026 yang berlangsung di Anfield pada Rabu, 24 September 2025. Dalam pertandingan penuh ketegangan tersebut, Federico Chiesa layak dinobatkan sebagai Man of the Match setelah memberikan kontribusi besar dalam kemenangan The Reds. Chiesa mencatatkan dua assist yang berpengaruh langsung pada gol kemenangan Liverpool.

Drama Kemenangan Liverpool

Laga ini dipenuhi dengan drama, dimulai dengan gol pembuka yang diciptakan oleh Alexander Isak pada menit ke-43. Southampton yang tampil tangguh akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui gol dari Shea Charles pada menit ke-76. Namun, Liverpool tidak ingin kehilangan kesempatan untuk meraih kemenangan, dan Hugo Ekitike muncul sebagai pahlawan dengan gol penentu kemenangan pada menit ke-85.

Akan tetapi, drama tidak berhenti di situ. Tak lama setelah mencetak gol kemenangan, Ekitike menerima kartu merah hanya satu menit kemudian, memberikan tambahan ketegangan pada akhir laga. Meskipun demikian, hasil 2-1 ini memastikan Liverpool melangkah maju di kompetisi Carabao Cup, sekaligus memperkuat ambisi mereka untuk merebut trofi domestik musim ini.

Federico Chiesa: Aksi Cemerlang dan Kontribusi Besar

Dalam pertandingan ini, Federico Chiesa mendapatkan kesempatan untuk tampil sebagai starter di posisi winger kanan. Dan dia tidak mengecewakan. Dengan kontribusi langsung berupa dua assist, Chiesa menjadi salah satu pemain kunci yang membawa Liverpool meraih kemenangan. Assist pertama tercipta untuk gol Alexander Isak, sedangkan assist kedua diberikan untuk gol Hugo Ekitike.

Chiesa juga menunjukkan ketajaman di depan gawang dengan melepaskan total 4 percobaan tembakan meski tidak semua tembakan tersebut mengarah ke gawang. Pergerakan Chiesa di sepanjang pertandingan cukup efisien, tercatat melakukan 55 sentuhan bola dengan 81% umpan akurat. Hal ini menunjukkan bagaimana pemain berusia 27 tahun ini mampu memberikan dampak yang signifikan di kedua sisi lapangan.

Namun, tidak hanya kontribusinya dalam menyerang yang patut diacungi jempol. Chiesa juga turut memberikan kontribusi defensif yang solid. Dia mencatatkan 4 kontribusi defensif dan 4 kreasi peluang selama pertandingan. Dengan segala aksinya yang luar biasa, Chiesa mendapatkan rapor 8,9 dari FotMob, yang merupakan nilai tertinggi di antara semua pemain yang tampil di lapangan.

Peran Arne Slot dan Kemenangan Liverpool

Manajer Liverpool, Arne Slot, menunjukkan kepercayaan penuh pada Chiesa dengan menurunkannya sebagai starter. Penampilan cemerlang Chiesa juga menggambarkan bagaimana Slot berhasil mengatur taktik dan memberikan ruang bagi pemain-pemain kreatif untuk tampil maksimal. Dengan kemenangan ini, Liverpool semakin memperkokoh posisinya dalam persaingan di kompetisi domestik, baik di Carabao Cup maupun Premier League.

Meskipun begitu, Southampton yang dipimpin oleh manajer Will Still juga patut mendapatkan pujian. Meskipun mereka kalah, Southampton tampil sangat baik dan memberikan perlawanan yang cukup sengit kepada tuan rumah. Terutama setelah gol penyama kedudukan yang tercipta dari permainan kolektif yang solid. Meskipun mereka tidak mampu mempertahankan hasil imbang, penampilan mereka di Anfield patut dihargai.

Susunan Pemain

Berikut adalah susunan pemain yang tampil pada pertandingan Liverpool vs Southampton di Carabao Cup 2025/2026:

Liverpool (4-2-3-1):

  • Giorgi Mamardashvili
  • Andy Robertson
  • Giovanni Leoni
  • Joe Gomez
  • Jeremie Frimpong
  • Trey Nyoni
  • Wataru Endo
  • Rio Ngumoha
  • Curtis Jones
  • Federico Chiesa
  • Alexander Isak

Southampton (5-4-1):

  • Alex McCarthy
  • Joshua Quarshie
  • Nathan Wood
  • Ronnie Edwards
  • Ryan Manning
  • Elias Jelert
  • Léo Scienza
  • Caspar Jander
  • Flynn Downes
  • Cameron Archer
  • Adam Armstrong

Kesimpulan: Kemenangan Liverpool dan Chiesa yang Menonjol

Dengan kemenangan 2-1 ini, Liverpool menunjukkan mentalitas juara mereka meskipun menghadapi pertandingan yang sangat sulit dan penuh drama. Federico Chiesa membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik dalam laga ini, dengan kontribusi besar berupa dua assist dan penampilan yang solid di lapangan. Kemenangan ini memberikan kepercayaan diri lebih bagi Liverpool untuk menghadapi tantangan berikutnya dalam perjalanan mereka di Carabao Cup dan liga domestik. Baca juga, Informasi Seputar Sepak Bola Internasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Man of the Match AC Milan vs Cremonese: Federico Baschirotto Jadi Tembok Pertahanan dan Pahlawan Kemenangan

0 0
Read Time:3 Minute, 32 Second

AC Milan vs Cremonese. Cremonese membuat kejutan besar pada laga pembuka Serie A 2025/2026. Bertandang ke markas AC Milan di San Siro, Minggu (24/08/2025) dini hari WIB, tim asuhan Davide Nicola sukses mencuri tiga poin penuh lewat kemenangan 1-2.

Salah satu sosok yang paling menonjol dalam pertandingan tersebut adalah Federico Baschirotto. Bek tangguh asal Italia ini bukan hanya menjadi benteng pertahanan Cremonese, tetapi juga mencetak gol pembuka yang memberi kepercayaan diri besar kepada timnya. Tak heran jika ia dinobatkan sebagai Man of the Match versi Fotmob dengan rating tertinggi, yakni 8.1.


Jalannya Pertandingan: AC Milan Dominasi, Cremonese Lebih Efektif

Sejak peluit awal dibunyikan, AC Milan tampil dengan dominasi penuh. Bermain di depan puluhan ribu tifosi di San Siro, Rossoneri tampil agresif lewat serangan sayap dan kombinasi cepat di lini tengah.

Nama-nama seperti Rafael Leão, Christian Pulisic, hingga Tijjani Reijnders terus mencoba membongkar pertahanan rapat Cremonese. Bahkan beberapa kali Milan menciptakan peluang emas, namun ketangguhan Emil Audero di bawah mistar serta disiplin pertahanan Cremonese membuat serangan-serangan itu tidak berbuah gol.

Cremonese sendiri tampil lebih sabar. Mereka memanfaatkan formasi 3-5-2 untuk bertahan rapat sekaligus melakukan serangan balik cepat. Taktik itu terbukti efektif ketika di menit ke-32, Federico Baschirotto berhasil membuka keunggulan lewat sundulan keras hasil umpan silang dari sisi kiri.

Milan sempat menyamakan kedudukan lewat gol Olivier Giroud, tetapi pada akhirnya Cremonese kembali unggul melalui skema serangan balik di babak kedua. Skor 1-2 bertahan hingga akhir laga dan menjadi pukulan telak bagi Rossoneri di partai pembuka musim.


Federico Baschirotto: Dari Bek Tangguh Jadi Pencetak Gol

Nama Federico Baschirotto bukanlah yang sering disorot di Serie A, namun performanya di San Siro kali ini membuatnya menjadi pusat perhatian.

1. Gol Indah ke Gawang Milan

Gol pembuka Cremonese tercipta berkat insting tajam Baschirotto dalam memanfaatkan peluang. Berlari masuk ke kotak penalti, ia menyambut umpan silang dengan sundulan keras yang tak mampu dijangkau Mike Maignan. Gol ini sekaligus mematahkan kepercayaan diri Milan yang sejak awal tampil dominan.

2. Pertahanan Solid

Tak hanya mencetak gol, Baschirotto tampil kokoh dalam menjaga area pertahanan. Ia beberapa kali melakukan tekel bersih, blok, dan sapuan krusial. Saat Milan meningkatkan intensitas serangan, terutama di menit-menit akhir, Baschirotto tetap tenang dalam mengorganisir lini belakang.

3. Statistik Menggambarkan Performa Gemilang

Mengacu pada data Fotmob, berikut statistik penting Baschirotto dalam laga AC Milan vs Cremonese:

  • 1 tembakan tepat sasaran, berbuah 1 gol.
  • 41 operan, dengan 39 operan akurat.
  • 1 umpan panjang sukses.
  • 3 blok terhadap percobaan tembakan Milan.
  • 8 sapuan bersih.
  • 1 kali ball recoveries.
  • Menang 3 dari 4 duel perebutan bola.

Angka-angka tersebut semakin menegaskan bahwa kontribusinya bukan hanya pada sisi ofensif, tetapi juga defensif.


Dampak Kemenangan bagi Cremonese

Kemenangan atas AC Milan jelas menjadi modal besar bagi Cremonese di awal musim Serie A 2025/2026. Tim promosi atau tim papan bawah biasanya selalu kesulitan ketika bertandang ke San Siro, tetapi kali ini justru Cremonese yang keluar sebagai pemenang.

Hasil ini tidak hanya mengangkat moral pemain, tetapi juga menjadi sinyal bahwa mereka siap bersaing dengan tim besar. Federico Baschirotto sebagai pemimpin di lini pertahanan kini semakin mendapat tempat spesial di hati fans.


Pukulan Telak untuk AC Milan

Bagi AC Milan, kekalahan ini jelas menjadi alarm bahaya. Stefano Pioli yang masih dipercaya memimpin tim harus segera menemukan solusi agar lini depan lebih tajam dan pertahanan lebih disiplin.

Meski mendominasi, Milan gagal memaksimalkan peluang. Kelemahan dalam finishing dan kesulitan menghadapi pertahanan rapat lawan menjadi pekerjaan rumah besar jika mereka ingin kembali bersaing di papan atas Serie A musim ini.


Kesimpulan

Federico Baschirotto layak mendapatkan status Man of the Match AC Milan vs Cremonese. Golnya yang indah, pertahanan kokoh, serta kepemimpinan di lini belakang membuatnya menjadi faktor kunci kemenangan tim tamu di San Siro.

Cremonese kini memulai musim Serie A dengan penuh percaya diri, sementara AC Milan harus segera bangkit agar tidak kehilangan momentum di awal kompetisi.

Bagi Baschirotto sendiri, performa ini bisa menjadi titik balik dalam kariernya untuk mendapat lebih banyak pengakuan sebagai salah satu bek tangguh di Serie A.


Klasemen Serie A 2025/2026 (Pekan Pertama)

  • Cremonese sementara mengoleksi 3 poin dari 1 laga.
  • AC Milan harus puas tanpa poin di pertandingan perdana.
  • Perebutan posisi papan atas masih panjang, tetapi hasil ini sudah memberi kejutan sejak awal musim.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %