Skor Barcelona vs Olympiakos 6-1: Marcus Rashford yang Terlahir Kembali Bersama Blaugrana

0 0
Read Time:4 Minute, 38 Second

Barcelona vs Olympiakos, Barcelona kembali menunjukkan superioritasnya di panggung Eropa. Pada laga ketiga fase grup Liga Champions 2025/2026, tim asuhan Hansi Flick tampil luar biasa dengan kemenangan telak 6-1 atas Olympiakos, Selasa (21/10/2025) malam WIB di Estadi Olímpic Lluis Companys.
Namun, sorotan utama tidak lain tertuju kepada Marcus Rashford, pemain pinjaman dari Manchester United yang tampil luar biasa dengan mencetak dua gol dan berperan besar dalam pesta gol Barcelona.

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin bagi Blaugrana, melainkan simbol dari kelahiran kembali Rashford—seorang pemain yang sempat tersesat di Old Trafford namun kini kembali menemukan kebahagiaannya di Catalunya.


Ketajaman Marcus Rashford di Liga Champions

Barcelona vs Olympiakos, Marcus Rashford seolah menikmati setiap menit di bawah arahan Hansi Flick. Penyerang asal Inggris tersebut mencetak brace (dua gol) ke gawang Olympiakos, yang sekaligus menjadi brace keduanya di Liga Champions musim ini.

Sebelumnya, Rashford juga tampil tajam saat Barcelona mengalahkan Newcastle, di mana ia turut mencetak dua gol dan satu assist. Dengan tambahan kontribusi di laga ini, Rashford kini memuncaki daftar pemain dengan keterlibatan gol terbanyak (5) di kompetisi elit Eropa musim 2025/2026.

“Senang bisa mencetak dua gol, dan Fermin dengan hat-tricknya, ini adalah performa yang luar biasa dari tim,” ujar Rashford melalui kanal resmi Barcelona.
“Kami puas dengan hasil ini dan akan terus berjuang di pertandingan berikutnya,” tambahnya penuh percaya diri.

Statistik impresif tersebut menunjukkan bahwa Rashford bukan hanya sekadar pemain pinjaman, tetapi sosok yang menjadi motor serangan baru bagi Blaugrana.


Target Pribadi Rashford yang Ambisius

Rashford tidak hanya kembali menemukan ketajamannya dalam mencetak gol, tetapi juga menunjukkan perubahan besar dalam mentalitasnya. Menurut laporan media Spanyol, sang pemain kini menargetkan untuk menjadi kreator utama Barcelona dengan ambisi mencatat 30 hingga 40 assist sepanjang musim.

Target ini tergolong sangat tinggi, mengingat dalam tiga musim terakhir bersama Manchester United, Rashford hanya mencatat total 27 assist.
Namun, di bawah sistem permainan Hansi Flick yang menekankan kombinasi cepat dan serangan sayap dinamis. Rashford tampak semakin matang dalam membaca permainan dan menciptakan peluang.

Perubahan mindset ini menjadi indikasi bahwa Rashford kini lebih dewasa secara mental dan profesional. Ia tidak lagi hanya mengandalkan kecepatan dan naluri mencetak gol, tetapi juga menjadi pemain yang lebih komplet di lini depan Barcelona.


Menemukan Kembali Kehidupan di Catalunya

Performa luar biasa Rashford di Spanyol menjadi bukti bahwa perubahan lingkungan bisa membangkitkan kembali karier seorang pemain. Di Barcelona, ia tampak lebih rileks, fokus, dan menikmati sepak bola yang ia mainkan.

Sebelumnya, karier Rashford di Manchester United sempat mengalami penurunan drastis. Ia gagal beradaptasi dengan gaya bermain manajer baru, Ruben Amorim, serta kerap menjadi sasaran kritik karena inkonsistensi performa.
Rashford pun sempat mengungkapkan bahwa “lingkungan yang tidak stabil” di Old Trafford membuatnya sulit berkembang secara maksimal.

Kepindahannya ke Barcelona menjadi titik balik. Dengan dukungan pelatih yang percaya pada kemampuannya dan atmosfer sepak bola yang lebih positif, Rashford kini terlihat lebih bahagia dan produktif.
Bahkan, para penggemar Blaugrana mulai menyebutnya sebagai “The New Henry” karena gaya bermainnya yang eksplosif dari sisi kiri.


Kritik Tajam dari Roy Keane

Meski kini bersinar di Spanyol, Rashford tidak lepas dari kritik pedas dari legenda Manchester United, Roy Keane. Eks kapten Setan Merah itu menilai Rashford merupakan bagian dari masalah besar yang dialami klub lamanya.

Menurut Keane, Rashford seharusnya menjadi sosok yang memberikan contoh bagi pemain muda United. Namun, yang terlihat justru sebaliknya: performa yang tidak konsisten dan sikap yang kerap mengecewakan.

“Sebagai pemain senior, dia seharusnya menetapkan standar dan menunjukkan seperti apa rasanya menjadi pemain Manchester United,” tegas Keane.
“Namun itu tidak terlihat. Sekarang dia punya kesempatan baru di Spanyol dan bersama tim nasional Inggris, semoga dia bisa membuktikan diri.”

Ucapan Keane ini seolah menjadi cambuk bagi Rashford untuk terus berkembang. Dan melihat performanya di Barcelona sejauh ini, tampaknya Rashford benar-benar menjawab kritik tersebut dengan kerja keras dan performa nyata di lapangan.


Masalah Bahasa Tubuh yang Jadi Sorotan

Salah satu hal yang paling sering disorot oleh publik terhadap Rashford adalah bahasa tubuhnya di lapangan. Ia kerap tertangkap kamera terlihat kurang bersemangat, enggan menekan lawan, atau lambat dalam membantu pertahanan.

Roy Keane pun menyoroti hal ini dengan cukup tajam.

“Tidak ada yang meragukan bakat Rashford. Tapi yang membuat fans frustrasi adalah bahasa tubuhnya — terkadang terlihat malas, tidak berlari kembali, atau tidak melakukan pressing dengan benar,” ungkapnya.

Namun, di Barcelona, masalah itu nyaris tidak terlihat. Rashford tampak jauh lebih aktif, agresif dalam pressing, dan berperan besar dalam sistem transisi cepat yang diterapkan Hansi Flick.
Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan yang tepat mampu memunculkan sisi terbaik seorang pemain.


Menuju El Clasico: Ujian Sejati Rashford

Setelah tampil gemilang di Liga Champions, Rashford kini dihadapkan pada tantangan yang lebih besar: El Clasico. Akhir pekan nanti, Barcelona akan bertandang ke Santiago Bernabeu untuk menghadapi Real Madrid — laga yang akan menjadi debut El Clasico bagi Rashford.

Pertandingan tersebut akan menjadi panggung pembuktian sejati bagi pemain berusia 27 tahun itu. Apabila ia mampu tampil menonjol di laga terbesar dunia sepak bola Spanyol ini, maka kebangkitannya akan terasa semakin lengkap.

Rashford tidak hanya punya kesempatan untuk menegaskan statusnya sebagai bintang baru Barcelona, tetapi juga untuk membuktikan kepada publik Inggris dan fans Manchester United bahwa ia belum habis.


Kesimpulan

Barcelona vs Olympiakos, kemenangan Barcelona atas Olympiakos bukan hanya pesta gol, tetapi juga simbol kebangkitan Marcus Rashford.
Dari pemain yang kehilangan arah di Old Trafford, kini ia menjelma menjadi sosok vital di skuad Blaugrana. Dengan semangat baru, target ambisius, dan dukungan penuh dari Hansi Flick, Rashford tampaknya siap menulis babak baru dalam kariernya.

Jika performa ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Barcelona akan mempermanenkan jasanya — dan Rashford akan benar-benar “lahir kembali” sebagai bintang besar di tanah Catalunya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Harry Maguire Siap Perpanjang Kontrak dengan Manchester United Sebelum Akhir 2025

0 0
Read Time:2 Minute, 16 Second

Harry Maguire dilaporkan bersiap menandatangani kontrak baru bersama Manchester United. Bek tengah berusia 32 tahun itu kini memasuki delapan bulan terakhir masa kerjanya, dan pembicaraan awal mengenai perpanjangan sudah mulai dilakukan oleh pihak klub.

Direktur negosiasi sepak bola United, Matt Hargreaves, disebut telah bertemu dengan agen Maguire untuk membahas detail kontrak baru.

Langkah ini menegaskan bahwa pelatih Ruben Amorim masih menilai Maguire sebagai bagian penting dalam rencana jangka panjang timnya di Old Trafford.


Rincian Gaji Maguire

Pada Januari lalu, Manchester United sempat mengaktifkan klausul perpanjangan otomatis selama satu tahun dalam kontrak Maguire, keputusan yang mendapat dukungan penuh dari Amorim.

Pelatih asal Portugal itu bahkan kembali menunjuk mantan kapten tersebut sebagai salah satu pemimpin di ruang ganti musim panas ini.

Berbeda dengan kebijakan klub terhadap David de Gea dua tahun lalu, Maguire diperkirakan akan mempertahankan besaran gajinya.

Meski begitu, kegagalan United menembus Liga Champions pada Mei 2024 membuat upahnya otomatis dipotong 25 persen, kini menjadi sekitar £140.000 per pekan.


Kebangkitan Maguire

Sejak ditangani Ruben Amorim, Harry Maguire berhasil membalikkan kritik menjadi pujian. Ia kembali menunjukkan kepercayaan diri serta semangat kepemimpinan tinggi di lapangan.

Pada laga Piala Liga melawan Grimsby Town bulan Agustus lalu, Maguire bahkan kembali dipercaya mengenakan ban kapten. Untuk pertama kalinya sejak status tersebut dicabut oleh Erik ten Hag pada Juli 2023.

Meski tak lagi menjadi bagian dari Timnas Inggris, performanya di klub terus meningkat. Setelah transfer senilai £30 juta ke West Ham gagal terealisasi pada 2023. Maguire justru bangkit dan menjadi sosok paling konsisten di lini pertahanan United.

Momen terbaiknya terjadi pada April 2024. Ketika ia mencetak gol penentu kemenangan di menit ke-121 kontra Lyon pada perempat final Liga Europa.

Gol dramatis itu membuat para suporter di Old Trafford kembali memberikan dukungan penuh kepadanya. Sebuah perubahan besar dibanding masa-masa ketika ia kerap disoraki saat tur pramusim ke Australia, Amerika Serikat, dan Irlandia.


Peran Vital di Skuad Amorim

Kini, Harry Maguire menjadi bek tengah paling berpengalaman di skuad Manchester United. Ia telah tampil dalam 38 dari 50 pertandingan di bawah asuhan Amorim.

Sejak didatangkan dari Leicester City pada 2019 dengan nilai transfer £80 juta, Maguire masih memegang rekor sebagai bek termahal di dunia.

Bulan lalu, Maguire juga menerima penghargaan khusus dari direktur sepak bola Jason Wilcox setelah mencatatkan penampilan ke-250 bersama United — sebuah pencapaian yang menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain paling loyal dan berpengaruh di Old Trafford.


Kesimpulan

Rencana perpanjangan kontrak ini menunjukkan bahwa Manchester United masih mempercayai kemampuan dan kepemimpinan Harry Maguire. Dengan konsistensi dan dedikasi yang ia tunjukkan di bawah asuhan Ruben Amorim, masa depan Maguire di Old Trafford tampak masih cerah — dan ia tampaknya akan terus menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang Setan Merah. Baca juga, Informasi Lengkap Seputar Dunia Sepak Bola Internasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Legenda Manchester United dan Liverpool Satu Suara: Ruben Amorim Wajib Dipecat!

0 0
Read Time:3 Minute, 27 Second

Manchester United kembali menjadi sorotan usai performa buruk yang ditampilkan di bawah asuhan Ruben Amorim. Manajer asal Portugal yang ditunjuk pada November lalu kini tengah berada di ujung tanduk setelah rentetan hasil mengecewakan.

Sejak resmi menukangi Setan Merah, Amorim hanya mampu membawa tim meraih 18 kemenangan dari total 49 pertandingan. Catatan ini dianggap sangat mengecewakan untuk tim sekelas MU yang memiliki sejarah panjang dan ekspektasi tinggi.

Musim lalu, United harus puas finis di posisi ke-15 klasemen Premier League. Tidak hanya itu, mereka juga gagal mengangkat trofi setelah kalah di final Liga Europa. Situasi ini membuat banyak pihak mulai meragukan kapasitas Amorim sebagai pelatih di level tertinggi.


Hasil Buruk Musim Ini

Sayangnya, kondisi buruk tersebut tidak kunjung membaik di musim baru. Hingga pekan keenam Premier League, Manchester United hanya mampu meraih dua kemenangan. Sisanya, mereka lebih sering kehilangan poin dan kini tercecer di posisi ke-14 klasemen sementara.

Yang lebih memalukan, MU juga harus tersingkir dini di ajang Carabao Cup setelah kalah dari tim kasta keempat, Grimsby Town. Kekalahan ini menjadi bukti nyata bahwa klub tengah mengalami krisis serius.

Puncaknya, akhir pekan lalu Setan Merah dipermalukan Brentford dengan skor 1-3 di Old Trafford. Hasil itu semakin memperpanjang catatan buruk Amorim yang belum sekalipun memberikan kemenangan beruntun di Premier League sejak ia menjabat sebagai manajer.

Padahal, manajemen klub sudah menggelontorkan lebih dari £200 juta di bursa transfer musim panas. Tiga penyerang anyar didatangkan dengan harapan bisa mendongkrak produktivitas tim. Namun, investasi besar tersebut belum juga memberikan hasil nyata.


Kritik Tajam Jamie Carragher

Legenda Liverpool, Jamie Carragher, menjadi salah satu sosok yang paling keras mengkritik Amorim. Menurutnya, filosofi permainan sang manajer tidak sesuai dengan DNA Manchester United.

“Ia memang hebat di Sporting Lisbon, tapi gaya bermainnya tidak sesuai dengan karakter klub ini,” ujar Carragher dalam program Monday Night Football.

Carragher menambahkan bahwa semakin cepat MU mengambil langkah tegas, semakin baik untuk semua pihak. “Kondisi ini sudah jadi malapetaka, baik untuk klub maupun Amorim sendiri. Jika terus dibiarkan, situasinya hanya akan semakin parah.”


Rooney Kehilangan Kesabaran

Tak hanya Carragher, legenda Manchester United, Wayne Rooney, juga sudah kehilangan kesabaran. Eks striker ikonik itu mengaku kecewa melihat performa mantan klubnya di bawah kepelatihan Amorim.

“Ini bukan Manchester United yang saya kenal. Saya berharap dia bisa mengubah keadaan, tapi jujur saya tidak melihat peluang ke arah sana,” ungkap Rooney di acara The Wayne Rooney Show.

Rooney menegaskan bahwa perubahan besar harus segera dilakukan, baik di level manajer maupun pemain. “Perubahan harus dilakukan, entah itu di level manajer, pemain, atau bahkan keduanya. Jika tidak, klub ini akan terus terpuruk.”


Pertandingan Kontra Sunderland Jadi Penentu

Situasi semakin menegangkan menjelang laga melawan Sunderland akhir pekan ini. Pertandingan tersebut disebut-sebut akan menjadi ujian terakhir Ruben Amorim sebagai manajer MU.

Dengan jeda internasional yang menanti, laga kontra tim promosi ini bisa menjadi titik balik, atau justru akhir dari masa bakti Amorim di Old Trafford. Jika kembali gagal meraih hasil positif, besar kemungkinan manajemen, terutama Ineos selaku pemegang saham mayoritas klub, akan mengambil langkah tegas.


Masa Depan Amorim di Old Trafford

Banyak pihak menilai bahwa Ruben Amorim sudah kehabisan waktu untuk membuktikan dirinya. Dengan skuat mahal dan nama besar klub sebesar MU, kegagalan demi kegagalan jelas tidak bisa ditoleransi terlalu lama.

Nama-nama calon pengganti pun mulai mencuat. Beberapa pelatih berpengalaman dikaitkan dengan MU, mulai dari manajer Premier League lainnya hingga sosok legendaris yang dianggap lebih memahami DNA klub.

Bagi para penggemar, kesabaran tampaknya juga sudah habis. Media sosial dipenuhi dengan tagar yang menyerukan pemecatan Amorim. Tekanan yang begitu besar membuat masa depan sang pelatih tampak semakin suram.


Kesimpulan

Krisis Manchester United di bawah Ruben Amorim kini semakin dalam. Kritik pedas dari dua legenda besar, Wayne Rooney dan Jamie Carragher, menjadi sinyal kuat bahwa perubahan harus segera dilakukan.

Dengan laga krusial melawan Sunderland di depan mata, masa depan Amorim dipertaruhkan. Apakah ia mampu membalikkan keadaan atau justru harus angkat kaki dari Old Trafford, semua akan terjawab dalam waktu dekat.

Yang jelas, Manchester United tidak bisa terus-menerus terjebak dalam siklus kegagalan. Klub dengan sejarah dan prestasi besar ini harus segera menemukan arah baru demi kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa. Baca juga, Informasi Lengkap Seputar Dunia Sepak Bola.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Debut Gemilang, Matheus Cunha Siap Jadi Idola Baru di Manchester United

0 0
Read Time:2 Minute, 6 Second

Matheus Cunha langsung mencuri perhatian pada debutnya bersama Manchester United. Didatangkan dengan mahar £62,5 juta, penyerang asal Brasil itu hanya butuh 20 menit di Old Trafford untuk menunjukkan kualitas istimewanya.

Meski Setan Merah harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Arsenal, performa Cunha meninggalkan kesan kuat di mata para penggemar. Kehadirannya menghadirkan energi baru, karisma, dan kepribadian yang membuat fans percaya ia bisa berkembang menjadi sosok idola baru di klub.

Banyak yang menyebut aura Cunha mengingatkan pada legenda seperti Eric Cantona atau Wayne Rooney. Walau gaya permainannya tidak sama persis, pengaruh yang ia bawa di lapangan memiliki potensi serupa.


Performa dan Karakter di Lapangan

Dalam debutnya, Cunha tampil penuh percaya diri. Sentuhan pertama, kontrol bola rapat, hingga kemampuan melewati lawan membuatnya terlihat menonjol. Ia bahkan sempat memperdaya Riccardo Calafiori, Declan Rice, dan William Saliba dengan kelincahan serta teknik futsal yang dulu ia pelajari di Brasil.

Gerakan khas seperti pirouette ala Zidane menjadi bukti kreativitasnya dalam ruang sempit. Lebih dari itu, Cunha juga menunjukkan mentalitas kuat. Ia aktif menekan lawan, mengejar bola tanpa lelah, hingga menegur pemain Arsenal yang membuang-buang waktu.

Momen kontroversial sempat terjadi ketika Cunha dijatuhkan Saliba di kotak penalti. Wasit tak memberikan hadiah penalti, namun aksinya menegaskan keberanian dan determinasi pemain berusia 26 tahun itu.


Mentalitas dan Rekam Jejak

Cunha bukan pemain yang asing dengan kontroversi. Saat masih membela Bournemouth, ia pernah terlibat insiden headbutt dengan Milos Kerkez yang membuatnya diganjar sanksi tambahan. Meski begitu, ia menunjukkan penyesalan dan belajar dari pengalaman itu.

Ada pula kasus ketika ia mendapat larangan bermain dua laga usai bersitegang dengan petugas keamanan di Ipswich. Namun, Cunha bertanggung jawab dengan mengganti kacamata yang rusak akibat insiden tersebut.

Hal-hal seperti ini menunjukkan bahwa Cunha adalah sosok yang menuntut rasa hormat. Fans United dikenal menyukai pemain dengan sedikit sisi “pemberontak”, meski pelatih Ruben Amorim tentu akan berupaya mengarahkan agresivitas Cunha ke jalur positif di lapangan.


Prospek dan Harapan di MU

Kini, Cunha memiliki kesempatan besar untuk menjadikan Old Trafford sebagai rumahnya. Setelah perjalanan karier yang berliku bersama Sion, RB Leipzig, Hertha BSC, Atletico Madrid, hingga Wolverhampton, ia akhirnya tiba di panggung terbesar sepak bola Inggris.

Dukungan penuh dari Ruben Amorim bisa menjadi kunci bagi Cunha untuk lebih stabil dan konsisten. Rekan setim dan lawan pun memberikan respek pada kualitasnya — bahkan Jamie Vardy pernah memberi pujian khusus secara langsung.

Jika ia mampu menjaga performa dan fokus sepanjang musim, tidak mustahil Matheus Cunha akan tumbuh menjadi idola baru di Manchester United. Energi, kreativitas, dan semangat juangnya adalah modal besar untuk membawa Setan Merah kembali berjaya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Manchester United vs Arsenal: Menang dan Tampil Dominan Mutlak untuk Setan Merah!

0 0
Read Time:3 Minute, 26 Second

Manchester United vs Arsenal: Tekad Setan Merah untuk Tampil Dominan

Pertandingan pembuka Premier League 2025/2026 akan langsung mempertemukan dua tim besar, Manchester United vs Arsenal. Duel panas di Old Trafford ini bukan sekadar laga biasa, melainkan ujian pertama yang akan menentukan arah perjalanan kedua tim di musim baru.

Salah satu pemain yang angkat bicara jelang laga adalah Mason Mount. Gelandang energik Setan Merah itu menegaskan bahwa Manchester United tidak hanya menargetkan kemenangan, tetapi juga harus tampil dominan melawan Arsenal yang menjadi salah satu rival utama mereka.

“Memulai musim baru dengan pertandingan besar seperti ini akan berdampak signifikan bagi kami. Saya pribadi sangat menantikan laga ini,” ujar Mount dalam wawancara eksklusif dengan Inside United.

Wajib Menang dengan Cara Meyakinkan

Mount menekankan pentingnya hasil kemenangan, tetapi ia juga menyoroti cara timnya meraih hasil tersebut. Menurutnya, kemenangan hanya akan terasa sempurna bila diraih dengan permainan penuh intensitas dan penguasaan pertandingan.

“Kami harus mengawali laga dengan baik dan cepat. Bermain dengan intensitas tinggi adalah kuncinya, dan saya yakin kami mampu melakukannya,” tegas Mount.

Ia menambahkan bahwa Manchester United harus mampu menekan Arsenal sejak awal, tidak memberi ruang bagi tim tamu untuk mengembangkan permainan. “Kemenangan harus datang lewat permainan intens dengan pressing tinggi. Kami wajib menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang berbahaya,” lanjutnya.

Pesan Mount tersebut jelas menunjukkan tekad United untuk tidak hanya meraih tiga poin, tetapi juga memberikan pernyataan tegas kepada seluruh rival di Premier League bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi musim ini.

Persiapan Matang di Pra-Musim

Mason Mount juga mengungkapkan bahwa Manchester United menjalani persiapan pramusim dengan fokus tinggi. Berbagai sesi latihan keras sudah dilalui demi menyempurnakan gaya permainan yang diinginkan oleh manajer.

“Kami berlatih keras untuk menerapkan gaya permainan yang diinginkan pelatih. Sekarang saatnya menunjukkan semua itu dalam pertandingan sesungguhnya,” tandas Mount.

United memang bertekad mengawali musim dengan langkah positif setelah beberapa musim terakhir mereka kerap tergelincir di awal kompetisi. Laga melawan Arsenal akan menjadi tolak ukur sejauh mana hasil kerja keras pramusim benar-benar bisa diterapkan di lapangan.

Arsenal Bukan Lawan Mudah

Menghadapi Arsenal tentu tidak bisa dianggap remeh. The Gunners saat ini berada dalam kondisi prima dengan kedalaman skuad yang semakin solid. Mereka juga diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat juara Premier League 2025/2026.

Bagi Manchester United, kemenangan di Old Trafford akan sangat berarti. Selain memulai musim dengan tiga poin, mereka juga bisa mengirim pesan kepada seluruh pesaing bahwa Old Trafford kembali menjadi benteng yang sulit ditaklukkan.

Hampir Full Squad

Kabar baiknya, Manchester United bisa tampil dengan kekuatan hampir penuh. Hanya dua pemain utama yang dipastikan absen, yakni Noussair Mazraoui dan Lisandro Martinez yang masih dalam tahap pemulihan cedera.

Selain mereka, mayoritas skuad United dalam kondisi fit dan siap tempur. Kehadiran pemain baru serta kembalinya para penggawa inti dari cedera menambah optimisme tim untuk menjalani laga besar pertama musim ini.

Pentingnya Start Sempurna

Laga pembuka selalu penting dalam konteks membangun momentum. Manchester United tentu tidak ingin kehilangan poin di kandang sendiri, terlebih lawan yang dihadapi adalah salah satu rival terkuat.

Bagi Mason Mount, memulai musim dengan kemenangan dominan bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal mentalitas dan kepercayaan diri tim. “Pertandingan ini bisa menjadi awal yang luar biasa bagi kami. Jika mampu menang dengan cara meyakinkan, itu akan memberi dorongan besar untuk menjalani musim yang panjang,” katanya.

Prediksi Jalannya Pertandingan

Secara taktikal, Manchester United diperkirakan akan bermain agresif sejak awal dengan pressing tinggi dan tempo cepat. Mason Mount bersama lini tengah United akan menjadi motor utama dalam mendistribusikan bola dan menghubungkan serangan.

Di sisi lain, Arsenal tentu tidak akan tinggal diam. Dengan lini depan yang tajam serta kedalaman skuad yang merata, The Gunners akan berusaha mencuri poin di Old Trafford. Hal ini membuat duel MU vs Arsenal diprediksi berjalan ketat, penuh intensitas, dan sarat gengsi.

Kesimpulan

Pertandingan Manchester United vs Arsenal di pekan pertama Premier League 2025/2026 bukan hanya sekadar laga pembuka, melainkan panggung besar untuk mengukur kesiapan kedua tim. Mason Mount sudah menegaskan bahwa kemenangan dominan adalah target utama Setan Merah.

Apakah United mampu menjawab tekad itu di atas lapangan? Old Trafford akan menjadi saksi apakah Setan Merah benar-benar siap kembali menunjukkan supremasi mereka di Liga Inggris.

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %