Lamine Yamal Panaskan El Clasico: Sebut Real Madrid Sebagai Maling!

0 0
Read Time:2 Minute, 15 Second

Lamine Yamal Panaskan El Clasico dengan Komentar Pedas

Barcelona kembali mencuri perhatian jelang laga panas El Clasico melawan Real Madrid akhir pekan ini. Bukan karena taktik atau kondisi pemain, melainkan karena komentar pedas Lamine Yamal yang membuat situasi semakin panas dan penuh kontroversi.

Pemain berusia 18 tahun itu secara terbuka menyebut Real Madrid sebagai tim yang “mencuri dan mengeluh.” Komentar ini sontak menyulut perdebatan di kalangan fans dan media Spanyol hanya beberapa hari sebelum Barcelona bertandang ke Santiago Bernabéu, pada Minggu (26/10) malam WIB.

Dengan tensi rivalitas antara kedua klub yang memang sudah tinggi, ucapan Yamal itu seperti menyiram bensin ke api rivalitas abadi El Clasico.


Olok-Olok Lamine Yamal untuk Real Madrid

Dalam wawancara yang tayang di kanal YouTube Kings League, Lamine Yamal menuduh Real Madrid “mencuri dan mengeluh”. Ucapan ini dianggap sebagai sindiran terhadap rekor buruk Los Blancos dalam beberapa pertemuan terakhir melawan Barcelona.

Ketika ditanya tentang kontroversi wasit yang sempat membuat Presiden Barcelona, Joan Laporta, menyinggung adanya “pihak ketiga” yang ikut campur di La Liga, Yamal menjawab dengan nada sinis:

“Ya, mereka mencuri, mereka mengeluh, mereka melakukan berbagai hal.”

Ketika diminta klarifikasi, Yamal hanya menimpali dengan senyum dan berkata, “Sial, lihat saja.”
Komentar itu pun viral di media sosial dan memicu reaksi keras dari para pendukung Real Madrid.


Ronald Araujo Pasang Badan untuk Lamine Yamal

Di tengah sorotan publik dan kontroversi yang memanas, bek tangguh Ronald Araujo tampil memberikan pembelaan terhadap rekan mudanya tersebut. Dalam wawancara bersama Movistar+, Araujo menegaskan bahwa Yamal tetap profesional dan fokus berlatih.

“Lamine Yamal sangat profesional. Dia berlatih dengan baik, dan apa yang dia lakukan dalam pertandingan, dia juga lakukan dalam latihan. Dia berlari, dia mencetak gol,” ujar Araujo.

Pemain asal Uruguay itu juga menilai publik terlalu berlebihan dalam menyoroti kehidupan pribadi sang wonderkid.

“Ada banyak perdebatan di luar lapangan, tetapi yang terpenting adalah apa yang dia lakukan di lapangan. Dia masih muda dan menghadapi banyak tekanan karena dia adalah salah satu pemain terbaik di dunia,” tegas Araujo.


Rivalitas Abadi yang Tak Pernah Padam

El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona selalu menjadi panggung penuh emosi, gengsi, dan sejarah panjang persaingan dua kekuatan terbesar di sepak bola Spanyol.

Pernyataan Lamine Yamal menambah bumbu panas jelang laga yang selalu ditunggu oleh jutaan penggemar di seluruh dunia. Terlepas dari kontroversi yang ada, El Clasico kali ini diyakini akan menghadirkan pertandingan penuh tensi tinggi dan aksi spektakuler di atas lapangan.


Kesimpulan

Lamine Yamal kembali membuktikan bahwa dirinya bukan hanya pemain muda berbakat, tetapi juga sosok yang berani bersuara. Namun, komentarnya yang tajam menjelang El Clasico membuat atmosfer pertandingan semakin panas.

Kini, semua mata tertuju ke Santiago Bernabéu — apakah Yamal mampu membuktikan kata-katanya di lapangan, atau justru komentar itu akan menjadi bumerang bagi Barcelona?

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

3 Titik Lemah Real Madrid Terungkap Usai Kekalahan Telak dari Atletico Madrid

0 0
Read Time:2 Minute, 42 Second

Real Madrid mengalami malam yang sangat mengecewakan di pekan ke-7 La Liga 2025/2026, setelah dibantai dengan skor 2-5 oleh Atletico Madrid dalam Derby Madrid yang berlangsung di Stadion Metropolitano. Sabtu (27/9) malam WIB. Kekalahan ini tidak hanya menyakitkan dari segi skor, tetapi juga mengungkapkan kelemahan-kelemahan nyata yang harus segera diperbaiki oleh Los Blancos.

Gol-gol kemenangan Atletico dicetak oleh Robin Le Normand, Alexander Sorloth, Julian Alvarez (dua gol), dan Antoine Griezmann. Sementara itu, Real Madrid hanya mampu membalas dengan dua gol dari Kylian Mbappe dan Arda Güler. Meskipun sebelumnya tampil impresif di awal musim, kekalahan ini menunjukkan bahwa Real Madrid masih memiliki masalah besar yang perlu diatasi.

1. Masalah Pertahanan Bola Mati yang Kronis

Salah satu kelemahan terbesar yang terlihat jelas dalam kekalahan ini adalah kerentanannya Real Madrid dalam menghadapi situasi bola mati. Dari lima gol yang bersarang ke gawang Thibaut Courtois, empat di antaranya berawal dari skema bola mati atau situasi yang terjadi setelahnya.

Keberhasilan Atletico memanfaatkan tendangan bebas, lemparan ke dalam, hingga penalti, menunjukkan betapa buruknya organisasi pertahanan Real Madrid. Setiap momen bola mati menjadi ancaman nyata bagi tim asuhan Xabi Alonso. Jika Los Blancos ingin kembali bersaing di level tertinggi, mereka harus segera memperbaiki kelemahan ini. Terutama dalam pertandingan besar yang menuntut konsentrasi tinggi di setiap detik.

2. Álvaro Carreras Gagal Menunjukkan Kualitas di Ujian Besar

Álvaro Carreras, bek kiri 22 tahun yang baru bergabung musim ini, tampil mengecewakan dalam pertandingan ini. Carreras, yang diberi tugas untuk mengatasi serangan di sisi kanan Atletico, kesulitan untuk mengatasi gerakan cepat Pablo Barrios dan sering kehilangan posisi.

Salah satu momen buruk terjadi saat Sorloth berhasil mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan kelemahan Carreras dalam mengantisipasi bola mati. Ketidakmampuan Carreras untuk menjaga posisi dengan baik di kotak penalti juga menjadi salah satu faktor yang membuat pertahanan Real Madrid mudah ditembus. Performa ini jelas menjadi catatan penting bagi Xabi Alonso. Mengingat Ferland Mendy yang sudah mulai pulih dan bisa menjadi opsi pengganti.

3. Jude Bellingham Tidak Memberikan Dampak yang Diharapkan

Kembalinya Jude Bellingham ke lini tengah Real Madrid setelah absen beberapa waktu sempat diharapkan bisa memberikan dorongan positif bagi tim. Namun, Bellingham lebih banyak terlibat dalam pekerjaan defensif ketimbang peran utama yang seharusnya dia jalani sebagai pengatur serangan.

Bellingham tercatat melakukan lima tekel—tertinggi di antara pemain-pemain lainnya—dan bahkan beberapa kali terpaksa turun ke kotak penalti untuk mencegah gawang Courtois kebobolan lebih banyak. Meski tampil solid di lini belakang, kontribusi Bellingham di lini serang sangat minim. Bagi Real Madrid, Bellingham seharusnya menjadi motor ofensif, bukan hanya seorang pemain yang lebih sering membantu pertahanan.

Apa yang Harus Dilakukan Real Madrid?

Kekalahan ini menjadi cermin bagi Real Madrid bahwa meskipun memiliki pemain-pemain bintang, mereka tetap memiliki kekurangan yang bisa dimanfaatkan lawan, terutama dalam pertandingan-pertandingan besar. Untuk kembali ke jalur kemenangan, Real Madrid harus segera memperbaiki organisasi pertahanan, terutama dalam menghadapi bola mati. Selain itu, Xabi Alonso harus menemukan solusi untuk mengoptimalkan peran Jude Bellingham agar kontribusinya lebih terasa di lini serang, bukan hanya sekadar sebagai pelapis di lini pertahanan.

Real Madrid harus segera bangkit dari kekalahan ini jika ingin terus bersaing di puncak klasemen La Liga dan meraih trofi-trofi besar yang mereka incar. Baca juga, Informasi Lengkap Seputar Dunia Sepak Bola Internasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Derby Madrid Jadi Bencana untuk Real Madrid: Kekalahan Telak dan Potensi Krisis Pemain di Lini Belakang

0 0
Read Time:3 Minute, 46 Second

Real Madrid menghadapi pukulan telak dalam pertandingan Derby Madrid pada pekan ke-7 La Liga 2025/2026, yang digelar di Stadion Metropolitano, Sabtu (27/9). 2-5 dari Atletico Madrid ini bukan hanya menyakitkan karena hasil pertandingan. Tetapi juga menyisakan ancaman krisis di lini belakang, yang kali ini datang dengan cederanya dua bek utama mereka, Eder Militao dan Dani Carvajal.

Kekalahan Pahit dan Kepergian Bek Utama

Kekalahan 2-5 ini menjadi tamparan keras bagi Real Madrid. Meski memiliki pemain berkualitas tinggi, pertahanan mereka terlihat rapuh. Dan Thibaut Courtois harus kebobolan lima gol dari rival sekotanya, sesuatu yang sangat jarang terjadi dalam sejarah Derby Madrid. Los Blancos tampak kesulitan menghalau serangan Atletico, yang tampil sangat efisien.

Pada babak pertama, Eder Militao terpaksa meninggalkan lapangan setelah mengalami cedera pergelangan kaki usai berduel dengan Alexander Sorloth. Kehilangan Militao di lini pertahanan tentu menambah tekanan besar bagi tim. Karena Militao merupakan salah satu bek tengah andalan yang kerap menjaga stabilitas pertahanan Real Madrid.

Tak lama setelah itu, Dani Carvajal, yang juga merupakan pilar pertahanan penting bagi Los Blancos, mengalami cedera pada kaki kanannya. Carvajal digantikan oleh Eduardo Camavinga pada menit ke-59. Kepergian kedua bek utama ini memperburuk keadaan bagi Real Madrid, yang sebelumnya sudah dihadapkan pada krisis pemain di lini belakang.

Krisis Pertahanan yang Kembali Menghantui

Real Madrid sepertinya tidak belajar dari musim lalu, di mana krisis cedera di lini belakang sangat mempengaruhi performa mereka. Pada musim sebelumnya, absennya beberapa pemain penting, termasuk bek-bek utama, menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penurunan performa yang signifikan. Kini, di musim 2025/2026, situasi serupa kembali mengancam Los Blancos.

Selain Militao dan Carvajal, Antonio Rüdiger, Trent Alexander-Arnold, dan Ferland Mendy sudah lebih dulu absen karena cedera. Ini meninggalkan Xabi Alonso, pelatih Real Madrid, dengan stok bek yang semakin menipis. Jika kedua pemain yang cedera ini harus menepi dalam waktu yang lama, maka hanya tinggal tiga bek tengah yang fit. Yaitu David Alaba, Dean Huijsen, dan Raul Asencio.

Namun, kondisi David Alaba sangat memprihatinkan, karena ia hanya bermain selama 10 menit di musim ini. Ini berarti Alonso tidak bisa mengandalkan Alaba untuk membantu memperkuat pertahanan. Dalam situasi ini, Alonso mungkin harus mempertimbangkan untuk menggunakan gelandang-gelandang seperti. Aurélien Tchouaméni atau Federico Valverde sebagai bek, sebagaimana yang pernah dia lakukan pada musim lalu.

Ujian Berat Bagi Xabi Alonso

Cedera yang dialami Militao dan Carvajal jelas menjadi ujian besar bagi Xabi Alonso. Di tengah tekanan untuk kembali bersaing di papan atas La Liga, absennya dua bek utama ini bisa menggoyahkan konsistensi permainan Real Madrid, yang selama ini dikenal memiliki pertahanan solid. Kini, Alonso harus segera mencari solusi jangka pendek untuk mengatasi krisis ini.

Solusi sementara ini mungkin tidak akan cukup untuk mengatasi masalah jangka panjang, mengingat absennya pemain-pemain inti akan berdampak besar terhadap kekuatan tim secara keseluruhan. Keputusan yang akan diambil Alonso dalam beberapa pertandingan ke depan sangat krusial untuk menjaga posisi Real Madrid di klasemen La Liga.

Menghindari Krisis Seperti Musim Lalu

Musim lalu, krisis di lini belakang menjadi salah satu penyebab utama kegagalan Real Madrid untuk meraih trofi, bahkan yang paling penting, gelar La Liga. Pada saat itu, cedera yang menimpa bek-bek utama mereka memaksa pelatih Carlo Ancelotti untuk menggunakan berbagai eksperimen dalam komposisi pertahanan. Hasilnya, tim kesulitan menemukan kestabilan di lini belakang, yang berujung pada penurunan performa.

Xabi Alonso tentu tidak ingin mengulang kisah yang sama. Untuk itu, dia harus segera mencari solusi yang efektif agar pertahanan Real Madrid tetap kokoh, bahkan dalam situasi yang sulit sekalipun. Dalam beberapa pekan ke depan, fokus utama Alonso adalah memastikan bahwa cedera Militao dan Carvajal tidak terlalu parah dan memastikan para pemain cadangan siap untuk mengambil alih peran mereka di lini belakang.

Harapan untuk Pemulihan Segera

Satu-satunya harapan bagi Real Madrid saat ini adalah untuk segera mendapatkan kabar baik mengenai kondisi Militao dan Carvajal. Tim medis Real Madrid akan segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sejauh mana cedera yang dialami kedua pemain tersebut. Jika ternyata keduanya tidak mengalami cedera serius, Alonso dapat sedikit merasa lebih lega. Namun, jika kondisinya lebih buruk dari yang diperkirakan, maka Real Madrid harus mempersiapkan diri menghadapi krisis yang lebih besar di lini belakang.

Bagi para penggemar Real Madrid, situasi ini tentu menjadi momen yang penuh kecemasan. Namun, di balik tantangan ini, ada harapan bahwa tim akan segera bangkit dan menemukan solusi jangka panjang. Keberhasilan Xabi Alonso dalam mengelola situasi krisis ini akan sangat menentukan apakah Los Blancos dapat mempertahankan posisi mereka di papan atas La Liga atau bahkan meraih trofi pada akhir musim nanti. Baca juga, Informasi Seputar Dunia Sepak Bola Internasional.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Arda Guler Terpilih Man of the Match Real Madrid vs Real Mallorca: Kemenangan 2-1 yang Mengesankan

0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

Arda Guler berhasil terpilih sebagai Man of the Match dalam kemenangan Real Madrid atas Real Mallorca dengan skor 2-1 pada laga La Liga 2025/2026 jornada 3 di Santiago Bernabeu, pada Minggu (31/8/2025) dini hari WIB. Meskipun ada beberapa gol yang dianulir oleh wasit, mentalitas Los Blancos tetap terjaga, dan mereka akhirnya berhasil meraih kemenangan kandang ke-10 berturut-turut atas Los Piratas.

Real Madrid terus mempertahankan start sempurna mereka dengan mencatatkan tiga kemenangan beruntun di awal musim. Sementara itu, Mallorca harus puas dengan satu poin setelah mengalami kekalahan di pertandingan ini, meskipun hasil minor tersebut terjadi melawan dua tim besar seperti Real Madrid dan Barcelona.

Performa Arda Guler: Kunci Kemenangan Real Madrid

Dalam pertandingan tersebut, Arda Guler tampil impresif sebagai gelandang serang. Ia berhasil mencetak gol penyeimbang yang sangat penting bagi tim setelah Real Madrid tertinggal lebih dulu. Gol tersebut memberikan energi baru bagi para pemain Madrid, yang akhirnya mampu membalikkan keadaan.

Namun, keberuntungan Arda tidak sepenuhnya berpihak padanya. Di babak kedua, ia kembali mencetak gol yang tampaknya akan menambah keunggulan Real Madrid. Sayangnya, gol tersebut dianulir oleh VAR karena pelanggaran handball yang dilakukan Arda. Meskipun begitu, kontribusinya dalam mengontrol permainan dan mengorganisir serangan Madrid sangat vital.

Secara keseluruhan, Arda Guler menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang kreatif dan menjadi motor serangan bagi Los Blancos. Ia tampil selama 72 menit sebelum akhirnya digantikan oleh Dani Ceballos untuk menjaga keseimbangan tim di lini tengah.

Susunan Pemain

Real Madrid:

  • Thibaut Courtois
  • Alvaro Carreras
  • Dean Huijsen
  • Eder Militao
  • Trent Alexander-Arnold
  • Aurelien Tchouameni
  • Federico Valverde
  • Vinicius Junior
  • Arda Guler
  • Franco Mastantuono
  • Kylian Mbappe

Pelatih: Xabi Alonso

Mallorca:

  • Leo Roman
  • Marash Kumbulla
  • Antonio Raillo
  • Martin Valjent
  • Toni Lato
  • Mateu Morey
  • Pablo Torre
  • Manu Morlanes
  • Sergi Darder
  • Vedat Muriqi
  • Mateo Joseph

Pelatih: Jacoba Arrasate

Klasemen La Liga 2025/2026 Terbaru

Berikut adalah klasemen sementara La Liga 2025/2026 setelah jornada 3:

PosisiTimMainMenangSeriKalahGFGAGDPoin
1Real Madrid33008269
2Barcelona33007169
3Real Sociedad32106337
4Atletico Madrid32105237
5Real Betis32016426
6Rayo Vallecano32015416
7Villarreal31205415
8Real Mallorca301236-31
9Celta Vigo301237-41
10Granada CF300326-40

Penutupan

Dengan kemenangan ini, Real Madrid semakin menunjukkan ketangguhannya di awal musim La Liga 2025/2026. Performa gemilang Arda Guler menjadi sorotan, dan dengan dukungan dari para pemain kunci lainnya, Los Blancos siap bersaing di jalur juara musim ini. Untuk Mallorca, meski kalah, mereka menunjukkan perlawanan yang cukup sengit, dan pertandingan melawan tim sebesar Madrid serta Barcelona tetap memberikan pengalaman berharga.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %