Man of the Match Man City vs Leeds United: Phil Foden, Sang Penyelamat di Etihad Stadium

0 0
Read Time:3 Minute, 51 Second

Man City vs Leeds United, Manchester City kembali menunjukkan mental juara mereka setelah meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Leeds United dalam lanjutan pekan ke-13 Premier League 2025/2026. Laga yang berlangsung di Etihad Stadium pada Sabtu (29/11/2025) malam WIB itu menghadirkan tensi tinggi sejak menit pertama, menghadirkan drama lima gol, dan akhirnya menjadikan Phil Foden sebagai pahlawan utama sekaligus Man of the Match.

Pertandingan ini memperlihatkan dua sisi berbeda dari Manchester City: satu sisi memperlihatkan dominasi penguasaan bola seperti biasa. Namun di sisi lain memperlihatkan rentannya lini pertahanan mereka ketika mendapat tekanan balik cepat dari Leeds United. Meski begitu, penampilan luar biasa Phil Foden membuat semua keraguan hilang, terutama ketika ia menjadi aktor utama dalam dua dari tiga gol kemenangan City.

Babak Pertama: Kejutan Kilat dari Phil Foden

Laga baru berjalan beberapa detik ketika Manchester City langsung mengguncang pertahanan Leeds United. Phil Foden membuka keunggulan tuan rumah pada menit pertama setelah menerima umpan matang dari Matheus Nunes. Gol cepat ini menegaskan kualitas City dalam memanfaatkan momen dan menunjukkan betapa efektifnya mereka membongkar tekanan sejak tendangan awal.

Foden tidak hanya mencetak gol, tetapi juga berperan sebagai pusat kreativitas di lini tengah. Ia kerap bergerak bebas, berpindah dari sisi kiri ke tengah, dan menciptakan banyak ruang bagi rekan-rekannya. Pergerakan dinamis ini membuat pertahanan Leeds cukup kewalahan, meski mereka sesekali mampu keluar dan melancarkan serangan balik berbahaya.

Leeds United yang tampil tanpa beban dan mencoba bermain terbuka sempat memberikan perlawanan bagus. Mereka tidak ragu menekan City sejak area tengah dan kerap mencuri bola untuk membangun serangan balik cepat. Dominic Calvert-Lewin bahkan sukses menyamakan kedudukan melalui skema serangan balik yang rapi.

Babak Kedua: Leeds Mengancam, City Tetap Dominan

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan tidak menurun. Manchester City yang terbiasa menguasai bola mendominasi permainan dengan rataan 65–70 persen penguasaan. Namun, Leeds berulang kali membuktikan bahwa mereka bisa memanfaatkan celah di lini pertahanan City yang sering maju terlalu tinggi.

Lukas Nmecha kemudian menambah gol bagi Leeds, membuat pertandingan semakin menegangkan bagi para pendukung tuan rumah. Leeds sebenarnya sempat beberapa kali mengejutkan City lewat kombinasi cepat di lini depan, namun organisasi permainan Manchester City secara keseluruhan tetap terlihat lebih solid dalam penguasaan bola dan membangun serangan.

City akhirnya berhasil menambah gol melalui aksi salah satu pemain depan mereka yang memanfaatkan kemelut di depan gawang. Skor kembali imbang, namun intensitas laga tetap tinggi hingga menit-menit akhir.

Foden Menjadi Penentu Kemenangan di Menit Kritis

Ketika pertandingan seolah akan berakhir dengan skor imbang 2-2, Phil Foden kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain paling menentukan di skuad Pep Guardiola. Pada masa injury time, ketika tekanan dan ekspektasi begitu tinggi, Foden melepaskan tendangan terukur ke pojok gawang Leeds yang tak mampu dibendung kiper lawan.

Gol ini bukan hanya memastikan tiga poin bagi Manchester City, tetapi juga mempertegas peran Foden sebagai pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan pada momen-momen krusial. Dalam usia 25 tahun, kedewasaan bermainnya terlihat jelas dari ketenangan, kecermatan, dan kemampuan memanfaatkan peluang di waktu yang tepat.

Stadion Etihad pun bergemuruh, dan kemenangan dramatis ini membuat City naik ke posisi kedua klasemen sementara Premier League dengan 25 poin dari 13 pertandingan. Sementara itu, Leeds United harus puas tertahan di zona merah dengan 11 poin.

Alasan Phil Foden Layak Menjadi Man of the Match

Premier League menobatkan Phil Foden sebagai Man of the Match dengan perolehan suara mencapai 71 persen dalam voting resmi. Angka tersebut mencerminkan dominasi Foden sepanjang laga dan kontribusinya yang begitu menentukan hasil akhir.

Beberapa catatan penting Foden dalam laga ini antara lain:

  • Mencetak dua gol, termasuk gol penentu kemenangan.
  • Bermain penuh selama 90 menit tanpa penurunan intensitas.
  • Empat kali melepaskan tembakan, dengan dua di antaranya berbuah gol.
  • Akurasi umpan 87 persen, dari 45 percobaan dan 39 di antaranya sukses.
  • Menciptakan satu peluang matang yang hampir berbuah gol.
  • Menjadi motor serangan yang menjaga ritme permainan City.

Statistik tersebut tidak hanya menunjukkan kreativitas Foden dalam menyerang, tetapi juga efektivitasnya sebagai gelandang serang yang bisa menjadi pembeda dalam situasi kritis. Kombinasi visi bermain, kemampuan dribel, dan penyelesaian akhirnya membuatnya tampil sangat menonjol.

Penutup

Man City vs Leeds United, Kemenangan dramatis atas Leeds United ini menjadi salah satu laga terbaik Manchester City di musim 2025/2026 sejauh ini. Selain memperbaiki posisi di klasemen, hasil ini juga menegaskan betapa pentingnya peran Phil Foden dalam struktur permainan City. Dengan performa seperti ini, Foden tidak hanya menjadi pemain terbaik di laga tersebut, tetapi juga menunjukkan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di Premier League.

Manchester City kini kembali ke jalur yang tepat dalam persaingan gelar juara. Jika Foden dan rekan-rekannya bisa mempertahankan konsistensi, peluang City untuk merebut posisi puncak semakin terbuka lebar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Man of the Match Sunderland vs Arsenal: Bukayo Saka Tampil Paling Menonjol

0 0
Read Time:3 Minute, 53 Second

Bukayo Saka kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu winger terbaik di Premier League. Dalam laga panas antara Sunderland vs Arsenal pada pekan ke-11 Premier League 2025/2026, pemain Timnas Inggris tersebut terpilih sebagai Man of the Match setelah tampil dominan di sisi kanan serangan The Gunners. Meski pertandingan berakhir imbang 2-2 dan Arsenal kehilangan kemenangan di masa injury time, kontribusi Saka tetap menjadi sorotan utama.

Pertandingan yang berlangsung di Stadium of Light, Minggu (9/11/2025) dini hari WIB itu menyajikan drama hingga menit akhir. Arsenal yang tampil percaya diri sempat tertinggal lebih dulu, namun berhasil membalikkan keadaan lewat gol Bukayo Saka dan Leandro Trossard. Sayangnya, keunggulan tersebut hilang setelah Sunderland mencetak gol penyeimbang di masa injury time melalui Brian Brobbey.

Hasil ini membuat Arsenal tetap berada di puncak klasemen dengan koleksi 26 poin, sementara Sunderland yang tampil impresif musim ini bertahan di posisi ketiga dengan 19 poin. Walau gagal membawa tiga poin penuh, performa individu Saka tidak bisa diabaikan—baik secara kontribusi ofensif maupun kedisiplinan saat bertahan.


Performa Gemilang Saka: Motor Serangan Arsenal

Sejak menit awal, Arsenal tampil agresif dan mengandalkan kecepatan dua wingers mereka, yakni Leandro Trossard di kiri dan Bukayo Saka di kanan. Namun, Saka tampil lebih eksplosif dengan sejumlah penetrasi yang memaksa pertahanan Sunderland bekerja keras.

Gol Pembalik Momentum

Saka di menit ke-54 menjadi turning point pertandingan. Gol tersebut berawal dari pergerakan Mikel Merino yang jeli melihat ruang kosong di antara dua bek Sunderland. Dengan umpan terukur, Merino mengirim bola ke arah Saka yang berlari masuk ke kotak penalti. Dengan ketenangan tinggi, Saka mengeksekusi bola ke sudut bawah gawang tanpa memberi peluang Robin Roefs untuk menyelamatkan.

Gol itu bukan hanya mengubah keadaan, tetapi juga mengangkat moral seluruh pemain Arsenal. Setelah gol tersebut, intensitas serangan The Gunners meningkat drastis dan membuat Sunderland kesulitan keluar dari tekanan.

Kontribusi dalam Build-up dan Transisi

Selain mencetak gol, Saka berperan besar dalam membangun permainan:

  • Menarik bek lawan keluar dari posisinya
  • Menciptakan overload di sisi kanan
  • Memberikan umpan-umpan progresif ke Merino dan Eze
  • Menghasilkan dua peluang emas yang hampir berbuah gol tambahan

Saat Arsenal kehilangan bola, Saka juga kembali dengan cepat untuk menutup ruang. Hal ini terlihat jelas di babak kedua ketika Sunderland mulai meningkatkan intensitas serangan. Mobilitas dan disiplin bertahan menjadi nilai tambah dalam performanya.


Statistik Saka: Data yang Mengonfirmasi Dominasinya

Menurut data yang dirilis FotMob, Saka mencatat performa komprehensif, baik dalam aspek ofensif maupun defensif. Berikut data lengkapnya:

  • Akurasi umpan: 90% (36 dari 40)
  • Gol: 1
  • xG: 0,52
  • xA: 0,31
  • Peluang tercipta: 2
  • Aksi bertahan: 12

Statistik ini menunjukkan bahwa Saka bukan hanya menjadi ancaman utama dalam serangan, tetapi juga pemain yang bekerja keras dalam fase bertahan. Kombinasi kontribusi di dua fase inilah yang membuatnya meraih suara tertinggi dalam voting Man of the Match di situs resmi Premier League dengan torehan 33 persen suara.


Jalannya Pertandingan: Duel Dua Tim Bertempo Tinggi

Pertandingan ini mempertemukan dua tim yang sedang tampil konsisten. Sunderland, meski berstatus tim promosi dalam beberapa musim terakhir, kini berkembang menjadi tim yang solid dan kompetitif di tangan Regis Le Bris.

Babak Pertama: Sunderland Unggul Lewat Intensitas Tinggi

Sunderland membuka laga dengan tekanan intens. Dengan formasi 5-4-1, mereka bermain kompak dalam bertahan namun cepat melakukan transisi saat menyerang. Arsenal sempat kesulitan menemukan ritme sampai akhirnya Sunderland mencetak gol pertama di pertengahan babak pertama.

Arsenal meningkatkan intensitas permainan menjelang turun minum tetapi belum bisa membongkar pertahanan Sunderland yang rapat.

Babak Kedua: Arsenal Balikkan Kedudukan, Sunderland Balas di Akhir

Arsenal tampil lebih agresif di babak kedua, dan kombinasi Merino–Saka berhasil menyamakan skor. Tidak lama berselang, Trossard mencetak gol kedua yang membawa Arsenal berbalik unggul.

Namun drama terjadi di injury time. Kehilangan konsentrasi di lini belakang membuat Sunderland berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui Brian Brobbey. David Raya tak mampu menghentikan sontekan jarak dekat tersebut.

Hasil akhir 2-2 menjadi cerminan pertandingan yang penuh taktik, intensitas tinggi, dan determinasi dari kedua tim.


Susunan Pemain

Sunderland (5-4-1)

Robin Roefs; Trai Hume, Nordi Mukiele, Dan Ballard, Lutsharel Geertruida, Reinildo Mandava; Enzo Le Fee, Noah Sadiki, Granit Xhaka, Bertrand Traore; Wilson Isidor.
Pelatih: Regis Le Bris

Arsenal (4-3-3)

David Raya; Riccardo Calafiori, Gabriel, William Saliba, Jurrien Timber; Eberechi Eze, Martin Zubimendi, Declan Rice; Leandro Trossard, Mikel Merino, Bukayo Saka.
Pelatih: Mikel Arteta


Kesimpulan

Meski Arsenal gagal meraih kemenangan di detik-detik akhir, performa individu Bukayo Saka tetap menjadi highlight utama laga ini. Dengan kontribusi gol, kreativitas tanpa henti, serta disiplin bertahan, Saka bukan hanya berperan sebagai winger cepat, tetapi juga sebagai komponen vital dalam struktur permainan Mikel Arteta.

Dengan performa seperti ini, tidak mengherankan jika publik dan situs resmi Premier League menjadikannya Man of the Match.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Hasil Sunderland vs Arsenal: Gol di Menit Akhir Bikin The Gunners Gigit Jari

0 0
Read Time:3 Minute, 39 Second

Laga antara Sunderland vs Arsenal pada pekan ke-11 Premier League 2025/2026 berlangsung dramatis dan penuh ketegangan. Pertandingan yang digelar di Stadium of Light pada Minggu (9/11/2025) dini hari WIB ini berakhir dengan skor 2-2, setelah Sunderland mencetak gol penyama kedudukan di detik-detik terakhir pertandingan.

Arsenal sebenarnya berada di atas angin setelah mampu membalikkan keadaan melalui gol Bukayo Saka dan Leandro Trossard. Namun konsentrasi yang menurun di masa injury time membuat kemenangan mereka buyar. Hasil ini menjadi pukulan bagi The Gunners, yang sudah menguasai jalannya laga dan terlihat siap mengamankan tiga poin penuh.

Meski demikian, satu poin tetap membuat Arsenal berada di puncak klasemen Premier League dengan koleksi 26 poin dari 11 pertandingan. Sementara itu, Sunderland kembali menunjukkan bahwa mereka bukan tim kejutan biasa. Dengan mengumpulkan 19 poin, The Black Cats kini nyaman berada di posisi ketiga klasemen, menegaskan performa impresif mereka sepanjang musim.


Babak Pertama: Arsenal Dominan, Sunderland Efektif

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Arsenal langsung mengambil inisiatif serangan. Penguasaan bola mereka mendominasi, bahkan mencapai 65% sepanjang laga, sebuah indikasi jelas bahwa tim asuhan Mikel Arteta datang dengan misi menguasai jalannya pertandingan.

Arsenal memiliki sejumlah peluang berbahaya di babak pertama. Declan Rice hampir membuka skor pada menit ke-15 lewat eksekusi tendangan bebas akurat, tetapi kiper Sunderland, Robin Roefs, tampil sigap dengan penyelamatan gemilang. Tak lama berselang, Eberechi Eze mendapatkan peluang emas, tetapi finishing-nya masih belum menemui sasaran.

Di tengah dominasi Arsenal, Sunderland menunjukkan kedisiplinan dan kecerdikan dalam bertahan. Mereka mengandalkan formasi 5-4-1 yang membuat area pertahanan mereka sulit ditembus. Kesabaran mereka terbayar di menit ke-36. Lewat serangan balik terstruktur, bola mengarah kepada Daniel Ballard yang melepaskan tembakan jarak menengah. Bola meluncur keras ke sisi kanan gawang David Raya, membuat Sunderland unggul 1-0 sekaligus memecah kebuntuan.

Gol tersebut memicu sorak riuh dari suporter tuan rumah yang memenuhi Stadium of Light. Arsenal mencoba merespons dan memperoleh peluang melalui William Saliba menjelang turun minum. Sayangnya, tendangan jarak dekat sang bek justru melambung tinggi dan membuat The Gunners gagal menyamakan kedudukan hingga babak pertama berakhir.


Babak Kedua: Arsenal Bangkit, Sunderland Tak Menyerah

Memasuki babak kedua, Arsenal tampil jauh lebih agresif dan meningkatkan tempo permainan. Martin Zubimendi membuka ancaman lewat tendangan langsung ke arah gawang, tetapi Roefs lagi-lagi tampil kokoh.

Tekanan intens Arsenal akhirnya berbuah hasil pada menit ke-54. Kerja sama kombinatif antara Mikel Merino dan Bukayo Saka berhasil mengoyak sisi pertahanan Sunderland. Saka yang menerima bola di kotak penalti dengan tenang menempatkan bola ke pojok kanan bawah. Skor pun berubah menjadi 1-1.

Gol tersebut membuat momentum bergeser ke kubu Arsenal. The Gunners semakin percaya diri dan terus menekan pertahanan Sunderland. Pada menit ke-74, kebuntuan mereka pecah kembali. Kali ini giliran Leandro Trossard yang mencatatkan namanya di papan skor melalui tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola melengkung dan tak mampu dijangkau Robin Roefs, membuat Arsenal berbalik unggul 2-1.

Setelah unggul, Arsenal tampak berusaha mengontrol tempo, tetapi situasi itu justru membuat mereka kehilangan agresivitas. Sunderland yang butuh poin mulai meningkatkan pressing dan mencoba mencari peluang lewat bola-bola direct dan serangan cepat di sisi sayap.


Gol Penyeimbang Sunderland: Drama di Masa Injury Time

Pertandingan tampak akan berakhir dengan kemenangan Arsenal, tetapi Sunderland tidak menyerah. Tekanan mereka akhirnya berbuah pada menit ke-94 melalui Brian Brobbey, yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Arsenal. Brobbey dengan tenang menaklukkan David Raya dalam situasi satu lawan satu.

Gol tersebut sempat ditinjau oleh VAR untuk memastikan tidak ada pelanggaran ataupun offside. Setelah beberapa saat, VAR menyatakan gol sah dan skor pun berubah menjadi 2-2. Stadium of Light meledak dalam kegembiraan, sedangkan para pemain Arsenal terlihat terpukul karena kehilangan tiga poin di detik-detik akhir.


Statistik Pertandingan Sunderland vs Arsenal

  • Tembakan: 6 – 17
  • Tembakan tepat sasaran: 2 – 7
  • Penguasaan bola: 35% – 65%
  • Pelanggaran: 13 – 13
  • Kartu kuning: 2 – 1
  • Kartu merah: 0 – 0
  • Offside: 2 – 0
  • Tendangan sudut: 2 – 2

Statistik memperlihatkan dominasi Arsenal, tetapi Sunderland jauh lebih efisien dalam mengonversi peluang. Organisasi pertahanan yang solid serta efektivitas transisi menjadi kunci hasil imbang ini.


Susunan Pemain

Sunderland (5-4-1)

Robin Roefs; Trai Hume, Nordi Mukiele, Dan Ballard, Lutsharel Geertruida, Reinildo Mandava; Enzo Le Fée, Noah Sadiki, Granit Xhaka, Bertrand Traoré; Wilson Isidor.
Pelatih: Régis Le Bris

Arsenal (4-3-3)

David Raya; Riccardo Calafiori, Gabriel, William Saliba, Jurriën Timber; Eberechi Eze, Martin Zubimendi, Declan Rice; Leandro Trossard, Mikel Merino, Bukayo Saka.
Pelatih: Mikel Arteta

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Daftar Lengkap Transfer Premier League Musim Panas 2025/2026

0 0
Read Time:5 Minute, 10 Second

Transfer Premier League, Bursa transfer Premier League musim panas 2025/2026 resmi dibuka. Klub-klub Liga Inggris mulai berburu pemain untuk memperkuat skuadnya.

Jendela transfer musim panas ini dibuka dalam dua tahap:

  • 1 Juni hingga 10 Juni 2025 (pukul 01.00 WIB)
  • 16 Juni hingga 1 September 2025 (pukul 01.00 WIB)

Periode ini menjadi momen krusial bagi klub-klub Premier League. Nama-nama besar dipastikan berganti klub, sementara talenta muda juga jadi incaran utama.

Berikut ini update daftar lengkap transfer Premier League musim panas 2025/2026 (data akan terus diperbarui).


Arsenal

Pemain Masuk:

  • Kepa Arrizabalaga (Chelsea)
  • Martin Zubimendi (Real Sociedad)
  • Christian Norgaard (Brentford)
  • Noni Madueke (Chelsea)
  • Cristhian Mosquera (Valencia)
  • Viktor Gyokeres (Sporting CP)

Pemain Keluar:

  • Jorginho (Dilepas)
  • Nathan Butler-Oyedeji (Dilepas)
  • Kieran Tierney (Dilepas)
  • Nuno Tavares (Lazio)
  • Marquinhos (Cruzeiro)
  • Takehiro Tomiyasu (Dilepas)
  • Raheem Sterling (Kembali ke Chelsea)
  • Neto (Kembali ke Bournemouth)
    (dan lainnya: beberapa pemain akademi dilepas)

Aston Villa

Pemain Masuk:

  • Yasin Ozcan (Kasimpasa)
  • Zepiqueno Redmond (Feyenoord)
  • Modou Keba Cisse (LASK)
  • Evann Guessand (Nice)

Pemain Keluar:

  • Robin Olsen (Dilepas)
  • Josh Feeney (Huddersfield)
  • Philippe Coutinho (Vasco da Gama)
  • Jacob Ramsey (Newcastle)
  • Leon Bailey (AS Roma)
    (dan lainnya)

Bournemouth

Pemain Masuk:

  • Eli Junior Kroupi (Lorient)
  • Adrien Truffert (Rennes)
  • Marco Bizot (Brest)
  • Djordje Petrovic (Chelsea)
  • Ben Doak (Liverpool)
  • Amine Adli (Bayer Leverkusen)

Pemain Keluar:

  • Dean Huijsen (Real Madrid)
  • Jaidon Anthony (Burnley)
  • Neto (Botafogo)
  • Illia Zabarnyi (PSG)
  • Dango Ouattara (Brentford)
    (dan lainnya)

Brentford

Pemain Masuk:

  • Michael Kayode (Fiorentina)
  • Caoimhin Kelleher (Liverpool)
  • Jordan Henderson (Ajax)
  • Dango Ouattara (Bournemouth)

Pemain Keluar:

  • Christian Norgaard (Arsenal)
  • Bryan Mbeumo (Manchester United)
  • Mads Roerslev (Southampton)
    (dan lainnya)

Brighton & Hove Albion

Pemain Masuk:

  • Tom Watson (Sunderland)
  • Yun Do-young (Daejon Hana Citizen)
  • Olivier Boscagli (PSV)
  • Maxim De Cuyper (Club Brugge)

Pemain Keluar:

  • Joao Pedro (Chelsea)
  • Evan Ferguson (AS Roma)
  • Pervis Estupinan (AC Milan)
  • Andrew Moran (LAFC)
    (dan lainnya)

Burnley

Pemain Masuk:

  • Bashir Humphreys (Chelsea)
  • Marcus Edwards (Sporting CP)
  • Kyle Walker (Manchester City)
  • Armando Broja (Chelsea)

Pemain Keluar:

  • James Trafford (Manchester City)
  • Luca Koleosho (Espanyol)
  • Han-Noah Massengo (Augsburg)
    (dan lainnya)

Chelsea

Pemain Masuk:

  • Estevao Willian (Palmeiras)
  • Dario Essugo (Sporting CP)
  • Joao Pedro (Brighton)
  • Jorrel Hato (Ajax)

Pemain Keluar:

  • Kepa Arrizabalaga (Arsenal)
  • Noni Madueke (Arsenal)
  • Joao Felix (Al Nassr)
  • Kiernan Dewsbury-Hall (Everton)
  • Armando Broja (Burnley)
    (dan lainnya)

Crystal Palace

Pemain Masuk:

  • Walter Benitez (PSV)
  • Borna Sosa (Ajax)

Pemain Keluar:

  • Joel Ward (Dilepas)
  • Jeffrey Schlupp (Dilepas)
  • Rob Holding (Dilepas)
    (dan lainnya)

Everton

Pemain Masuk:

  • Charly Alcaraz (Flamengo)
  • Thierno Barry (Villarreal)
  • Mark Travers (Bournemouth)
  • Adam Aznou (Bayern Munchen)
  • Kiernan Dewsbury-Hall (Chelsea)
  • Jack Grealish (Manchester City)
  • Reuben Gokah (Charlton Athletic)
  • Tom King (Wolves)

Pemain Keluar:

  • Ashley Young (Dilepas)
  • Asmir Begovic (Dilepas)
  • Joao Virginia (Dilepas)
  • Abdoulaye Doucoure (Dilepas)
  • Jack Harrison (Kembali ke Leeds)
  • Jesper Lindstrom (Kembali ke Napoli)
  • Armando Broja (Kembali ke Chelsea)
  • Mason Holgate (Dilepas)
  • Neal Maupay (Dilepas)
  • Dominic Calvert-Lewin (Dilepas)
    (dan lainnya)

Fulham

Pemain Masuk:

  • Benjamin Lecomte (Montpellier)

Pemain Keluar:

  • Carlos Vinicius (Dilepas)
  • Willian (Dilepas)
  • Steven Benda (Millwall)
  • Callum Osmand (Celtic)
  • Luke Harris (Oxford)
    (dan lainnya)

Leeds United

Pemain Masuk:

  • Lukas Nmecha (Wolfsburg)
  • Jaka Bijol (Udinese)
  • Gabriel Gudmundsson (Lille)
  • Sean Longstaff (Newcastle)
  • Anton Stach (TSG Hoffenheim)
  • Lucas Perri (Lyon)
  • Dominic Calvert-Lewin (Everton)
  • Noah Okafor (AC Milan)

Pemain Keluar:

  • Josuha Guilavogui (Dilepas)
  • Manor Solomon (Kembali ke Tottenham)
  • Max Wober (Werder Bremen)
  • Mateo Joseph (RCD Mallorca)
  • Joe Gelhardt (Hull City)
    (dan lainnya)

Liverpool

Pemain Masuk:

  • Giorgi Mamardashvili (Valencia)
  • Jeremie Frimpong (Bayer Leverkusen)
  • Florian Wirtz (Bayer Leverkusen)
  • Milos Kerkez (Bournemouth)
  • Hugo Ekitike (Eintracht Frankfurt)
  • Freddie Woodman (Preston North End)
  • Giovanni Leoni (Parma)

Pemain Keluar:

  • Trent Alexander-Arnold (Dilepas)
  • Caoimhin Kelleher (Brentford)
  • Vitezslav Jaros (Ajax)
  • Jarell Quansah (Bayer Leverkusen)
  • Luis Diaz (Bayern Munchen)
  • Darwin Nunez (Al-Hilal)
  • Ben Doak (Bournemouth)
    (dan lainnya)

Manchester City

Pemain Masuk:

  • Rayan Ait-Nouri (Wolves)
  • Marcus Bettinelli (Chelsea)
  • Rayan Cherki (Lyon)
  • Tijjani Reijnders (AC Milan)
  • Sverre Nypan (Rosenborg)
  • James Trafford (Burnley)

Pemain Keluar:

  • Kevin De Bruyne (Dilepas)
  • Scott Carson (Dilepas)
  • Kyle Walker (Burnley)
  • James McAtee (Nottingham Forest)
  • Jack Grealish (Everton)
  • Claudio Echeverri (Bayer Leverkusen)
    (dan lainnya)

Manchester United

Pemain Masuk:

  • Matheus Cunha (Wolves)
  • Diego Leon (Cerro Porteno)
  • Bryan Mbeumo (Brentford)
  • Benjamin Sesko (RB Leipzig)

Pemain Keluar:

  • Christian Eriksen (Dilepas)
  • Jonny Evans (Dilepas)
  • Victor Lindelof (Dilepas)
  • Marcus Rashford (Barcelona)
    (dan lainnya)

Newcastle United

Pemain Masuk:

  • Antonio Cordero (Malaga)
  • Anthony Elanga (Nottingham Forest)
  • Seung-soo Park (Suwon Bluewings)
  • Aaron Ramsdale (Southampton)
  • Malick Thiaw (AC Milan)
  • Jacob Ramsey (Aston Villa)

Pemain Keluar:

  • Jamal Lewis (Dilepas)
  • Lloyd Kelly (Juventus)
  • Sean Longstaff (Leeds)
  • Martin Dubravka (Burnley)
    (dan lainnya)

Nottingham Forest

Pemain Masuk:

  • Igor Jesus (Botafogo)
  • Cherif Yaya (Rio Ave)
  • Dan Ndoye (Bologna)
  • Omari Hutchinson (Ipswich Town)
  • James McAtee (Manchester City)
  • Arnaud Kalimuendo (Rennes)
  • Douglas Luiz (Juventus)

Pemain Keluar:

  • Harry Toffolo (Dilepas)
  • Andrew Omobamidele (Strasbourg)
  • Anthony Elanga (Newcastle)
  • Matt Turner (Lyon)
  • Carlos Miguel (Palmeiras)
    (dan lainnya)

Sunderland

Pemain Masuk:

  • Enzo Le Fee (AS Roma)
  • Habib Diarra (Strasbourg)
  • Reinildo Mandava (Atletico Madrid)
  • Simon Adingra (Brighton)
  • Granit Xhaka (Bayer Leverkusen)
  • Marc Guiu (Chelsea)
  • Nordi Mukiele (PSG)

Pemain Keluar:

  • Jobe Bellingham (Borussia Dortmund)
  • Pierre Ekwah (Saint-Etienne)
  • Nathan Bishop (Wimbledon)
    (dan lainnya)

Tottenham Hotspur

Pemain Masuk:

  • Luka Vuskovic (Hajduk Split)
  • Kevin Danso (RC Lens)
  • Mathys Tel (Bayern Munchen)
  • Mohammed Kudus (West Ham)
  • Joao Palhinha (Bayern Munchen)

Pemain Keluar:

  • Fraser Forster (Dilepas)
  • Sergio Reguilon (Dilepas)
  • Timo Werner (Kembali ke RB Leipzig)
  • Son Heung-min (LAFC)
  • Alejo Veliz (Rosario Central)
  • Ashley Phillips (Stoke City)
    (dan lainnya)

West Ham United

Pemain Masuk:

  • Jean-Clair Todibo (Nice)
  • Daniel Cummings (Celtic)
  • Kyle Walker-Peters (Southampton)
  • Callum Wilson (Newcastle)
  • Mads Hermansen (Leicester City)

Pemain Keluar:

  • Aaron Cresswell (Dilepas)
  • Lukasz Fabianski (Dilepas)
  • Vladimir Coufal (Dilepas)
  • Carlos Soler (Kembali ke PSG)
  • Mohammed Kudus (Tottenham)
  • Kurt Zouma (Dilepas)
  • Michail Antonio (Dilepas)
    (dan lainnya)

Wolverhampton Wanderers

Pemain Masuk:

  • Hugo Bueno (Kembali dari pinjaman)
  • Fer Lopez (Celta Vigo)
  • Jorgen Strand Larsen (Celta Vigo)
  • Jhon Arias (Fluminense)
  • David Moller Wolfe (AZ Alkmaar)
  • Jackson Tchatchoua (Verona)

Pemain Keluar:

  • Matheus Cunha (Manchester United)
  • Craig Dawson (Dilepas)
  • Rayan Ait-Nouri (Manchester City)
  • Nelson Semedo (Dilepas)
  • Goncalo Guedes (Real Sociedad)
  • Tom King (Everton)
    (dan lainnya)

Kesimpulan

Bursa transfer musim panas Premier League 2025/2026 menghadirkan kejutan besar. Perpindahan pemain bintang seperti Marcus Rashford ke Barcelona, Luis Diaz ke Bayern Munchen, Son Heung-min ke LAFC, dan Kevin De Bruyne yang dilepas City, membuat kompetisi musim baru dipastikan akan semakin panas dan kompetitif.

Update transfer ini akan terus diperbarui hingga penutupan jendela transfer pada 1 September 2025.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Debut Gemilang, Matheus Cunha Siap Jadi Idola Baru di Manchester United

0 0
Read Time:2 Minute, 6 Second

Matheus Cunha langsung mencuri perhatian pada debutnya bersama Manchester United. Didatangkan dengan mahar £62,5 juta, penyerang asal Brasil itu hanya butuh 20 menit di Old Trafford untuk menunjukkan kualitas istimewanya.

Meski Setan Merah harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Arsenal, performa Cunha meninggalkan kesan kuat di mata para penggemar. Kehadirannya menghadirkan energi baru, karisma, dan kepribadian yang membuat fans percaya ia bisa berkembang menjadi sosok idola baru di klub.

Banyak yang menyebut aura Cunha mengingatkan pada legenda seperti Eric Cantona atau Wayne Rooney. Walau gaya permainannya tidak sama persis, pengaruh yang ia bawa di lapangan memiliki potensi serupa.


Performa dan Karakter di Lapangan

Dalam debutnya, Cunha tampil penuh percaya diri. Sentuhan pertama, kontrol bola rapat, hingga kemampuan melewati lawan membuatnya terlihat menonjol. Ia bahkan sempat memperdaya Riccardo Calafiori, Declan Rice, dan William Saliba dengan kelincahan serta teknik futsal yang dulu ia pelajari di Brasil.

Gerakan khas seperti pirouette ala Zidane menjadi bukti kreativitasnya dalam ruang sempit. Lebih dari itu, Cunha juga menunjukkan mentalitas kuat. Ia aktif menekan lawan, mengejar bola tanpa lelah, hingga menegur pemain Arsenal yang membuang-buang waktu.

Momen kontroversial sempat terjadi ketika Cunha dijatuhkan Saliba di kotak penalti. Wasit tak memberikan hadiah penalti, namun aksinya menegaskan keberanian dan determinasi pemain berusia 26 tahun itu.


Mentalitas dan Rekam Jejak

Cunha bukan pemain yang asing dengan kontroversi. Saat masih membela Bournemouth, ia pernah terlibat insiden headbutt dengan Milos Kerkez yang membuatnya diganjar sanksi tambahan. Meski begitu, ia menunjukkan penyesalan dan belajar dari pengalaman itu.

Ada pula kasus ketika ia mendapat larangan bermain dua laga usai bersitegang dengan petugas keamanan di Ipswich. Namun, Cunha bertanggung jawab dengan mengganti kacamata yang rusak akibat insiden tersebut.

Hal-hal seperti ini menunjukkan bahwa Cunha adalah sosok yang menuntut rasa hormat. Fans United dikenal menyukai pemain dengan sedikit sisi “pemberontak”, meski pelatih Ruben Amorim tentu akan berupaya mengarahkan agresivitas Cunha ke jalur positif di lapangan.


Prospek dan Harapan di MU

Kini, Cunha memiliki kesempatan besar untuk menjadikan Old Trafford sebagai rumahnya. Setelah perjalanan karier yang berliku bersama Sion, RB Leipzig, Hertha BSC, Atletico Madrid, hingga Wolverhampton, ia akhirnya tiba di panggung terbesar sepak bola Inggris.

Dukungan penuh dari Ruben Amorim bisa menjadi kunci bagi Cunha untuk lebih stabil dan konsisten. Rekan setim dan lawan pun memberikan respek pada kualitasnya — bahkan Jamie Vardy pernah memberi pujian khusus secara langsung.

Jika ia mampu menjaga performa dan fokus sepanjang musim, tidak mustahil Matheus Cunha akan tumbuh menjadi idola baru di Manchester United. Energi, kreativitas, dan semangat juangnya adalah modal besar untuk membawa Setan Merah kembali berjaya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Manchester United vs Arsenal: Menang dan Tampil Dominan Mutlak untuk Setan Merah!

0 0
Read Time:3 Minute, 26 Second

Manchester United vs Arsenal: Tekad Setan Merah untuk Tampil Dominan

Pertandingan pembuka Premier League 2025/2026 akan langsung mempertemukan dua tim besar, Manchester United vs Arsenal. Duel panas di Old Trafford ini bukan sekadar laga biasa, melainkan ujian pertama yang akan menentukan arah perjalanan kedua tim di musim baru.

Salah satu pemain yang angkat bicara jelang laga adalah Mason Mount. Gelandang energik Setan Merah itu menegaskan bahwa Manchester United tidak hanya menargetkan kemenangan, tetapi juga harus tampil dominan melawan Arsenal yang menjadi salah satu rival utama mereka.

“Memulai musim baru dengan pertandingan besar seperti ini akan berdampak signifikan bagi kami. Saya pribadi sangat menantikan laga ini,” ujar Mount dalam wawancara eksklusif dengan Inside United.

Wajib Menang dengan Cara Meyakinkan

Mount menekankan pentingnya hasil kemenangan, tetapi ia juga menyoroti cara timnya meraih hasil tersebut. Menurutnya, kemenangan hanya akan terasa sempurna bila diraih dengan permainan penuh intensitas dan penguasaan pertandingan.

“Kami harus mengawali laga dengan baik dan cepat. Bermain dengan intensitas tinggi adalah kuncinya, dan saya yakin kami mampu melakukannya,” tegas Mount.

Ia menambahkan bahwa Manchester United harus mampu menekan Arsenal sejak awal, tidak memberi ruang bagi tim tamu untuk mengembangkan permainan. “Kemenangan harus datang lewat permainan intens dengan pressing tinggi. Kami wajib menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang berbahaya,” lanjutnya.

Pesan Mount tersebut jelas menunjukkan tekad United untuk tidak hanya meraih tiga poin, tetapi juga memberikan pernyataan tegas kepada seluruh rival di Premier League bahwa mereka siap bersaing di level tertinggi musim ini.

Persiapan Matang di Pra-Musim

Mason Mount juga mengungkapkan bahwa Manchester United menjalani persiapan pramusim dengan fokus tinggi. Berbagai sesi latihan keras sudah dilalui demi menyempurnakan gaya permainan yang diinginkan oleh manajer.

“Kami berlatih keras untuk menerapkan gaya permainan yang diinginkan pelatih. Sekarang saatnya menunjukkan semua itu dalam pertandingan sesungguhnya,” tandas Mount.

United memang bertekad mengawali musim dengan langkah positif setelah beberapa musim terakhir mereka kerap tergelincir di awal kompetisi. Laga melawan Arsenal akan menjadi tolak ukur sejauh mana hasil kerja keras pramusim benar-benar bisa diterapkan di lapangan.

Arsenal Bukan Lawan Mudah

Menghadapi Arsenal tentu tidak bisa dianggap remeh. The Gunners saat ini berada dalam kondisi prima dengan kedalaman skuad yang semakin solid. Mereka juga diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat juara Premier League 2025/2026.

Bagi Manchester United, kemenangan di Old Trafford akan sangat berarti. Selain memulai musim dengan tiga poin, mereka juga bisa mengirim pesan kepada seluruh pesaing bahwa Old Trafford kembali menjadi benteng yang sulit ditaklukkan.

Hampir Full Squad

Kabar baiknya, Manchester United bisa tampil dengan kekuatan hampir penuh. Hanya dua pemain utama yang dipastikan absen, yakni Noussair Mazraoui dan Lisandro Martinez yang masih dalam tahap pemulihan cedera.

Selain mereka, mayoritas skuad United dalam kondisi fit dan siap tempur. Kehadiran pemain baru serta kembalinya para penggawa inti dari cedera menambah optimisme tim untuk menjalani laga besar pertama musim ini.

Pentingnya Start Sempurna

Laga pembuka selalu penting dalam konteks membangun momentum. Manchester United tentu tidak ingin kehilangan poin di kandang sendiri, terlebih lawan yang dihadapi adalah salah satu rival terkuat.

Bagi Mason Mount, memulai musim dengan kemenangan dominan bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal mentalitas dan kepercayaan diri tim. “Pertandingan ini bisa menjadi awal yang luar biasa bagi kami. Jika mampu menang dengan cara meyakinkan, itu akan memberi dorongan besar untuk menjalani musim yang panjang,” katanya.

Prediksi Jalannya Pertandingan

Secara taktikal, Manchester United diperkirakan akan bermain agresif sejak awal dengan pressing tinggi dan tempo cepat. Mason Mount bersama lini tengah United akan menjadi motor utama dalam mendistribusikan bola dan menghubungkan serangan.

Di sisi lain, Arsenal tentu tidak akan tinggal diam. Dengan lini depan yang tajam serta kedalaman skuad yang merata, The Gunners akan berusaha mencuri poin di Old Trafford. Hal ini membuat duel MU vs Arsenal diprediksi berjalan ketat, penuh intensitas, dan sarat gengsi.

Kesimpulan

Pertandingan Manchester United vs Arsenal di pekan pertama Premier League 2025/2026 bukan hanya sekadar laga pembuka, melainkan panggung besar untuk mengukur kesiapan kedua tim. Mason Mount sudah menegaskan bahwa kemenangan dominan adalah target utama Setan Merah.

Apakah United mampu menjawab tekad itu di atas lapangan? Old Trafford akan menjadi saksi apakah Setan Merah benar-benar siap kembali menunjukkan supremasi mereka di Liga Inggris.

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %